SKY PATH

SKY PATH
indah tak sempurna


__ADS_3

Mereka menghabiskan waktu istirahat pertama dikantin. Saat jam istirahat usai, mereka berempat bergegas kembali ke kelas. Kebetulan Romi masih belum kembali, sepertinya hadiah yang dia terima cukup berat sehingga dengan teganya merelakan Nanda duduk sendiri. Nanda gabut, benar-benar gabut, dosen sedang sakit, Romi belum kembali, jadilah dia sendirian dipojokan. Datang tak diundang, pulang tak diantar. Lisa duduk disebelah Nanda yang sedang menggambar.


"Hai, kita belum kenalan, bisakah kita kenalan sekarang?" Lisa membuka jaket kulit warna putihnya hingga hanya menyisakan tanktop yang dia pakai dan mencepol rambut sehingga menyajikan leher jenjangnya.


"Apa aku kurang menggoda?" Seperti tidak puas, Lisa dengan lancangnya mengusap paha Nanda dan itu membuat Nanda jijik


"Apa kau ini seorang ******?" Nanda berucap datar dan menepis kasar tangan Lisa dari pahanya


"Ya,, tapi aku hanya jalangmu" ucap Lisa memainkan lidahnya untuk menggoda Nanda 


"Cihh, menjijikkan" gumam Nanda 


"Bagaimana kalau pulang kampus?" Tanya Lisa 


"Tidak minat" ucap Nanda dingin


"Ayolah, aku menahan diri selama ini hanya untukmu" dengan berani, Lisa bergerak dan mencium leher Nanda


"Pergilah ******" Nanda mendorong tubuh Lisa, tidak pakai tenaga tapi cukup untuk menjauhkan Lisa darinya


"Niatku baik padamu" Lisa berdiri dan hendak menyentuh pipi Nanda tapi segera ditepis oleh Nanda 


"Ada apa ini?" Krys yang menyadari keributan dibelakangnya segera menghampiri Nanda 


"Pergilah kau, aku hanya ingin bersama dengan kekasihku" ucap Lisa dengan percaya diri


"Oh ya? Kekasih hm? Kalau begitu,, bisa kau lakukan ini?" Dengan berani, Krys duduk dipangkuan Nanda 


"Kenapa kau ini" bisik Nanda, kalau dilihat dari posisi Lisa, mereka seperti sedang berciuman, padahal aslinya bisik-bisikan


"Ikuti mainnya" Krys mencubit lengan Nanda 


Nanda yang paham langsung menjauhkan kepalanya dan menatap Krys dengan tatapan memuja, sebenarnya tidak ada yang bisa dipuja dari seorang Krys tapi Nanda berusaha terlihat senatural mungkin kalau dia mencintai Krys. Tangan Nanda terulur dan memeluk pinggang Krys sementara tangan Krys dikalungkan dileher Nanda.


"Dikampus tidak boleh pacaran" Lisa yang terbakar api cemburu langsung saja memberikan ulti


"Dikampus tidak boleh jadi ******" Nanda membalas ulti Lisa dengan berkali-kali lipat


"Jangan begitu sayang, kasihan" ucap Krys berusaha sebisa mungkin agar tidak tertawa- harus profesional 


"Maaf sayang" ucap Nanda juga sebenernya keliatan sedang menahan tawa


"Awas aja kau" menunjuk Krys lalu pergi ke bangkunya dengan rasa cemburu yang membara


Sementara Nanda dan Krys tertawa karena rencana mereka berhasil.


"Astaga,, pahaku ternodai" Nanda menepuk-nepuk pahanya saat Krys sudah beralih duduk ke bangkunya Romi 


"Hey,, aku ini kakakmu" ucap Krys


"Maaf kakak" ucap Nanda tak ikhlas 

__ADS_1


"Iya sayang" ucap Krys dibuat semanja mungkin tapi malah terdengar lucu ditelinga mereka 


Mereka tertawa pelan agar tidak mengundang perhatian.


"Oh iya,, orang tuamu dimana? Kau bilang kau tinggal diapartemen, apa kau tinggal dengan orang tuamu?" Tanya Nanda


"Ibuku sudah meninggal" ucap Krys lesu 


"Kapan?" Tanya Nanda


"Saat paman Varo meninggal, ibu mau ke Indonesia, tapi saat baru keluar rumah, ada mafia yang menyerang kota tanpa sebab, dan ibuku jadi korbannya" ucap Krys sedih saat mengingat kembali kejadian kelam itu


"Mafia?" Beo Nanda 


"Iya,, mafia jahat yang merampas ibuku" ucap Krys 


"Apa kau tau simbol mafia itu?" Tanya Nanda 


"Simbolnya singa" jawab Krys


Jleb


Simbol singa? Itu bukan organisasi Romi kan? Apa white lion's yang membunuh ibunya Krys?


"Singa warna apa?" Nanda baru ingat kalau White Lion's juga punya musuh yang berlambang singa juga


"Hitam" jawaban Krys membuat Nanda jadi bisa bernafas lega


"Black Lion's" ucap Nanda


"Yup,, itu mafia yang juga pernah hampir menyerang Kota ini hanya demi mau membunuh musuh mereka, tapi beruntung ada mafia lain yang mau melindungi penduduk disini jadi tidak ada pertumpahan darah" jawab Nanda


"Mereka mafia yang nekat dan gegabah" ucap Krys geram


"Kau benar,, jadi kau sekarang hanya tinggal bersama ayahmu?" Tanya Nanda kembali ke topik awal


"Tidak, aku tinggal bersama ayah dan nenekku" ucap Krys


"Itu bagus, artinya kau tidak sendirian, ditambah sekarang ada aku dan Manda" ucap Nanda


"Ya,, aku tau,, tapi semenjak pindah ke Kanada, kita jadi krisis ekonomi, jadi aku harus kerja part time untuk membayar uang kuliahku" ucap Krys 


"Setidaknya kau tidak sendirian, masih ada yang menjagamu" Nanda berucap sambil merangkul Krys


"Ya,, aku iri padamu dan Manda" ucap Krys


"Kenapa kau yang iri? Harusnya kami yang iri padamu karena kau masih bisa merasakan kasih sayang orang tua walaupun itu hanya dari ayahmu" ucap Nanda tidak mau membuat sepupunya ini jadi merasa kecil


"Tapi tetap saja, ayahku masih belum punya pekerjaan sampai saat ini, aku yang harus bekerja sendirian" ucap Krys


"Kau tenang saja,, biar aku yang membayar uang kuliahmu, dan kau fokus bekerja untuk kebutuhan rumahmu" ucap Nanda 

__ADS_1


"Tidak perlu, kita baru bertemu hari ini, aku tidak mau merepotkanmu" Krys menolak dengan halus


"Kau bilang kalau kau sudah terlalu banyak pikiran kalau harus memikirkan biaya kuliah juga, lebih baik kau berpikir untuk lulus kuliah dengan nilai bagus dan mendapat pekerjaan yang bagus juga" ucap Nanda 


"Tapi Nan,, aku hanya curhat padamu, tidak berharap minta uang padamu" ucap Krys berusaha agar Nanda tidak salah paham padanya 


"Sesama keluarga harus saling membantu bukan?" Nanda sudah tidak menerima penolakan sekarang


"Nan,, aku tidak tau harus bicara apa lagi, tapi,,, terimakasih" Krys berhambur ke pelukan Nanda 


"Sudahlah,, aku hanya membantu mengangkat sedikit bebanmu" Nanda membalas pelukan Krys


"Aku yakin hidupmu dan Manda selalu indah selama ini" ucap Krys


"Kenapa begitu?" Tanya Nanda 


"Karena kalian memiliki satu sama lain dan saling menyayangi tanpa harus memikirkan uang, karena kalian kaya" ucap Krys saat pelukan mereka terurai


"Hidupmu sempurna karena masih memiliki orangtua" Nanda tidak bohong, dia benar-benar iri pada orang yang masih bisa merasakan kasih sayang orang tuanya 


"Tapi tidak selalu indah, hidupku sempurna tapi tidak indah" ucap Krys


"Dan hidupku indah tapi tak sempurna" ucap Nanda 


"Kita memiliki kekurangan dan kelebihan" ucap Krys


"Yup, aku tau itu, hidupmu kurang indah dan hidupku kurang sempurna" ucap Nanda 


"Ya,, tidak ada yang perlu disesali, memang tidak semuanya harus sesuai dengan yang kita mau" ucap Krys 


"Hmm, itulah sebabnya berhenti membandingkan hidupmu dengan hidupku dan Manda" ucap Nanda 


"Ya,, aku sadar sekarang,, hidupku tidak seindah kalian dan hidup kalian tidak sesempurna diriku" ucap Krys


"Iya, kesempurnaan berasal dari keluarga dan keindahan berasal dari harta" ucap Nanda 


Mereka tertawa bersama sampai orang yang ditunggu Nanda datang dengan gumaman tidak jelas.


"Dasar orang tua s1alan, awas aja nanti kalau dia meminta bantuanku, berani-beraninya dia menghukumku" gerutu Romi


"Kau kenapa?" Tanya Nanda 


"Sejak kapan kau akrab dengan pria es ini?" Daripadanya menjawab pertanyaan Nanda, Romi lebih memilih bertanya pada Krys


"Dia sepupuku" jawab Krys 


"Sungguh?" Romi tak percaya


"Yup,,, dia anak dari adiknya ibuku" jawab Krys


"Wah,, berarti circle kita nambah satu orang, namaku Romi, Romi Alessio" Romi mengulurkan tangannya 

__ADS_1


"Krys, Krystal Christie" Krys membalas uluran tangan Romi


Saat bersentuhan langsung, Romi dan Krys sama-sama merasakan getaran aneh yang tidak mereka mengerti. Tapi mereka mengingat agama yang berbeda padahal aslinya agama mereka sama-sama Kristen. Tapi Romi menganggap kalau sepupunya Nanda ini beragama Islam, dan Krys juga berpikir kalau sahabat Nanda ini beragama Islam. Kesalahpahaman yang salah.


__ADS_2