SKY PATH

SKY PATH
kangen mama


__ADS_3

Karena malam sudah sangat larut, jadilah mereka menginap diapartemen Nanda dan Manda. Pada pagi harinya, mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Kita jadi ke panti kan?" Tanya Amee saat mereka sarapan


"Yup, aku sudah berjanji kalau Minggu depan aku akan kembali bersama teman-temanku" jawab Manda


"Oh aku tidak sabar mau melihat malaikat menggemaskan itu" ucap Krys


"Aku juga" ucap Bulan


"Kau ajak juga sekalian Angkasa dan istrinya" ucap Manda menatap Nanda


"Sudah ku kabari, mungkin sebentar lagi mereka sampai" ucap Nanda


"HALO PENGHUNI RUMAH!!!" pekik Angkasa 


"WE COME!!" Ucap Angel tak kalah teriak 


"Maafkan kakakku" ucap Bulan merasa bersalah 


"Tidak masalah, aku sudah terbiasa" ucap Manda 


"Hai bro" ucap Angkasa merangkul Nanda


"Hai sepupu" ucap Angel 


"Sepupu?" Beo Krys


"Dia anaknya adik dari mamaku" ucap Nanda


"Owh berarti kita sepupuan juga mulai sekarang" ucap Krys antusias 


"Oh senangnya bertemu keluarga baru" ucap Angel tak kalah antusias langsung memeluk Krys 


"Kau pasti Manda,, halo" ucap Angel melambaikan tangannya pada Manda


"Hai" Manda membalas lambaian tangan dengan ramah


"Mereka siapa?" Tanya Argatha 


"Oh malaikat kecil yang lucu,, sini gendong dulu" Angel mendekati Argatha dan langsung menggendongnya 


"Kalian sudah sarapan?" Tanya Nanda


"Sudah" jawab Angkasa 


Mereka melakukan sesi perkenalan terlebih dahulu. Setelah semua kenal dan akrab, mereka otw menuju Panti. Selama perjalanan, Argatha memeluk Manda dengan erat.


"Arga kenapa?" Tanya Amee


"Entahlah" jawab Manda mengusap punggung Argatha 


"Mommy jangan tinggalin Arga" ucap Argatha 

__ADS_1


"Mommy tidak akan meninggalkan Arga" ucap Manda menatap Argatha dalam-dalam 


"Arga takut mom" Argatha mengungkapkan isi hatinya 


"Takut kenapa?" Tanya Manda


"Takut mommy akan meninggalkan Arga disana" ucap Argatha 


"Mana ada yang tega meninggalkan anak tampan dan lucu seperti Gatha?" Tanya Nanda 


"Daddy benar sayang, mommy mana tega meninggalkan anak mommy disana" ucap Manda


Argatha tidak menjawab lagi, dia mengeratkan pelukannya dipinggang sang mommy. Mereka sampai di panti, mereka sudah ditunggu oleh pengurus pantinya.


"Selamat datang tuan dan nona" ucap pengurus panti itu dengan ramah


"Terimakasih" ucap mereka serempak 


"Kami sudah mendapatkan beberapa rekomendasi panti, kita bisa pindahkan para anak panti ke sana" ucap Manda


"Mari ngobrol didalam nona" ucap pengurus panti itu mempersilahkan mereka masuk


"Jadi,,, ada berapa anak panti disini?" Tanya Nanda


"Sebagian besar sudah ada yang diadopsi, jadi tersisa 73 anak" jawab pengurus panti 


"Kalau begitu, kita pindahkan ke 6 panti ini" ucap Nanda menyodorkan selembar brosur berisi rekomendasi panti


"Saya setuju tuan, melihat mereka memperlakukan anak-anak dengan baik" ucap Pengurus panti 


"Baik tuan, terimakasih" ucap pengurus panti


Beberapa saat kemudian, anak-anak panti sudah siap dengan barang-barang mereka. Argatha melirik anak-anak panti satu persatu tapi dia tidak menemukan Denis. Sepertinya Denis sudah ada yang mengadopsinya. Tak lama kemudian, beberapa mobil dari panti asuhan berbeda datang.


"Mom,, kita tidak mau pisah dari mommy" ucap semua anak panti itu menangis memeluk pengurus panti yang sudah menjadi ibu pengganti bagi mereka


"Ini demi masa depan kalian,, mommy janji, mommy akan selalu menjenguk kalian nanti" ucap pengurus panti 


"Kami ngga mau kehilangan mommy" uvap salah satu anak panti


"Mommy juga ngga mau kehilangan kalian,, tapi kita harus berpisah agar kalian bisa hidup dengan layak" ucap pengurus panti


"Kita sudah kehilangan orang tua kami, kami tidak mau kehilangan mommy juga" ucap anak panti. Mereka semua menangis saling berpelukan 


Hal itu mengingatkan Manda pada seseorang yang sudah meninggalkannya, Mama. Manda merindukan mamanya, sudah lama dia tidak ke Indonesia dan berziarah ke makam orang tuanya. Butuh waktu lama sampai para anak panti akhirnya menurut dan mau berpisah dari pengurus mereka. Setelah semuanya beres, Manda dan kawan-kawan pulang ke rumah masing-masing. 


~o0o~ 


Sesampainya diapartemen, mereka sholat ashar bersama. Setelah sholat, seperti biasa mereka menadahkan kedua tangannya dan berdoa dalam hati.


'Ya Allah,, terimakasih karena engkau sudah memberiku mommy yang hebat dan tidak pernah meninggalkanku, aku sayang mommy, tolong jaga mommy ya Allah, cukup daddy yang tidak ada, mommy harus ada ya Allah' ~Argatha


'Ya Allah,, bagaimana kabar orang tua hamba disana? Hamba merindukan mereka ya Allah,, hamba ingin memeluk mereka seperti dulu, lindungilah mereka dari siksa api nerakamu ya Allah, hamba mohon jaga mereka seperti bagaimana mereka menjaga hamba' ~Manda

__ADS_1


'Ya Allah,, lindungilah kami disini, lindungilah orang tua kami disana, jauhkanlah orang tua kami dari siksa api neraka, jauhkanlah kami dari kemaksiatan, kami hanya hambamu yang lemah dan berharap perlindunganmu. Jagalah kami ya Allah' ~Nanda


Selesai berdoa, mereka membereskan kembali alat sholat mereka. Saat ini, mereka bertiga sedang menonton tv diruang keluarga.


"Nan" panggil Manda 


"Kenapa, hm?" Tanya Nanda 


"Kangen mama" jawab Manda


"Sama,, aku juga merindukan mama, juga papa" ucap Nanda


"Kita udah lama tidak berziarah ke makam mereka" ucap Manda


"Ya,, terakhir berziarah 3 tahun lalu" ucap Nanda


"Kita mau ziarah ke makam oma opa?" Tanya Argatha 


"Jauh" ucap Nanda 


"Ayo dad, Gatha mau lihat Indonesia" ucap Argatha memohon


"Tunggu daddy libur" ucap Nanda


"Kapan daddy libur?" Tanya Argatha 


"Satu bulan lagi, kita ke Indonesia satu bulan lagi ya, setelah itu daddy bebas karena kuliah daddy sudah selesai" ucap Nanda


"Yey asik,, berarti daddy udah ngga kuliah lagi dan nemenin Gatha terus" ucap Argatha senang


"Daddy harus kerja Gatha" ucap Nanda mengusap kepala Argatha gemas


"Yah,,, daddy akan pergi?" Tanya Argatha dengan bibir ditekuk ke bawah


"Jam kerja daddy sama kok kayak jam kuliah, jadi daddy bisa nemenin Gatha pas malem" ucap Nanda 


"Benaran dad?" Tanya Argatha dengan mata berbinar 


"Iya" jawab Nanda yang membuat Argatha jingkrak-jingkrak kegirangan 


"Emangnya kau mau kerja apa?" Tanya Manda


"Bangun bisnis, aku bangun usaha sendiri saja, modalkan banyak" ucap Nanda dengan senyuman tengilnya 


"Pariwisata?" Tebak Manda


"Yup" ucap Nanda 


"Eumm semoga berhasil" ucap Manda menyemangati Nanda


"Thank you" ucap Nanda menarik Manda ke dalam dekapannya 


"Gatha ngga dipeluk, dad?" Protes Argatha 

__ADS_1


"Oh daddy lupa, kemari sayang?" Ucap Nanda membuka satu tangannya agar Argatha bisa masuk kedalam pelukannya 


Argatha berlari kecil dan mengambil posisi ditengah-tengah Manda dan Nanda. Argatha merentangkan tangannya untuk memeluk kedua orang hebatnya. Ada rasa terharu dihati Manda saat mereka berpelukan bertiga seperti ini, Manda berharap mereka bisa terus akur hingga tua nanti. Tapi juga ada rasa sedih dihati Manda karena seharusnya suaminyalah yang harusnya ada diposisi Nanda. Tak jarang Manda merasa bersalah karena Nanda harus rela menjadi ayah pengganti untuk Argatha.


__ADS_2