
"bukan dikasih kejutan ama anaknya anjir, tapi dikasih kejutan ama kenyataan" celetuk Lance
"Hmm sama aja,, jadi bener ya, Arga itu anak gue?" Tanya Arkan lagi
"Dia kecebong yang lo tanem diperut Manda" jawab Lance ketus
"Kok gue makin degdegan aja yak Lance? Kek gimanaaa gitu" ucap Arkan memegangi dadanya yang sedikit nyeri karena jantungnya berdetak 10x lebih kencang dari biasanya
"Alay lo" ucap Lance
"Tapi beneran anjir, ini gue harus gimana? Ngaku apa kagak ama Manda" ucap Arkan mulai bimbang
"Ngaku aja, sebagai lelaki sejati, lo harus berani ngakuin kesalahan lo" ucap Lance
"Terus kalo Manda kecewa dan ninggalin gue gimana?" Tanya Arkan
"Coba lo tanya kakaknya dulu deh" ucap Lance
"Nanda?" Tanya Arkan
"Hmm, lo tanyain kondisi Manda gimana pas mengetahui kalau dia hamil" jawab Lance
"Kalo itumah udah jelas kaget dan takut" ucap Arkan kesal
"Iya takutnya gimana maksudnya Arkan, takut berlebihan, atau sampai depresi? Kan lo kagak tau" ucap Lance
"Bener juga" gumam Arkan
"Bikin janji aja sama Nanda, dimana gitu" Lance memberikan sarannya
"Gue kagak punya nomornya" ucap Arkan
"Mintalah sama tunangan lo" ucap Lance geram
"Udah tidur kayaknya" ucap Arkan lesu
"Belum dicoba belum tau, udah buruan chat dia" perintah Lance padahal disini harusnya Arkan yang memerintahnya
Arkan mendengus kesal lalu dia mengambil hpnya dan mengirimkan chat pada Manda.
ArkanAlaxarryyan: "Yang"
ArkanAlaxarryyan: "udah tidur?"
MandaElfachra: "belum, kenapa?"
ArkanAlaxarryyan: "aku boleh minta nomor Nanda ngga?"
MandaElfachra: "buat apa?"
ArkanAlaxarryyan: "rencananya besok mau aku ajak ketemu, sekalian kenalan"
MandaElfachra: "oh oke"
MandaElfachra: [1 contact Nanda]
ArkanAlaxarryyan: "makasih, yang"
MandaElfachra: "iya sama-sama"
ArkanAlaxarryyan: "belum tidur?"
__ADS_1
MandaElfachra: "ini mau tidur, lagi nungguin Arga dikamar mandi"
ArkanAlaxarryyan: "ouh oke, jangan bergadang ya, titip salam sama Arga, good night"
MandaElfachra: "iya, night too"
ArkanAlaxarryyan: "love you"
MandaElfachra: "too"
~o0o~
"Gimana?" Tanya Lance
"Udah nih dapet" ucap Arkan
"Buruan bikin janji temu" ucap Lance
"Iya iya" jawab Arkan mengirimkan chat pada Nanda
Nanda yang kebetulan masih main hp pun berbalas chat dengan Arkan. Mereka setuju untuk bertemu dicaffe dekat kompleks tempat Nanda tinggal pada jam 2 siang. Keesokan harinya pukul 2 siang, Arkan sudah menunggu Nanda disalah satu ruangan VIP Caffe. Nanda datang dan duduk berhadapan dengan Arkan, aura yang dibawa Nanda sangat mencengkram bagi Arkan. Sungguh, nyali Arkan serasa menciut saat berhadapan dengan Nanda seperti ini, bahkan untuk berbicara rasanya sangat sulit.
"Ada apa?" Tanya Nanda ingin langsung ke inti
"Eee anu kak, eh Nan" Arkan jadi kikuk sendiri karena saking gugupnya
"Apa yang mau lo bicarain?" Tanya Nanda lagi
"L-lo udah tau,, siapa ayah biologis Arga?" Tanya Arkan
"Tidak" jawab Nanda seadanya
"Udah gue cari tau, tapi pelakunya menghapus bukti sampai bersih tak tersisa" jawab Nanda
"Kalau lo tau pelakunya, lo bakal jauhin dia sama Manda?" Tanya Arkan mulai bisa santai tapi tetap saja masih gugup
"Untuk itu biar Manda yang memutuskan, tapi kayaknya Manda ngga akan mau deket-deket orang itu, melihat bagaimana Manda dulu bahkan pernah trauma disentuh orang saat mengetahui dirinya sedang hamil" jawab Nanda
"Berapa kali Manda mengalami kejadian mengerikan itu?" Tanya Arkan, ada rasa bersalah yang besar dalam hatinya
"Baru sekali" jawab Nanda
"Kalau orang itu datang dan mau mempertanggung jawabkan semuanya, apa Manda mau menerimanya?" Tanya Arka berharap jawabannya adalah iya atau tentu saja
"Gak tau, kenapa lo terus tanya tentang kejadian malam itu?" Nanda mulai curiga
"Tidak apa-apa, g-gue cuma penasaran" jawab Arkan gugup, wajahnya bahkan mulai memucat
"Lo kenal sama pelakunya?" Nanda bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Arkan "atau,,, lo sendiri pelakunya?" Tanya Nanda lagi penuh selidik
"Ng-gak, gue gak mungkin melakukan itu" ucap Arkan ikut berdiri tapi tidak berani menatap Nanda
"Oh ya? Lalu kenapa wajah Gatha kok mirip lo ya?" Pancing Nanda
"Gue gak tau" ucap Arkan masih memalingkan wajahnya
"Gue gak tanya lo tau apa kagak, yang gue tanya, apa lo yang udah memperk0sa Manda? Kalau tidak, kenapa wajah Gatha mirip banget sama lo?" Tanya Nanda lagi
Arkan menatap sekeliling, dia tidak bisa mengelak lagi. Nanda ternyata lebih cerdik dari yang dia perkirakan "iya,,, gue yang,,,"
Bugh
__ADS_1
Belum sempat Arkan melanjutkan kalimatnya, Bogeman Nanda sudah mendarat dipipinya. Sudut bibir kanan Arkan sudah berdarah, mungkin sudah sobek.
Bugh
Tak puas denga satu Bogeman mentah saja, Nanda kembali melayang tinjunya pada pipi satunya lagi. Kini, kedua sudut bibir Arkan sama-sama mengeluarkan darah segar.
"Anggap aja yang pertama untuk Manda, dan yang kedua untuk Gatha" ucap Nanda berlalu pergi meninggalkan Arkan
"Apa gue masih bisa melanjutkan hubungan gue sama Manda?" Tanya Arkan
Nanda berbalik menatap Arkan "itu pilihan kalian, pastinya gue bakalan ikutin apapun yang dimau sama Manda" jawab Nanda sebelum benar-benar pergi dari sana
"Sttt" Arkan meringis merasakan kedua sudut bibirnya yang terasa perih
Arkan kembali ke kantornya. Lance yang sudah menunggu Arkan diruangan yang langsung berdiri dengan kotak p3k ditangannya.
"Duduk, gue obatin" ucap Lance
"Awss pelan-pelan anjir, sakit nih" Arkan meringis saat Lance membersihkan lukanya
"Kagak seru, lo luka cuma dibibir doang" ucap Lance
"Heh, emang lo berharap gimana?" Tanya Arkan kesal
"Harapan gue ya, lo babak belur satu badan kek, biar seru, sia-sia gue siapin p3k yang lengkap" ucap Lance tanpa dosa
"Sialan lo, ini aja sakit" ucap Arkan
"Gue udah tebak sih sebelumnya. Kagak mungkin ada kakak yang diem aja melihat adiknya diperkosa sampe hamil" ucap Lance
"Terus ini gue harus gimana?" Tanya Arkan
"Nanda nyuruh lo ngejauh dari Manda?"* Tanya Lance
"Kagak, dia nyuruh gue buat jujur sama Manda. Dia bilangnya jawaban ada ditangan Manda, kalau Manda mau lanjut, dia bakal setuju, tapi kalau kagak, dia jauhin gue sama Manda" jawab Arkan
"Oh ya bagus kalau gitu, gue suka sama Nanda" ucap Lance
"Astaghfirullah, nyebut Lance" ucap Arkan terkejut
"Apa?" Lance malah bingung
"Lo suka sama Nanda" jawab Arkan
"Maksudnya gue suka sama sifatnya, bukan orangnya anjir" ucap Lance kesal
"Oh kirain" ucap Arkan
~o0o~
Malam harinya, Arkan mengajak Manda makan malam berdua. Hanya berdua. Argatha tidak ikut. Arkan ingin mengakui semuanya pada Manda.
"Sayang, aku mau jujur sama kamu" ucap Arkan
"Ya kenapa?" Tanya Manda
"S-sebenernya a-aku ini,, a-ayahnya Arga" jawab Arkan terlalu gugup dan takut untuk mengakuinya
"Hah? Kamu ngomong apa Ar?" Tanya Manda yang memang tidak jelas mendengar apa yang Arkan ucapkan
"Aku ayahnya Arga, aku adalah laki-laki yang niduri kamu beberapa tahun lalu"
__ADS_1