SKY PATH

SKY PATH
Nanda


__ADS_3

Pagi ini, Nanda sedang bersiap akan pergi ke kampus. Setelah dirasa penampilannya sudah cukup dan tidak ada yang ketinggalan, Manda turun untuk sarapan. Dimeja makan, Nanda melihat Manda duduk dengan kepala menunduk.


"Lo napa Nda?" Tanya Nanda mengusap kepala Manda dengan lembut, biasanya kalau Manda bersikap seperti ini, berarti dia merasa bersalah, takut atau ada hal yang menggangu pikirannya, jadi Nanda tidak mau membuat mental Manda makin down kalau dia langsung mengambil kesimpulan, lebih baik menunggu Manda menjelaskan sendiri


"Nan" panggil Manda lirih, perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Nanda


"Hmm, kenapa Nda?" Tanya Nanda lembut


"Gue mau mandi, tapi gengsi, masa gue duluan yang nyamperin air" jawaban Manda sukses membuat Nanda melongo tak percaya, jadi ini alasan Manda jadi sad girl?


"Kalau air yang datengin lo duluan, itu namanya tsunami" jawab Nanda kesal


"Ck Nanda,,, gara-gara lo gue gagal sad nih" Manda melipat kedua tangannya didepan dada


"Ya lo aneh-aneh aja, dapet dari mana kata-kata freak gitu?" Tanya Nanda masih dengan nada kesal


"Tiktok" jawab Manda polos


Nanda hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat tingkah Manda. Selesai sarapan, Nanda berangkat ke kampus seperti biasa. Beruntunglah kerusakan dikampus tidak terlalu parah, jadi bisa diperbaiki dalam waktu yang singkat. Sudah 2 minggu, Kampus berjalan seperti biasa. Seperti tidak ada yang terjadi, hanya saja mereka kehilangan 2 mahasiswa yang meninggal karena pertempuran hebat bulan lalu. Ke kampus, belajar, makan, ngobrol, pulang. Rutinitas mahasiswa. Saat akan pulang, Amee dan Krys mendatangi Nanda.


"Nanda" panggil Amee


"Kenapa?" Tanya Nanda


"Kami boleh ikut ke apartmu? Manda mengundang kami untuk datang" Amee menunjukkan layar ponselnya yang terlihat chat dari Manda yang meminta Amee dan Krys untuk datang ke apartemen


"Baiklah, ayo masuk" ucap Nanda


Krys dan Amee pun masuk ke dalam mobil Nanda. Mobil melesat membelah jalanan yang sepi.


"Kenapa sepi sekali?" Gumam Amee


"Ada pembangunan jalan dekat apart, jadi jalanan ini ditutup" jawab Nanda


"Lalu kenapa kau masih lewat jalan ini?" Tanya Amee


"Ya, kalau kita disuruh putar balik gimana?" Tanya Krys


"Kalian tenanglah, pembangunan jalannya melewati apartemen, jadi orang disekitar sini sampai 2 KM ke depan masih menggunakan jalan yang ini, sedangkan orang yang mau berjalan jauh melebihi 2 KM, mereka harus mengambil jalan putar" Jawab Nanda


"Ha?" Amee dan Krys sama sekali tidak mengerti


"Tidak usah dipikirkan, yang terpenting kalian ingat kalau kita tidak akan putar balik" jawab Nanda


"Owh baiklah" jawab Amee


Mereka tiba diapartemen. Menaiki lift untuk sampai diunit Manda dan Nanda. Pintu terbuka dan menampilkan Manda yang duduk disofa ruang keluarga dengan beberapa camilan didepannya.


"Hai kalian sudah datang,, kemarilah" ucap Manda


Amee dan Krys menghampiri Manda dan duduk disebelah kiri dan kanan Manda. Tangan Amee langsung terulur mengusap perut Manda.


"Sebentar lagi, kau akan datang dan menemani kami disini" ucap Amee


"Ya, jangan nakal, oke?" Tangan Krys juga ikut terulur untuk mengusap perut Manda


"Itu piala siapa Nda?" Pandangan Amee tertuju pada piala diatas rak buku, Perasaannya kemarin-kemarin tidak ada

__ADS_1


"Pialaku" jawab Manda dengan bangga


"Sungguh? Piala apa?" Tanya Amee


"Aku pernah ikut audisi menyanyi" jawab Manda


"Wah,, pantas saja suaramu sangat indah" ucap Amee


Krys tidak menggubris, dia hanya fokus membuat gambar abstrak diperut Manda. Membiarkan 2 sahabatnya sedang berbincang.


"Kau mau mendengarkan rekaman suaraku saat itu?" Tanya Manda


"Boleh" jawab Amee


*Manda menyalakan rekaman suara saat dia ikut audisi dulu saat ia masih kecil


That you were remeo


(Bahwa kamu adalah Romeo)


you were throwing pebbles


(Kau melempar kerikil)


and my daddy said


(dan ayahku berkata)


stay away from juliet


(jauhi juliet)


(dan saya menangis)


on the staircase


(di tangga)


begging you 


(memohon pada mu)


please don't go


(Tolong jangan pergi)


and i said


(Dan aku berkata) 


Romeo take me somewhere


(Romeo membawa aku ke suatu tempat)


we can be alone


(Kita bisa sendiri)

__ADS_1


I'll be waiting 


(aku akan menunggu)


all there's left to do is run


(Semua yang tersisa untuk dilakukan adalah lari)


you'll be the prince and 


(Kau akan menjadi pangeran dan)


I'll be the princess 


(Aku akan menjadi putri)


it's a love story


(Ini adalah kisah cinta)


baby, just say yes


(Sayang, Katakan saja ya)


Mau tau suaranya Manda pas nyanyi lagu ini? Cek di akun Instagram @mt4md_


Hari berlalu, 2 minggu kemudian,, Arkan sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit karena kondisinya sudah benar-benar pulih. Selama perjalanan, Arkan terus melamun.


"Udah Kan, move on yuk" Lance juga tidak tega melihat Arkan sad boy seperti ini


"Gue udah terlanjur sayang dia sama anak dalam kandungannya Lance" ucap Arkan masih belum semangat


"Gue paham, tapi lo jangab putus asa gini, Arkan yang gue kenal itu orangnya pantang menyerah, kalau lo gitu aja dah nyerah, berarti lo bukan Arkan sahabat gue" ucap Lance panjang lebar


"Ya udah Lance, mulai hari ini, gue bakal belajar lupain dia, gak mau lagi jatuh cinta, gue udah kecewa" ucap Arkan


"Lo mau jomblo seumur idup?" Tanya Lance tak percaya


"Gue takut termakan harapan sendiri, padahal udah jelas-jelas dia gak ngasih harapan ama gue, tapi masih aja gue berharap ama dia" jawab Arkan


"Sabar Kan" ucap Lance


~o0o~


Dikampus, Nanda sedang membaca buku di perpustakaan. Tanpa Nanda sadari, ada orang bercadar dibelakangnya dan pelan-pelan mengambil ponselnya. Nanda tidak menyadarinya sama sekali karena terlalu fokus sama buku yang dia baca. Wanita bercadar itu tersenyum senang penuh kemenangan dibalik cadarnya, sebelum Nanda menyadari, wanita itu sudah berlari keluar dari kampus. Nanda akan mengecek jam pada ponselnya, tapi Nanda tidak menemukan ponselnya.


"Mana ya? Apa dicuri orang? Tapi buat apa juga nyuri hp gue?" Nanda mengacak-acak tasnya namun tidak ketemu. Ada yang mencuri kah? Tapi ponsel itu tidak ada apa-apanya, hanya saja harga ponsel Nanda itu cukup fantastis. Tidak mau ambil pusing, Nanda hanya pasrah saja, nanti dia akan membeli ponsel baru. Lagi pula ponselnya yang dicuri itu tidak ada informasi apapun, hanya ada nomornya saja.


Sepulang dari kampus, Nanda membeli hp dulu sebelum pulang ke apartemen. Nanda memilih-milih ponsel baru dan itu memakan waktu yang lumayan lama. Nanda tidak melihat harganya, tapi Nanda melihat kualitasnya. Sementara diapartemen, Manda terlihat panik karena Nanda belum pulang-pulang juga.


Drett drett drett


"Nanda" gumam Manda membaca siapa yang meneleponnya


"Halo, Nan, Lo dimana?" Saat panggilan terhubung, Manda langsung menyerang Nanda dengan berbagai pertanyaan


"Sorry?" Jawab orang yang menelpon Manda menggunakan ponsel Nanda

__ADS_1


"Who?" Tanya Manda


"Pemilik ponsel ini kecelakaan,,,"


__ADS_2