SKY PATH

SKY PATH
Indonesia


__ADS_3

Pagi ini, Manda dan Nanda akan pulang ke Indonesia.


“Nan,,, gue takut” lirih Manda


“Lo tenang, oke,,, semua akan baik-baik aja” Nanda yang sedang mengemasi barang-barangnya berhenti sejenak dan duduk disebelah Manda


Manda hanya mengangguk sebagai jawaban. Jujur saja dia takut pulang karena selain takut bertemu dengan orang yang menghamilinya, dia juga takut menjadi bahan bully-an tetangga disana.


“Tenang aja Nda,, Romi ikut kita ke Indo. Katanya kalau lo ditanyain tetangga,, dia siap ngaku jadi suami lo” Nanda ini cenayang atau apa sih? Bisa tau gitu sama isi pikirannya Manda


“LO GILA?!” pekik Manda tak setuju dengan usulan Nanda


“Bukan ide gue,,, Noh si Romi yang nyaranin,,, selagi ngga rugi buat gue ya,,, gue iyain aja” Nanda menyahut ketus karena tak mau disalahkan


“Astagfirullah” Manda hanya bisa mengelus dadanya


Kemarin malam, Romi memang datang ke sini. Manda tidak ikut nimbrung karena kepalanya mendadak pusing jadi dia istirahat dikamar.


Kemarin malam,,,,,,


“Jadi kau dan Manda berangkat besok pagi?” Romi membuka obrolan


“Yup,, lebih cepat lebih baik” Nanda menjawab lalu menghela nafas panjang


“ada apa?” Tanya Romi


“Aku hanya memikirkan nanti diIndonesia,,, para tetangga pasti menanyakan soal kehamilan Manda” jawab Nanda


“Maksudmu?” Romi tak mengerti sama sekali


“Di Indonesia,, hamil diluar nikah,, disebut aib” ucap Nanda


“Astaga,, lalu?” Romi tak dapat menahan diri untuk tidak bertanya


“Ya gitu” jawaban Nanda sama sekali tidak menjawab pertanyaan Romi


“Boleh aku ikut ke Indonesia?” Tanya Romi


“Huh? Apa kau ada pekerjaan di Indonesia juga?” Nanda menjawab dengan pertanyaan


“Tidak,, aku hanya akan membantu kalian” jawab Romi


“Bantu gimana?” Nanda menaikkan sebelah alisnya—pertanda dia bingung

__ADS_1


“Kalau nanti ada yang bertanya suami Manda,, aku siap mengaku sebagai ayah bayinya” jawab Romi


Deg


Kembali diwaktu yang sebenarnya yaitu pagi. Saat ini, Mereka otw ke bandara dengan diantar sopir pribadi Romi. Tidak ada percakapan didalam mobil, mereka sama-sama larut dalam kegiatan masing-masing. Romi sibuk menatap keluar jendela mobil seraya mendengarkan music, Nanda sibuk dengan ponselnya, dan Manda sibuk mengelus perutnya.


“Nda,, nanti kalau ditanya usia kandungannya, kau jawab saja masih 6 bulan” Nanda memecah keheningan disana, pastinya berbicara bahasa inggris biar Romi paham


“Kenapa emangnya?” bukan Manda, melainkan Romi yang bertanya sambil menghadap belakang untuk menatap keduanya


Posisinya saat ini, Nanda dan Manda dikursi penumpang tengah dan Romi duduk disamping pengemudi.


“Biar tetangga ngga curiga, kita berangkat ke Kanada 7 bulan lalu, tidak mungkin kalau kita mengaku kalau usia kandungan Manda juga 7 bulan,, mereka bisa curiga” Nanda menjelaskan sejelas mungkin agar Romi paham


“Emm baiklah” jawab Manda


“Berarti kalau ditanya kapan menikah, kami harus jawab apa?” Tanya Romi


“Bilang saja kalau kau adalah sahabatku dari lama dan sudah lama memiliki hubungan dengan Manda, jadi saat kami sampai diKanada,, kau datang dan menikahi Manda” jawab Nanda


“Waw,,, kayaknya Nanda cocok jadi penulis cerita deh, kalau ngga jadi penulis film pasti laku keras filmnya, bisa-bisanya mikir cerita gitu” gumam Manda dalam hati


“baiklah,, aku setuju, idemu tidak buruk dan bisa diterima akal sehat” ucap Romi sambil bertepuk tangan


Kemudian mereka kembali diam hingga sampai di bandara. Pesawat Take off masih sekitar 30 menit lagi. Beruntunglah mereka tadi sempat sarapan, kalau tidak, maka sudah dipastikan mereka kelaparan.


“hanya satu minggu” jawab Nanda


“Memangnya kenapa kalian akan pulang?” Tanya Romi lagi


“mengambil ijazah sekalian liburan” kali ini Manda yang menjawab


“Astaga,, ijazah kalian lama sekali keluarnya, apa ditahan?” Romi berujar dengan nada terkejut yang menjengkelkan


“Kau pikir kami tidak mampu sampai-sampai ijazah kami ditahan?” Tanya Nanda sewot


“siapa tau” jawab Romi


“Salahkan pihak sekolah yang memang lemot” Ucap Manda tak kalah kesal


Tak lama kemudian, terdengar pengumuman penumpang sudah bisa menaiki pesawat. Mereka bertiga berjalan menuju pesawat yang mereka tuju. Perjalanan menuju Indonesia memakan waktu yang cukup lama. Entah ada apa dengan pesawat ini,, tapi mereka sampai di Indonesia 1 jam lebih cepat dari yang diprediksi. Prediksi mereka akan sampai setelah 17 jam perjalanan, tapi ini mereka sampai setelah 16 jam diudara. Mereka take off pada jam 8 pagi dan mereka mendarat di Indonesia pada pukul 12 malam.


“akhirnya tanah kelahiran gue” Manda menatap sekeliling yang ternyata tidak berubah

__ADS_1


“Disana ada hotel, kita nginap dulu,, besok baru pulang” ucap Nanda


“Kenapa ngga langsung pulang?” Tanya Manda


“Mana ada taxi jam 12 malem” ucap Nanda lalu menyeret pelan Manda keluar bandara


Romi yang tidak mengerti bahasa mereka hanya bisa diam dan membuntuti keduanya. Sungguh Romi terasa jones saat melihat si kembar didepannya ini, ada yang mau nemenin? Romi ganteng lho,, duda pirang,, eh salah maksudnya brondong pirang hahaha,,, cek wajah Romi dipostingan yang tersemat pada akun @mt4md_


Akhirnya kini mereka bertiga berbaring pada ranjang kamar hotel. Mereka menyewa masing-masing 1 kamar,, bukan mereka, lebih tepatnya hanya Nanda yang membayar biaya sewa kamar hotel mereka.


Pagi kembali menyapa,, sesuai rencana,, mereka pulang ke mansion Nanda dan Manda. Sesampainya di Mansion, bi Darsih langsung memeluk nona kesayangannya.


“Ya Allah non, yang kuat ya” bi Darsih mengelus punggung Manda, Nanda sudah pernah bercerita padanya lewat sambungan telepon tentang apa yang dialami Manda


“Manda kangen bibi” Manda berucap lirih


“ayo,, aku akan mengantarmu ke kamar yang akan kau tempati” Nanda mengajak Romi menuju kamar tamu karena tidak mau mengusik Manda dan bi Darsih


“Mansionmu sangat megah” ucap Romi terkagum-kagum dari tadi


“ini mansion orang tuaku” Nanda terkekeh


“Sama saja ini mansionmu” ucap Romi


“Terserah kau saja” Nanda mengalah


Setelah membereskan barang-barangnya, Romi keluar untuk sekedar melihat-lihat mansion mewah itu. Setelah puas, Romi bergabung dengan Nanda dan Manda yang berkumpul diruang keluarga. Disini, hanya Romi yang membawa banyak barang karena barang-barang Nanda dan Manda masih banyak yang tertinggal dimansion ini.


“Nan ini apa?” Tanya Manda saat membuka laci dibawah meja, tidak sengaja menemukan flashdisk


“Flashdisk” jawab Nanda datar


“Gue juga tau, tapi isinya apa ya?” Manda memutar-mutar flashdisk itu, lalu pergi ke kamar untuk mengambil laptop miliknya


“kenapa?” Romi duduk disofa sebelah Nanda


“Manda nemu flashdisk” jawab Nanda seadanya


Romi hanya menganggukkan kepalanya saja. Tak lama kemudian, Manda datang dan menghubungkan flashdisk itu pada laptopnya. Saat dibuka, ternyata ada satu video tersimpan disana. Saat dibuka, ternyata itu video dirinya dengan Nanda.


“Nan,, lihat” ucap Manda dengan mata sudah berair


“Ini kita pas masih kecil dulu” Nanda berujar dengan mata fokus pada layar laptop

__ADS_1


“masih ada mama sama papa” Manda sudah tidak bisa lagi menahan air matanya


Mereka terus melihat video-video mereka saat masih kecil. Romi cukup terkejut dengan kehadiran seorang wanita sangat mirip dengan Nanda tapi versi perempuan dewasa yang dia yakini adalah ibu Nanda dan Manda. Romi kembali membayangkan wajah Manda pada video itu. satu kata yang bisa dia simpulkan. Mirip. Mungkin saja ibunya Manda adalah Manda versi dewasanya. Penasaran sama videonya? Cek ig @mt4md_ ya,,


__ADS_2