SKY PATH

SKY PATH
Lara


__ADS_3

"Mas,,, kamu kenapa?" Tanya seorang wanita yang tengah menggendong seorang anak kecil berusia 2 tahun


"Aku dipecat" jawab suami dari perempuan itu


"Astaghfirullah,,, terus sekarang kita gimana mas? Aku hamil lagi" ucap si Istri


"Apa? Kamu hamil?" Beo sang suami


Istrinya hanya mengangguk sebagai jawaban. Suaminya mengusap wajah dengan gusar. Mau menyerahpun sudah tidak guna, seorang bayi sudah hadir dalam perut sang istri. Puncak dari hancurnya keluarga mereka terjadi saat usia kandungan si istri sudah menginjak usia 9 bulan.


"Mas,,, kamu ngga cari kerja lagi?" Tanya perempuan berperut buncit itu


"Aku capek,,, kayaknya anak dikandungan kamu itu pembawa sial" ucap suaminya yang tengan duduk santai disofa


"Astaghfirullah mas, kamu ga boleh ngomong gitu, ini anak kita mas" ucap si istri tidak terima


"ARGHH!!!"


PYAR


"Gara-gara kamu, aku jadi kalah main game" ucap suami murka setelah melempar gelas berisi kopi panas ke arah istrinya


"Mas,,, kamu lebih mentingin game kamu daripada istri kamu sendiri?!" Tanya istrinya tak terima


"YA TERUS MAU KAMU APA?!" Bentak sang suami


"KAMU CARI KERJALAH MAS,, JANGAN MALAH ENAK-ENAKAN DISINI,, KITA JUGA BUTUH BIAYA MAS!!" Pekik si istri


"MAU JADI ISTRI DURHAKA KAMU?!" Teriak sang suami pada istrinya


"IYA!!! AKU GAK PEDULI SEKARANG! YANG PENTING KAMU PERGI DARI SINI DAN JANGAN PULANG SEBELUM KAMU DAPAT KERJA!" Usir si Istri yang sudah tidak tahan pada suaminya


"OKEE AKU PERGI SEKARANG!!" Bentak suami itu mendorong istrinya lalu pergi


"Awshh" ringis si istri merasakan sakit pada perutnya saat tubuhnya menghantam lantai "MAS!!! MAS, TOLONG MAS!! MAS AKU MAU LAHIRAN!!!" Pekik si istri, tapi suaminya sama sekali tidak memperdulikannya


"Ibu,,, ibu tidak apa-apa?" Tanya anak laki-laki perempuan itu


"Sakit,,, perut ibu sakit Alvin" jawab perempuan itu sambil terus meringis memegangi perutnya


"Al halus apa, bu?" Tanya anak laki-laki yang bernama Calvin itu


Sang ibu tidak menjawab, dia terus mengejan berusaha mengeluarkan bayinya. Calvin hanya bisa ikut meringis saat tangannya dicengkeram erat oleh sang ibu untuk melampiaskan rasa sakitnya. Setelah hampir 2 jam melahirkan seorang diri, seorang bayi perempuan berhasil lahir dari wanita itu. Perempuan itu bangkit dan menggendong bayinya.


"Al,,, ambilkan kain bayi dilemari ibu ya" ucap wanita itu


"Iya bu" Calvin hanya menuruti apa yang diperintahkan oleh ibunya


Calvin mengacak-acak lemari ibunya untuk mencari kain bayi yang dimaksud oleh ibunya itu. Setelah dapat, Calvin segera berlari ke arah ibunya.


"Ini bu" Calvin menyerahkan kain itu pada ibunya


Ibunya Calvin membungkus anaknya yang baru saja lahir dengan kain itu. Setelah kain rapi membungkus hangat tubuh mungil anaknya, ibu Calvin menggendongkan bayinya pada Calvin.


"Alvin, sayang, nama adiknya Clara Abirah Marianna, Al jaga adiknya ya" itulah pesan terakhir ibu Calvin sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya.


"Bu,,, ibu, ibu kenapa bu,, IBU!!!" Calvin mengguncang-guncangkan tubuh ibunya guna membangunkan sang ibu.


Ibunya Calvin telah pergi untuk selama-lamanya. Dengan hati-hati, Calvin kecil membawa adiknya untuk mencari ayah mereka yang telah pergi meninggalkan rumah. Lama berjalan, Calvin menyadari kalau mereka sudah jauh dari rumah. Calvin tidak tau dia sekarang berada dimana, dia tersesat. Adik yang ada digendongnya mulai menangis karena kehausan.


"DIAM!! Ini semua gala-gala kamu,, kalau gaada kamu, ayah gaakan pelgi!" Bentak Calvin yang semakin membuat adiknya menangis "ibu juga gaakan meninggal" lirih Calvin yang malah ikutan menangis


Saat Calvin sibuk menangis sambil terus memarahi adik bayinya yang juga sedang menangis, sepasang suami istri datang menghampirinya.


"Kenapa?" Tanya si suami


"Ibu meninggal, hiks ayah pelgi" jawab Calvin disela-sela isakan tangisnya

__ADS_1


"Kamu tenang ya,,, ada kami disini, kami akan merawat kalian" ucap suami itu


"Gak gak gak,, enak aja" jawab sang istri dengan cepat


"Sayang,, ayolah,, kasihan mereka" ucap suaminya


"Hidup kita aja pas-pasan mas!" Ucap si istri masih menolak


"Nanti aku akan kerja lebih giat lagi" ucap sang suami masih berusaha meyakinkan istrinya


"Ihh tapi mereka masih ada bapak" ucap istrinya kesal


"Bapaknya gaada sayang,,, kita adopsi mereka ya? Nanti kita juga dapat pahala dari mengurus mereka, masa depan gaada yang tau, siapa tau mungkin suatu saat nanti mereka sukses dan membanggakan kita" ucap sang suami berusaha membujuk istrinya


Setelah banyak rayuan dan penawaran, akhirnya sang istri mau mengadopsi kedua anak itu. Pasangan Reno Argantara dan Renata Putri, membawa Calvin dan Clara pulang ke rumah mereka yang minimalis.


"Ini rumah kami,, nama kalian siapa?" Tanya Reno


"Nama aku Calvin,, ini Clala Abilah Malianna"


"Ha? Ohh Clara Abirah Marianna?" Ulang Reno


"Iya" jawab Calvin


"Kalau nama panjang Calvin siapa?" Tanya Reno lagi


"Gatau, Calvin aja" jawab Calvin


"Baiklah, nama kamu sekarang Calvin Argantara, kamu suka?" ucap Reno


"Suka,, makasih om" ucap Calvin


"Jangan panggil om, panggil Ayah, dan ini ibu" ucap Reno merangkul istrinya yang tengah menggendong Clara dengan malas


"Iya, yah" ucap Calvin


Akhirnya semenjak hari itu, Clara dan Calvin tinggal dengan orangtua baru mereka. Calvin tidak tau bagaimana kondisi jenazah ibunya dirumah yang dia tinggalkan begitu saja, tapi mungkin jenazahnya sudah dimakamkan oleh tetangga sekitar. Reno bekerja sebagai nelayan, rumah mereka lumayan dekat dengan pantai. Saat usia Clara menginjak 2 tahun.


"Gak nyentuh bang, Lala cuma kesenggol" ucap Clara


"Bohong!!"


PLAK


Calvin memukul Clara. Renata hanya diam saja melihat anak angkatnya melakukan kekerasan seperti itu, dia tidak peduli.


"Bang,,, ampun bang,, sakit" ucap Clara memohon


Bugh


Bugh


Bugh


"Ini hukuman buat kamu, karena kamu mau ngambil mainan aku tanpa izin" ucap Calvin dengan terus memukuli adiknya


"Arghh ,,ampun bang, hiks hiks" ucap Clara menangis terisak-isak


"Ya Allah, Alvin,, itu adiknya kenapa dipukuli gitu?" Tanya salah satu tetangga mereka


"Eh astaghfirullah,, kenapa ini?" Tanya Renata memulai sandiwaranya, saat ini dia tengah memeluk Clara


"Ini mbak Rena, Alvin mukuli Clara sampai begitu" tetangga itu ikut meringis melihat luka ditubuh Clara. Sementara Calvin langsung pergi meninggalkan para perempuan itu


"Iya,, Clara ini anaknya memang nakal, Alvin anaknya tempramen, mudah marah" ucap Renata setengah berbisik "sudah ya Clara, makanya Clara jangan nakal sama bang Alvin" ucap Rena lembut mengusap-usap punggung Clara


"Kalau begitu, saya permisi ya mbak Ren" ucap tetangga itu pamit undur diri

__ADS_1


"Iya,, makasih ya udah menghawatirkan Clara" ucap Renata


"Sama-sama mbak Ren, mari" ucap tetangga itu lalu pergi


Setelah tetangga itu pergi, ekspresi Renata berubah menjadi datar. Dengan kasar, Renata mendorong tubuh kecil Clara sampai Clara terjatuh lalu Renata pergi begitu saja.


"Hiks kenapa mereka jahat? Cuma ayah yang baik sama Lala" lirih Clara menangis menatap punggung Renata yang menjauh


"Kamu nggapapa?" Tanya seorang anak laki-laki seusia abangnya- 4 tahun


"Gatha,, kamu jangan main sama Clara, dia katanya anak nakal" ucap salah satu teman Argatha


"Tapi dia kesakitan" ucap Argatha memilih membantu Clara berdiri


"Hiks makasih kak hiks" ucap Clara disela-sela isakan tangisnya


"Gatha,, kita pulang dulu ya" ucap teman-teman Argatha meninggalkan mereka berdua


"Aku bawa kamu pulang ya,, biar mommy aku yang obatin kamu" ucap Argatha


"Iya kak, hiks" jawab Clara


Argatha berjongkok memunggungi Clara. Dengan hati-hati, Clara naik ke punggung Argatha dan memeluk leher Argatha. Argatha membawa Clara ke rumahnya, selama perjalanan memang tidak ada obrolan diantara mereka, hanya terdengar suara isakan yang lolos dari mulut mungil Clara.


"Mommy" panggil Argatha saat sampai dimansionnya, kebetulan Manda ada dihalaman, tengah menyiram bunga


"Arga,, ini siapa?" Tanya Manda sedikit meringis melihat tubuh Clara yang penuh luka


"Tadi Arga liat dia nangis mom, jadi Arga bawa kesini, mommy tolong obati ya mom" ucap Argatha


"Iya Arga, Arga ambilkan kotak p3k didalam ya" ucap Manda mengambil alih Clara ke dalam gendongannya


"Iya mom" ucap Argatha lalu berlari kedalam mansion guna mengambil kotak p3k


"Cup cup cup, udah ya,, kamu kok bisa luka begini, sayang?" Tanya Manda membawa Clara ke arah kursi taman dan mendudukkan Clara diatas pangkuannya


"Abang,, hiks,, dia mukulin Clala" jawab Clara dengan isakan yang masih terdengar


"Cup cup, udah jangan nangis ya, anak cantik" ucap Manda menghapus air mata Clara


"Mom, ini p3k nya" ucap Argatha menyerahkan kotak p3k pada Manda


"Makasih sayang" ucap Manda menerima kotak p3k dari tangan Argatha


Manda mulai membersihkan luka Clara terlebih dahulu sebelum diobati. Manda melakukannya dengan perlahan agar Clara tidak merasakan sakitnya. Setelah selesai mengobati Clara, Manda masuk ke dalam mansion meninggalkan Clara dan Argatha dihalaman.


"Nama kamu Clara?" Tanya Argatha


"Iya,, panggil Lala aja" ucap Clara


"Lala?" Beo Argatha


"Clala, diambil Lala" ucap Clara berusaha membuat Argatha mengerti


"Clala? Lala,,, Lara?" Tanya Argatha memastikan


"Iya, Lala" ucap Clara


"Haha baiklah Lara, nama kakak, kak Gatha" ucap Argatha


"Kak Gaga?" Tanya Clara


"Gatha, Lara,,, bukan Gaga" ucap Argatha gemas


"Gabisa, Gaga aja" ucap Clara, menyebut Gatha rasanya sulit untuknya


"Baiklah, kamu panggil kak Gaga aja" ucap Argatha

__ADS_1


"Kak Gaga temennya Lala?" Tanya Clara


"Iya,, kak Gaga temennya Lara" ucap Argatha mengacak-acak rambut Clara


__ADS_2