
Jam 4 sore, Nanda baru pulang dari kampus dan sedikit terkejut melihat mobil baru digarasi pribadinya diapartemen. Demi kenyamanan, Nanda membeli tanah untuk garasi pribadinya.
"Apa ada tamu?" Gumam Nanda memperhatikan mobil baru itu
Tak ingin menebak-nebak, Nanda bergegas pergi ke unit nya.
"Daddy" saat baru buka pintu, Nanda disambut oleh Argatha
"Hai Gatha" Nanda membawa Argatha ke dalam gendongannya
"Daddy, tadi mommy beli mobil baru" cerita Argatha antusias
"Hmm, sudah daddy duga, mommymu tidak izin dulu sama daddy" ucap Nanda berjalan menuju ruang makan
"Daddy ngga sadar sama perubahan Gatha?" Tanya Argatha
"Apa?" Tanya Nanda
"Daddy, namaku Sebastian Argatha Elfachra" ucap Argatha mengkode Nanda dengan menekan huruf R nya
"Iya memang kan?" Ucap Nanda yang memang pada dasarnya sulit peka
"Daddy ngga nyadarrr sesuatu?" Tanya Argatha berusaha mengkode lagi
"Kenapa Gatha? Bilang aja, ngga usah basa-basi, daddy ngga ngerti" ucap Nanda
"Arga udah bisa ngomong R" ucap Manda yang baru datang dari dapur membawa piring kosong dan menatanya dimeja
"Oh ya? Coba ngomong lagi Gatha, maaf ya, daddy ngga sadar" ucap Nanda
"Gak mau, daddy ngga asik" ucap Argatha melipat tangannya didepan dada
"Ayolah Gatha" Nanda berusaha membujuknya
"Gatha mau dipanggil Arga, Nan" ucap Manda lagi
"Oh oke,, Ar,,,"
"Gak, panggilan Arga itu khusus buat mommy, ga ada yang boleh manggil Arga selain mommy" ucap Argatha memotong kalimat Nanda 'dan daddyku' lanjut Argatha dalam hati
"Oh oke, jadi daddy tetap manggil Gatha?" Tanya Nanda
"Yup" Argatha mengangguk
Mereka menutup obrolan dan mulai makan malam dengan tenang. Setelah makan malam, Manda menemani Argatha yang belajar menulis. Sebenarnya Argatha sudah bisa membaca dan menulis, tapi tulisannya belum rapi. Sementara Nanda sibuk dengan skripsinya. Saat jam menunjukkan pukul 9 malam, Manda mengantar Argatha ke kamarnya untuk tidur.
"Selamat tidur, Arga" Manda menyelimuti tubuh Argatha lalu mencium kening anaknya
"Mommy tidur sama Arga" Argatha mencegah mommynya yang akan pergi
"Kenapa? Biasanya Arga udah berani tidur sendiri" ucap Manda
"Nggak mau, maunya sama mommy" Argatha memeluk pinggang mommynya dengan erat
"Yaudah, mommy tidur sini" akhirnya Manda ikut berbaring dan tidur dikamar anaknya
"Good night mom" Argatha mencium pipi Manda sekilas lalu menutup matanya dengan tangan setia memeluk Manda
Manda tidak mengerti apa yang terjadi dengan Argatha karena hari ini, manjanya bertambah. Bahkan sekarang Argatha sudah kebingungan saat dia pergi ke kamar mandi.
"Nda" panggil Nanda pelan membangunkan Manda
__ADS_1
"Hmm" Manda menggeliat kecil lalu membuka matanya
"Gue mau bicara" bisik Nanda agar tidak membangunkan Argatha
"Yaudah" Manda bangun Pelan-pelan agar tidak mengganggu tidur nyenyak Argatha
Manda dan Nanda memilih berbicara diruang tamu, agar obrolan mereka tidak terdengar dari kamar Argatha.
"Ada apa?" Tanya Manda
"Lo beli mobil baru" Nanda tidak mempertanyakan, tapi dia langsung mempernyatakan
"Nan,, lo tau sendiri gue suka bosen dirumah kalau lo pergi" ucap Manda
"Lo bisa pergi naik taxi" ucap Nanda
"Jauh tujuan gue, taxi ngga mau nganter" ucap Manda
"Bayar lebih, tuh taxi pasti mau" jawab Nanda tak habis akal, memang uang menyelesaikan segalanya
"Ga bisa, ngga bebas kalau sama taxi" ucap Manda
"Lo bisa nyuruh sopir taxi buat nganter lo kemanapun dan berhenti dimanapun" jawab Nanda
"Ayolah Nan, lagian apa salahnya gue bawa mobil sendiri?" Tanya Manda
"Lo itu ngawur kalo bawa mobil, kalo kecelakaan gimana?" Ucap Nanda
"Gue bisa hati-hati, lo juga jangan doain yang buruk-buruk lah" ucap Manda
"Nda,, ini demi lo juga" ucap Nanda berusaha memberi pengertian
"Kalo ini demi gue, harusnya gue boleh dong bawa mobil sendiri" ucap Manda
"Nan, gue dah punya SIM, lagipula gue sering nyetir mobil lo kan" ucap Manda
"Sekali-kali doang ya gue izinin, tapi kalo untuk setiap hari kayaknya ngga" ucap Nanda
"Nan pliss, gue mesti apa biar lo percaya kalau gue bisa bawa mobil sendiri?" Tanya Manda, matanya mulai berkaca-kaca
Nanda menghela nafas panjang, memang kelemahannya adalah air mata adiknya "oke lo boleh bawa mobil, tapi kalo sampe gue denger lo kecelakaan, lo ngga boleh bawa mobil lagi" ucap Nanda akhirnya luluh
"MOMMY!!!!" suara teriakan Argatha terdengar diiringi dengan suara tangisannya
Manda dan Nanda bergegas kembali ke kamar Argatha.
"Arga kenapa sayang?" Tanya Manda mendekat dan langsung dipeluk erat oleh Argatha
"Gatha kenapa?" Tanya Nanda mengusap kepala Argatha
"Mommy jangan pergi" ucap Argatha
"Ngga sayang, mommy dari tadi diruang tamu sama daddy" ucap Manda
"Kayaknya Gatha habis mimpi buruk" ucap Nanda karena Argatha hanya menangis di pelukan sang mommy
"Arga tidur lagi ya, mommy temenin" Manda mengusap punggung Argatha lembut
"Iya,, daddy juga nemenin Gatha disini" ucap Nanda
Argatha hanya mengangguk. Manda dan Nanda tidur disisi kanan dan kiri Argatha. Argatha yang berada ditengah mendapatkan pelukan dari mereka berdua. Pagi kembali menyapa, Nanda sudah berangkat ke kampus.
__ADS_1
"Mom,, ayo ke taman" ajak Argatha
"Taman mana?" Tanya Manda
"Depan" ucap Argatha
"Boleh, yuk" Manda menuntun Argatha ke kamarnya untuk bersiap
Argatha sudah rapi, kini giliran Manda. Manda memakai hijabnya lalu memakai cadar, tak lupa dengan sarung tangan. Sesampainya di taman.
"Mom, Arga mau jalan-jalan" ucap Argatha
"Mommy sudah capek Arga, dari tadi kita jalan-jalan terus" ucap Manda
"Mommy tunggu sini, biar Arga jalan sendiri" ucap Argatha
"Jangan, disini rame, kalau Arga diculik gimana?" Tanya Manda khawatir
"Nggapapa mom, Arga udah sering ke sini, jadi Arga udah hafal, kalau ada yang nyulik, Arga tinggal teriak" ucap Argatha
"Yaudah, tapi jangan jauh-jauh ya" ucap Manda
"Thanks mom, mommy tungguin Arga ya" ucap Argatha
Manda hanya mengangguk melihat Argatha yang perlahan menjauhinya. Manda mengambil ponselnya dan memainkannya. Sementara Arga, entah kenapa dia mau berkeliling taman kali ini.
"Bunga,,, siapa mau beli bunga?,, Bunganya masih segar,, masih bagus,, untuk pacarnya bisa,, untuk orang tercinta" terdengar suara penjual bunga yang menarik perhatian Argatha
Argatha mendekat dan melihat bunga yang dijual. Argatha berniat akan membeli bunga itu untuk mommynya, tapi dia sadar kalau dia tidak memiliki uang.
"Daddy" kebetulan sekali kalau Argatha bertemu dengan orang yang dianggap daddynya ini
"Arga?" Gumam orang itu
"Daddy, Arga mau beli bunga buat mommy" ucap Argatha menunjuk penjual bunga itu
"Anda sudah memiliki anak tuan?" Tanya rekan kerja orang itu
"Nanti aku ceritakan, tunggu sebentar, Arga mau beli bunga? Kita beli sekarang ya" orang itu menuntun Argatha mendekati penjual
"Saya mau beli satu karangan bunga" ucap Argatha
Orang yang dianggap daddy oleh Argatha itu memberikan uang pada si penjual.
"Ini ya" penjual itu memberikan Argatha satu buah karangan bunga
"Makasih" ucap Argatha menerima bunga itu
"Kasih bunganya buat mommy ya" ucap orang itu
"Makasih dad,, daddy ngga ikut Arga pulang?" Argatha menatap orang didepannya ini
"Daddy harus kerja" orang itu mengusap lembut kepala Argatha lalu pergi meninggalkan Argatha
"Cepat pulang dad" gumam Argatha menatap punggung orang yang disangka daddynya itu
Karena sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, kini Argatha berjalan mencari mommynya.
"Mommy, Arga punya hadiah buat mommy"
~o0o~
__ADS_1
Penasaran sama visual Argatha? Cek akun Instagram @mt4md_