
"laki-laki brengsek" gumam Manda
"Aku tidak percaya dia tega melakukan ini padaku" ucap Amee lirih
"Yang sabar Amee, wanita sebaik dirimu tidak pantas mendapatkan lelaki seperti dia" Manda memeluk Amee dari samping
"Aku sudah terlanjur mencintainya Nda" Amee semakin menangis dalam pelukan Manda
Argatha yang ada diantara mereka hanya bisa menatap polos pada auntynya yang menangis dalam pelukan sang mommy. Argatha sebenarnya merasa lapar, tapi melihat mommynya masih sibuk, dia tidak berani mengatakannya. Setelah pelukan Amee dan Manda terurai, barulah Argatha meminta makanannya.
"Mommy,, nen" ucap Argatha menarik hijab Manda
"Gatha laper?" Tanya Manda
"Yes Mom, nen" ucap Argatha lagi
"Cium mommy dulu, baru *****" ucap Manda
Argatha perlahan berdiri dan Manda menunduk memudahkan Argatha menciumnya. Setelahnya, Manda memasukkan Argatha ke dalam hijabnya dan menyusuinya. Karena hari mulai siang dengan matahari yang terik, mereka memutuskan untuk pulang. Amee tidak mau pulang, dia masih galau, tapi dia juga tidak mau menetap diapartemen Manda, takut mengganggu Manda dan Argatha yang ingin istirahat. Akhirnya Amee pergi ke pantai. Amee tidak melakukan apapun di pantai, Amee hanya diam melamun menatap laut lepas.
"Kenapa laki-laki jaman sekarang rata-rata hanya suka memainkan perasaan wanita?" Gumam Amee
Tak terasa, air matanya kembali menetes saat mengingat seberapa singkatnya hubungannya bersama Roy. Hanya terhitung 1 tahun mereka mengenal, tapi sekarang sudah asing lagi. salahkah Amee yang terlalu cepat jatuh cinta pada Roy? Kalau salah, maka Amee berjanji tidak mau jatuh cinta lagi.
"Kenapa mereka jahat sekali" gumam Amee
Amee mengambil batu dan melemparkannya jauh ke tengah laut.
"Tidak, mereka tidak salah Amee, kau saja yang terlalu b0doh sudah percaya pada mereka, atau aku sebenarnya tidak b0doh? Aku hanya sial saja? Apa aku terlalu mudah baper? Arghh tapi kenapa dia bersikap seolah paling mencintaiku" Amee mengusap wajahnya frustasi
Amee menangis tersedu-sedu dipinggir pantai, beruntunglah disana tidak ada orang, hanya ada Amee sendiri.
"Apa kau puas sekarang Roy? Kau berhasil membuatku jatuh cinta dengan mudah, kau berhasil menghancurkanku dengan mudah, tapi aku tak berhasil menghapus rasa cinta ini begitu saja, ini sudah terlalu dalam, aku terlanjur sangat mencintaimu" ucap Amee disela-sela tangisnya
Lama berdiam diri dipantai sambil menangis dan berbicara tidak jelas, Amee berdiri dan memutuskan untuk pulang. Karena tidak bawa mobil sendiri, Amee menaiki angkutan umum untuk sampai dirumahnya. Cukup lama Amee menunggu, tapi tidak ada bus yang lewat. Secara kebetulan, Amee melihat Roy sedang jalan bersama mantan pacarnya. Karena tak ingin ketahuan, Amee langsung masuk ke dalam bus yang kebetulan berhenti. Tidak tau dan tidak peduli kemana bus ini akan membawanya, yang terpenting Amee pergi dulu dari sana. Amee memperhatikan Roy dan kekasihnya dari dalam bus. Awalnya, kekasih Roy hanya mencium Roy dipipi saja, tapi saat kekasih Roy itu menyadari ada Amee yang memperhatikannya, dia semakin ingin membuat Amee panas dengan cara mencium bibir Roy.
"Kenapa denganku? Kenapa rasanya sakit sekali?" Gumam Amee dengan mata berkaca-kaca menatap sepasang kekasih itu
Bus berangkat, Amee tidak bisa lagi menahan diri, dia menyerah. Dia masih sangat mencintai Roy, dan dia sakit hati melihat Roy begitu. Amee menangis dalam diam, tapi tak sedikit orang yang memperhatikannya. Tanpa disadari, seorang pemuda yang ada didalam bus dan sejak tadi memperhatikannya mendekat. Pemuda itu berdiri tepat disamping Amee yang menangis, pemuda itu melepas topinya dan memakaikannya pada Amee. Amee tidak berniat melihat pemuda itu, saat ini dia hanya ingin menangis. Pemuda itu juga tidak keberatan, dia hanya membiarkan Amee menangis sepuasnya. Penasaran sama keadaan mereka? Cek akun Instagram @mt4md_ ya. Saat bus berhenti didepan sebuah restoran.
"Sudah,, ayo turun, kita makan malam dulu" ucap pemuda itu pada Amee
__ADS_1
"Nanda,," lirih Amee mendongak dan menatap pemuda itu yang tak lain adalah Nanda
Nanda mengangguk dan mengajak Amee masuk ke dalam restoran itu. Selesai makan malam, Nanda memperhatikan Amee yang hanya diam melamun.
"Heyy, are you okay?" Tanya Nanda menjentikkan jarinya tepat didepan Amee
"No, I don't okay" jawab Amee lesu
"Kenapa? Terjadi sesuatu padamu?" Tanya Nanda
"Aku melihat pacar, oh tidak, mantan pacarku sedang berciuman dengan wanita lain" jawab Amee
"Aku pikir kau tidak bisa jatuh cinta" ucap Nanda
"Aku masih normal" jawab Amee kesal
"Kau Gamon?" Tanya Nanda
"Apa itu gamon?" Amee malah balik bertanya
"Gagal move-on" jawab Nanda
"Berarti kau selama ini berpacaran? Tapi tidak memberitahu kami?" Tanya Nanda sedikit terkejut karena Amee yang begitu blak-blakan bisa merahasiakan hubungannya
"Yaa begitulah, baru 1 bulan pacaran, kita baru kenal 1 tahun, tapi sekarang kita sudah asing lagi" ucap Amee lirih
"Dimana kau bertemu dengannya?" Tanya Nanda
"Dirumah sakit, dia seorang dokter spesialis mata" jawab Amee
"Bagaimana kau bertemu dengannya? Apa kau pernah sakit mata?" Tanya Nanda lagi dan lagi
"Tidak" ucap Amee sewot
"Lalu?" Nanda menaikkan sebelah alisnya, meminta penjelasan
Amee menceritakan semua yang dialaminya bersama Roy. Tidak ada yang dilebih-lebihkan dan tidak ada yang dikurangi, semua yang Amee ceritakan persis seperti apa yang dialaminya. Nanda hanya mengangguk mengerti saja, tidak menyela dan membiarkan Amee menceritakan semuanya juga sesekali meluapkan emosinya.
"Aku tidak percaya kau bisa berpacaran semudah itu Amee" ucap Nanda
"Aku tidak tau, dia membuatku nyaman" ucap Amee lirih
__ADS_1
"Lain kali, kau tidak boleh mudah jatuh cinta" ucap Nanda
"Aku akan berusaha agar tidak jatuh dalam jebakan orang seperti Roy lagi Nan" ucap Amee
"Ya, memang seharusnya begitu, kau tidak dapat kasih sayang yang tulus dari Roy, tapi kau mendapatkan dosa dari Allah" ucap Nanda
"Ahh, kau benar Nan, aku hanya buang-buang waktu dan pahalaku saat berpacaran dengannya" ucap Amee baru menyadarinya sekarang
"Sudah, kau jangan memikirkannya lagi" ucap Nanda
"Tapi aku masih kesal padanya, aku mau balas dendam" ucap Amee yakin, matanya sudah menyorot tajam yang membuat Nanda merinding seketika karena tidak pernah melihat Amee semarah ini
"Kau mau melakukan cara balas dendam terbaik tanpa mengeluarkan tenaga ekstra?" Tanya Nanda
"Bagaimana caranya?" Tanya Amee antusias
"Bahagia" ucap Nanda
"Huh?" Amee tidak mengerti
"Kau sakit saat melihatnya bahagia kan?" Tanya Nanda dan Amee mengangguk "maka kau harus bahagia juga agar diapun merasakan sakit yang sama" lanjut Nanda
"Bagaimana kau tau dia akan sakit melihatku bahagia?" Tanya Amee
"Tentu saja aku tau, balas dendam terbaik pada mantan adalah kau harus terlihat lebih bahagia darinya, kalaupun dia tidak sakit hati, buat dia iri dengan kebahagiaanmu" ucap Nanda
"Seperti ini?" Amee menunjukkan senyuman terbaiknya
"Ya,, seperti itu, pertahankan senyuman manismu itu" ucap Nanda ikut tersenyum
"Terimakasih Nan, kau adalah obat saat aku patah hati" ucap Amee
"Benarkah?" Tanya Nanda
"Yup, Roy adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta, tapi dia juga orang pertama yang menggores luka padaku, dan kau,, kau adalah orang pertama yang menutup luka itu, kau juga orang pertama yang membuatku membenci orang yang aku cintai" ucap Amee tertawa setelah kalimat terakhirnya
"Haha aku tidak membuatmu membencinya Amee, aku hanya membantumu menghilangkan rasa cintamu" ucap Nanda
"Apapun itu, terimakasih Nan" ucap Amee
Mereka terus berbincang-bincang sampai tak terasa hari mulai larut. Nanda tadi juga sudah menghubungi Manda, jadi tidak masalah kalau Nanda harus pulang telat. Karena ini sudah malam dan tidak ada kendaraan umum lagi, mereka harus memanfaatkan dan merepotkan salah satu teman mereka, Romi.
__ADS_1