SKY PATH

SKY PATH
Rumit


__ADS_3

Pagi harinya, mereka sarapan lalu Nanda berangkat ke kampus. Dikampus, saat jam istirahat, Nanda memilih duduk terpisah dari teman-temannya. Nanda hanya duduk berdua dengan Bulan dan itu membuat teman-temannya curiga pada Nanda.


"Apa kalian pikir Nanda punya hubungan dengan Bulan?" Tanya Romi


"Aku juga berpikir begitu, buktinya sekarang Nanda hanya berduaan dengan Bulan" jawab Krys


"Tapi bukankah Nanda bilang, dalam Islam pacaran itu dosa?" Tanya Romi lagi


"Mungkin Nanda memiliki hubungan lebih dari pacaran,,, mungkin tunangan?" Ucap Krys


"Tidak mungkin tunangan, Nanda pernah bilang tidak akan menikah sebelum Manda menikah" ucap Amee


"Mungkin tunangan sampai Manda menikah?" Ucap Krys


"Tidak mungkin" Amee menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Kenapa tidak mungkin?" Tanya Krys


"Eee Nanda,, iya,, bukankah dia bilang tidak mau menjalani hubungan dengan orang yang berusia dibawahnya beberapa tahun?" Ucap Amee


"Bisa saja itu tidak berlaku untuk Bulan" ucap Krys


"Tidak mungkin" sela Amee cepat


"Kenapa kau sangat tidak suka kalau Nanda dekat dengan wanita lain?" Tanya Romi setelah tadi hanya menyimak, kini ia ikut berbicara 


"Hah? Eee karena,,, eumm" Amee hanya bergumam tidak jelas, tidak tau menjawab apa


"Kau mencintai Nanda" Romi langsung memberikan pernyataan 


"Tidak mungkin" ucap Amee, wajahnya jadi pucat pasi sekarang 


"Sejak kapan kau mencintai Nanda?" Tanya Romi 


"Aku tidak mungkin mencintai Nanda" ucap Amee


"Bagaimana awalnya kau mencintai Nanda?" Romi tetap dengan pertanyaan selidiknya 


"Aku tidak mencintainya" jawab Amee masih mengelak tapi suaranya bergetar, Amee memang tidak bisa berbohong 


"Kau tidak bisa berbohong Amee, berhentilah pura-pura, aku bisa tau semuanya dari cara bagaimana kau menatap Nanda, tatapan penuh kekaguman, bagaimana kau diam-diam perhatian pada Nanda, dan sekarang kau tidak suka kalau Nanda dekat dengan wanita lain, atau istilahnya,,, cemburu, dan masih banyak lagi" ucap Romi penuh penekanan 


"Dan jangan lupakan aku pernah melihat galerimu yang penuh dengan foto Nanda yang kau ambil dari jauh" ucap Krys menambahkan 


"Kau tidak bisa mengelak lagi Amee" suara dingin Romi kembali membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri, suara itu dia gunakan untuk mengintrogasi seseorang 


"Ya, sekarang, katakan semuanya" ucap Krys tak kalah dingin, memang cocok mereka berdua ini, sama-sama punya aura yang menakutkan


"Baiklah,, aku akan cerita" Amee mendesah kasar 


"Bagus" ucap Krys dan Romi


"Aku mencintai Nanda, entah karena apa, tapi dia membuatku nyaman disaat aku sedang disakiti mantan pacarku hari itu, dia selalu ada untukku,,," Amee pun menceritakan semuanya pada Krys dan Romi 


"Hilangkan perasaanmu Amee, kau lihat,, betapa bahagianya Nanda bersama Bulan" ucap Krys menunjukkan ke arah bangku Nanda dan Bulan yang cukup jauh dan memunggungi mereka


"Aku akan coba" ucap Amee

__ADS_1


Pulang dari kampus, Bulan ikut Nanda ke apartemen. Nanda yang mengajaknya ke sana. Saat hendak masuk mobil, Amee datang dan meminta tumpangan ke apartemen juga karena Amee bilang kalau dia merindukan Manda. Nanda juga sepertinya butuh Amee untuk menjaga Manda dari Della, akhirnya menyetujuinya. Sesampainya diapartemen, Nanda ke kamarnya terlebih dahulu, meninggalkan Amee dan Bulan yang hanya saling diam di ruang tamu.


"Silahkan" ucap Bi Darsih menghidangkan minuman dan camilan 


"Terimakasih" ucap Amee dan Bulan serempak 


"Dimana Manda dan Gatha?" Tanya Amee


"Non Manda masih keluar bersama temannya, dan tuan kecil ada di jendela belakang" jawab bi Darsih 


"Baiklah" ucap Amee 


Bi Darsih pun pergi kembali meninggalkan mereka berdua. Hanya keheningan yang tercipta diantara mereka, mereka tidak akrab satu sama lain dan itu menyebabkan kecanggungan yang luar biasa. 


"Aku akan menemui Gatha dulu" ucap Amee beranjak dari tempat duduknya 


"Baiklah" ucap Bulan


Amee pun pergi meninggalkan Bulan sendiri disana. Tak lama setelah Amee pergi, pintu unit terbuka dan menampilkan seorang wanita yang tidak Bulan kenali, tapi Bulan tau kalau dia adalah teman Abangnya juga.


"Kak" Bulan menyapa sambil tersenyum lebar ke arah Della 


"Hmm" Della hanya menjawab dengan deheman singkat lalu berlalu dari sana


"Apa aku ada salah?" Gumam Bulan


Bulan akhirnya tidak peduli dengan bagaimana respon Della menanggapinya dan memilih memakan camilan yang disediakan. Tak lama kemudian, Amee datang kembali.


"Mana Gatha?" Tanya Bulan


"Eee Nanda sudah menyusulnya, mungkin sebentar lagi kemari" jawab Amee


Kembali hening sampai beberapa lama kemungkinan,,,


ARGHH


"Gatha?!" Pekik Amee dan Bulan bersamaan 


Mereka berdua pun berlari menyusul arah dimana Argatha berada. Sesampainya di jendela belakang, Argatha sedah menangis histeris sambil memukuli Nanda.


"Aku benci daddy,, daddy pergi" ucap Argatha disela-sela tangisnya 


"Gatha,, Gatha kenapa?" Tanya Nanda berusaha menenangkan Argatha 


"Daddy jahat, aku benci daddy, daddy ngga sayang aku" ucap Argatha 


"Siapa yang ngomong gitu sama Gatha? Daddy sayang sama Gatha" ucap Nanda 


"Tidak, daddy bohong, buktinya daddy mau menikah sama mommy Ulan dan ninggalin Gatha, lepasin aku" ucap Argatha terus memberontak didalam pelukan Nanda


"Ada apa?" Tanya Della yang baru muncul 


"Mana Manda?" Tanya Nanda menatap tajam ke arah Della


"Arga" Manda datang dengan nafas memburu karena harus berlari menemukan Argatha 


"Mommy" Argatha berlari kedalam pelukan Manda 

__ADS_1


"Kenapa, hm? Nan,, Arga kenapa?" Tanya Manda menatap Nanda 


"Gu- aku ngga tau, tiba-tiba Argatha tidak mau ku sentuh" jawab Nanda


"Arga benci daddy, mom,, daddy ngga sayang lagi sama Arga" ucap Argatha masih dalam pelukan Manda


"Siapa yang berbicara seperti itu sama Arga?" Tanya Manda


"Maaf kak, tapi tadi kak Amee bilang mau menemui Gatha" ucap Bulan 


"Apa kau bilang? Aku tidak menemui Gatha" Amee menyela dengan nada ngegas membuat semua pandangan beralih padanya


"Amee? Kenapa?" Tanya Manda, matanya menatap tak percaya pada Amee 


"Bukan aku pelakunya Nda, bisa saja dia kan?" Amee menunjuk ke arah Bulan


"Tidak,, aku tidak mungkin melakukan itu" ucap Bulan


"Berhenti memasang wajah polosmu kalau hatimu busuk" ucap Amee membentak Bulan 


"Sudah aku bilang, bukan aku yang mengatakannya" ucap Bulan, matanya sudah berkaca-kaca sekarang, Bulan memang sesensitif itu


"Aku tidak akan terkecoh dengan air mata buayamu, Manda, kau percaya padaku kan? Aku tidak mungkin melakukan itu semua pada Gatha" ucap Amee menatap Manda 


"Ada apa?" Tanya Romi yang baru datang bersama Krys


"Wanita ini, entah dia bilang apa pada Argatha sampai-sampai Argatha tidak mau disentuh Nanda" ucap Amee menunjuk Bulan yang menunduk 


"Aku bilang bukan aku pelakunya, kau yang meninggalkanku untuk menemui Gatha tadi" ucap Bulan tak terima dituduh 


"Apa kau bilang akulah pelakunya?" Tanya Amee


"YA!" Pekik Bulan


"BERHENTILAH KALIAN!!" Nanda akhirnya bersuara 


"Kak Nanda,, bukan aku pelakunya" ucap Bulan menatap Nanda


"Ya,, aku percaya padamu" ucap Nanda


"Apa? Nan, kau tidak boleh mempercayainya" ucap Amee


"Apa kau benar pelakunya Amee? Aku tau kau mencintai Nanda, tapi tidak dengan cara mengfitnah Bulan seperti ini, apalagi kau menggunakan Gatha sebagai alatmu" ucap Romi


"Bukan aku pelakunya,, ohh kenapa tidak ada yang percaya padaku disini?" Tanya Amee menatap pasrah pada semua orang yang ada di sana 


"Aku percaya padamu Amee" ucap Manda


"Lihatkan? Kau tidak bisa mengelak sekarang" ucap Amee pada Bulan


"Ouhh sudahlah, semua terlalu kacau" ucap Bulan lalu pergi dari sana


"Ulan" panggil Nanda hendak menyusul Bulan


"Kalau kau menyusul Bulan, kita bukan saudara lagi" ucap Manda menahan tangan Nanda


"Kita harus menyelesaikan semuanya" ucap Nanda melepaskan genggaman Manda pada tangannya 

__ADS_1


"Nanda"


__ADS_2