
Beberapa hari kemudian, Nanda dan kawan-kawan dipanggil ke ruang dosen untuk mengikuti ujian. Bulan ikut serta padahal dia sama sekali tidak merasa meminta ujian duluan, tapi dia ikut saja pas dipanggil.
"Silahkan dikerjakan dengan baik dan benar, ingat! Kalau nilai kalian buruk, kalian tidak boleh libur" ucap dosen pembimbing
"Siap bu" ucap mereka serempak
"Kak,, kok Ulan ikut juga?" Bisik Bulan pada Nanda
"Nanti Ulan juga tau" jawab Nanda tak kalah berbisik
"Biarpun Ulan lolos ujian duluan ini, Ulan ngga mungkin ikut ke Indonesia kak, bang Angkasa ngga akan ngizinin" bisik Bulan lagi
"Udah ikutin aja dulu" ucap Nanda berbisik juga
"Hmm ya udah kak"
Bulan akhirnya pasrah dan mengerjakan ujiannya. 1 minggu lamanya mereka ujian, memang berat tapi semuanya demi liburan ke Indonesia. Amee dan Krys adalah dua orang paling antusias mau kesana karena mereka tidak pernah ke Indonesia sebelumnya. Apalagi saat mendengar cerita Romi kalau diIndonesia itu seru dan tempatnya bagus, jadilah mereka makin tidak sabar. Akhirnya satu Minggu yang berat sudah mereka lewati dengan baik dan mulus sesuai rencana. Saat ini mereka tengah bersiap sebelum besok mereka pergi ke Indonesia.
"Nan" panggil Manda, saat ini Nanda dan Manda berada dikamar Nanda, Argatha sudah tidur dan mereka sudah selesai berkemas
"Kenapa?" Tanya Nanda duduk diatas ranjangnya
"Gue takut" jawab Manda ikut duduk disebelah Nanda
"Soal?" Nanda menaikkan sebelah alisnya bingung
"Soal Argatha,, gimana kalau tetangga pada curiga?" Manda mengeluarkan apa yang mengganjal hatinya
"Romi ikut Nda, dia bisa jadi ayah pura-pura untuk Gatha" ucap Nanda mengelus lembut surai panjang adiknya
"Apa ngga mencurigakan? Secarakan wajahnya Argatha sama wajahnya Romi beda jauh, sama wajah gue yang ibu kandungnya aja beda" ucap Manda
"Kalau gitu,, jangan biarin Gatha keluar rumah" ucap Nanda
"Ngga mungkin bisa Nan, Gatha ngga mungkin mau kalau disuruh diam dirumah" ucap Manda
"Besok kita pikirkan itu, yang terpenting sekarang kita sampai diIndonesia dulu" ucap Nanda
"Tapi,,,"
"Stt,,, everything will be fine (semuanya akan baik-baik saja)"
Manda hanya mengangguk lalu keluar dari kamar Nanda dan kembali ke kamar Argatha. Manda merebahkan tubuhnya disamping Argatha, entah gerakan refleks atau apa tapi Argatha seolah menyadarinya dan langsung memeluknya. Manda membalas pelukan Argatha dengan lembut lalu ikut hanyut ke alam mimpi. Keesokan harinya, semua berkumpul diapartemen Nanda dan Manda. Angkasa datang setelah sholat subuh dengan Bulan yang masih tertidur dalam gendongannya.
"Napa lo bawa anaknya pas masih tidur?" Tanya Nanda mengambil alih Bulan
"Biar jadi kejutan buat dia" ucap Angkasa berbisik
"Ya udah gue bawa dia ke kamar dulu" ucap Nanda berbalik akan membaringkan Bulan dikamarnya
"Jangan dirusak adik gue" ucap Angkasa memperingati
__ADS_1
"Ck iya iya" ucap Nanda
Didalam kamarnya, Nanda perlahan membaringkan Bulan pada ranjang king size miliknya. Saat menyamankan posisi, Bulan malah menarik Nanda sampai Nanda ikut berbaring disebelahnya, beruntunglah tubuh Nanda tidak menindihnya. Nanda mau bangun tapi tubuhnya keburu dipeluk erat sama Bulan. Karena Nanda juga masih ngantuk gara-gara semalam bergadang, jadilah Nanda ikut tidur dengan bulan. Posisi mereka saling berpelukan tertutup selimut tebal semakin menyenyakkan mereka. Sementara diluar kamar,,,
"Nih Nanda kok lama banget ya?" Gumam Angel yang didengar Angkasa dan Manda
"Iya nih, takut dirusak Bulannya" ucap Angkasa
"Nanda kagak mungkin gitu" ucap Manda
"Susulin gih" perintah Angkasa
"Kagak kagak, takut gue" Manda langsung menolak
"Takut kenapa?" Tanya Angel
"Takut bener" jawab Manda
"Ya udah gue susulin ajalah, kalo bener, awas aja tuh Nanda" ucap Angkasa bersiap menyusul Nanda ke kamarnya
Manda dan Angel saling bergandengan mengikuti langkah Angkasa. Angkasa membuka pintu kamar Nanda secara perlahan dan langsung tercengang melihat pemandangan didepannya ini. Angel dan Manda ikut masuk dan melihat apa yang terjadi. Mereka sama-sama terkejut dengan apa yang mereka lihat, Nanda dan Bulan tidur dengan posisi saling berpelukan seperti pengantin baru saja. Angkasa greget ingin menarik Nanda karena dirinya sudah menunggu lama tapi Nanda malah asik tidur. Saat akan mendekati dua orang tidur itu, Angel dengan cepat menahan tangan Angkasa dan membawanya keluar.
"Kenapa sayang? Aku mau kasih pelajaran ke Nanda, beraninya dia bikin aku nunggu lama" ucap Angkasa geram
"Udahlah, mereka capek itu, biarin aja istirahat" ucap Angel
"Gue setuju ama Angel, kalian juga istirahat aja, ini masih jam 5, masih kurang tiga jam lagi kita berangkat, tuh kamar gue kosong" ucap Manda menunjuk kamar yang jarang dia tempati semenjak ada Argatha
"Yaudah, gue mau ke kamar Argatha dulu" ucap Manda
"Oke" ucap kedua pasutri itu
Mereka pun sama-sama istirahat sebelum sarapan lalu berangkat ke Indonesia. Jam 6.30, teman-teman mereka sudah datang. Bulan yang terusik karena suara candaan teman-temannya akhirnya bangun juga. Baru buka mata tapi nyawa belum terkumpul semuanya, Bulan sudah dihadiahi wajah Nanda yang tenang dalam tidurnya.
"Aku masih tidur ya? Masih mimpi,,, tapi ngga mau bangun dulu deh,, mimpinya indah" gumam Bulan tersenyum memperhatikan setiap sudut wajah Nanda "kak Nanda kok bisa sih punya alis setajam ini? Hidungnya mancung lagi,, bibirnya tipis,, eumm manis" Bulan masih bergumam sambil menyentuh apa yang dia gumamkan tadi
Nanda sudah tidak dapat menahan senyumnya lagi, sebenarnya dia sudah bangun saat merasakan pergerakan dari Bulan. Perlahan Nanda membuka matanya dan menatap mata coklat terang milik Bulan.
"Pagi" sapa Nanda dengan senyuman yang menghiasi wajahnya
"Pagi juga suami" jawab Bulan tak kalah tersenyum
"Hah?" Nanda Malah bingung
"Kita dialam ini suami istri kan kak? Kalau tidak, untuk apa kita tidur berdua seperti ini" ucap Bulan masih belum sadar, tapi dia mengeratkan pelukannya
"Bangun yuk, kita harus ke Indonesia" ucap Nanda
"Nggamau, nanti kak Nanda hilang" ucap Bulan merengek
"Kakak ngga akan hilang, kakak akan terus disamping Ulan" Nanda jadi tidak tega kalau harus bilang bahwa ini semua nyata, bukan mimpi
__ADS_1
"Bohong" ucap Bulan
"Ulan mandi dulu ya, habis itu sarapan" Nanda bangun terlebih dahulu
"Gendong" Bulan merentangkan kedua tangannya
Nanda pun menggendong Bulan ala-ala koala dan memasukkannya ke dalam kamar mandi.
"Mandi dulu, kakak tunggu dimeja makan" ucap Nanda mengacak-acak rambut Bulan lalu keluar dari kamarnya
Bulan menatap kamar mandi pribadi didalam kamar Nanda, lalu tersenyum 'ternyata gini ya, desain kamar mandi aku nanti setelah nikah sama kak Nanda' batin Bulan. Bulan melangkahkan kakinya menuju bathtub dan merendam tubuhnya, tapi ada yang aneh "kok dinginnya terasa ya?" Gumam Bulan yang memang belum sadar sepenuhnya. Setelah lama otaknya loading, Bulan menyadari
"Astaghfirullah,,, jadi ini bukan mimpi?" Teriak Bulan frustasi, beruntung kamar Nanda kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar teriakan Bulan "astaga,, malu banget sama kak Nanda" Bulan mengacak-acak rambutnya sendiri
Setelah selesai dengan acara mandinya, Bulan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. Lalu dia melirik koper dan ia membukanya, ternyata didalam koper itu ada semua keperluannya.
"Kok aku sama barang-barang aku ya? Apa aku sebenarnya udah nikah sama kak Nanda? Tapi kapan nikahnya? Kok aku ngga inget?" Bulan mulai berpikiran hal random
Setelah siap, Bulan keluar dari kamar Nanda. Diluar kamar, Bulan langsung menarik Angel meminta penjelasan. Angel pun menceritakan semua yang terjadi padanya semalam, Bulan melotot kecil tak percaya.
"Kakak ini gimana? Aku malu sama kak Nanda" ucap Bulan menutup wajahnya
"Sudahlah, Nanda juga tidak masalah" ucap Angel
"Apa kak Nanda menceritakan sesuatu?" Tanya Bulan
"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Angel
"Bukan apa-apa" ucap Bulan menunduk, dia sangat malu pada Nanda, mana tadi dia manggil apa pada Nanda? Suami? Wahh Bulan serasa diprank oleh mimpinya.
"Bulan, Angel ayo sarapan dulu, habis ini kita berangkat" ajak Manda
"Oke" ucap Angel dan Bulan serempak
Mereka sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan, mereka berangkat ke Indonesia. 17 jam kemudian, mereka mendarat dengan selamat ditanah kelahiran Nanda dan Manda.
"Ini Indonesia mom?" Tanya Argatha antusias
"Iya sayang" jawab Manda
"Wahh nanti kita jalan-jalan ya mom" ucap Argatha
"Iya sayang, nanti kita ziarah ke makam oma sama opa ya" ucap Nanda
"Asikk,, bener ya, daddy janji dulu" ucap Argatha menunjukkan jari kelingkingnya
"Janji" Nanda mengaitkan jari kelingkingnya pada jari Argatha
"Halo Indonesia"
"I'm coming"
__ADS_1