
Pagi ini terjadi pertengkaran antara Nanda dan Manda.
"Pokoknya gue tetep ngampus, titik" Manda masih memaksa agar dirinya bisa ikut kuliah hari ini
"Gak, kalau lo kecapek an gimana?" Nanda masih juga melarang Manda untuk ke kampus
"Ayolah Nan, pas usia kandungan gue 9 bulan, gue janji gue bakal cuti ngampus sampe anak gue umur 4 bulan" ucapan Manda yang tentu tidak disetujui Nanda
"Terus anak lo mau dikemanain?" Tanya Nanda geram
"Sewa baby sitter aja" ucap Manda santai
"Lo mau anak lo gak ngakuin lo sebagai mak nya?" Sumpah Nanda sudah kehabisan akal untuk menasehati adiknya ini
"Pokoknya gue mau ngampus hari ini" ucap Manda
"Gak" jawab Nanda tegas
"Terserah, gue bisa pergi bareng Amee" ucap Manda
"Amee udah gue bilangin dan dia setuju buat lo gak ngampus hari ini" ucap Nanda
"Gue pesen taxi" ucap Manda tak kehabisan akal
"Udah gue blokir rekening lo sementara" ucap Nanda
"Fu¢k" Manda sudah tidak tahan ingin mengumpati Nanda
"Terserah lo mau maki-maki gue terserah, gue gak akan izinin lo ke kampus hari ini" putus Nanda tak bisa diganggu gugat
"Yaudah lo ikut gak ngampus juga" ucap Manda
"Gue harus belajar Nda" ucap Nanda
"Lo udah pinter, ga usah belajar lagi" ucap Manda
"Meskipun pinter kalau gak diasah ya percuma Nda" Nanda berusaha menjelaskan
"Berarti kemampuan gue juga perlu diasah" Manda menjebaknya
"Udah, pokoknya lo gak ngampus hari ini sampe beberapa tahun ke depan" ucap Nanda
"Nan, ayolah Nan, hari ini aja deh, ini terakhir gue ngampus, ayolah Nan izinin gue, lo tega pisahin gue sama kampus tanpa gue izin dulu?" Manda akhirnya mengeluarkan senjata terakhirnya- menangis.
"Ya udah, lo boleh ngampus, tapi ini terakhir kalinya" Nanda akhirnya mengalah
"Makasih Nanda" Manda senang karena usahanya tidak sia-sia dan dia dengan semangat keluar apartemen menuju ke parkiran tempat mobil mereka
Nanda menghela nafas pelan lalu ikut mengusul Manda. Mereka sampai dikampus. Setelah beberapa drama wajib dari fans Nanda, akhirnya mereka sampai dikelas. Amee yang melihat Manda, langsung memarahi Nanda
"Bukannya kita sepakat untuk tidak mengizinkan Manda ke kampus hari ini? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" Amee bicara dengan suara tertahan agar tidak berteriak pada Nanda
"Tanyakan padanya" jawab Nanda datar lalu melewati Amee begitu saja
"Dasar sombong" gumam Amee
"Sudahlah, ayo duduk" Manda menenangkan
"Kau kenapa keras kepala sekali? Sudah dibilang kalau kau harus banyak istirahat" Amee gantian mengomel pada Manda
"Maaf, ini adalah hari terakhirku masuk kampus" Manda menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang dimarahi ibunya
__ADS_1
Akhirnya setelah Amee puas memarahi Manda, jam pelajaran sudah dimulai. Dosen datang dengan 2 gadis yang mengikutinya dari belakang.
"Siapa dia?" Tanya Manda
"Kau pikir aku tau?" Amee yang masih marah pada Manda hanya menjawab dengan ketus
"Selamat pagi anak-anak" ucap dosen yang bertugas hari ini
"Pagi pak" jawab semuanya
"Hari ini kita kedatangan mahasiswi baru, silahkan" dosen itu mempersilahkan 2 mahasiswi baru untuk mengenalkan diri
"Halo semuanya, namaku Carlisa Rosella Berliana, kalian bisa memanggilku Lisa" ucap mahasiswi cantik dengan kacamata yang hinggap dihidung mancungnya
"Namaku Krystal Christie, panggil aku Krys" ucap mahasiswi yang tak kalah cantik tapi penampilannya bad
"Baiklah, silahkan kalian memilih tempat duduk terlebih dahulu" ucap dosen itu
"Terimakasih" ucap mereka serempak lalu berpencar untuk mencari tempat duduk.
Pilihan Krys jatuh dibangku belakang Manda dan Amee, tepat didepan Nanda dan Romi. Disampingnya adalah murid paling introvert dikelas. Sementara Lisa duduk dibangku sebelah Manda dan Amee. Pelajaran pertama berakhir dan itu melegakan, kini mereka harus menghadapi jam kedua dimana dosen killer yang akan mengajar mereka. Saat sedang fokus mengajar, Romi tiba-tiba bersin.
"Mat1lah" gumam Romi
"Hey, siapa itu?" Tanya dosen killer itu
"S-saya" dengan ragu dan gemetar, Romi mengangkat tangannya
"Kau tau apa hukuman mahasiswa yang berisik saat pelajaran?" Dosen itu menurunkan kacamatanya dan menatap Romi tajam
"Saya tidak sengaja pak, saya hanya,,,"
BRAK
"Maaf pak" ucap Romi menunduk, malu
"Saya tanya lagi, Kau tau apa hukuman mahasiswa yang berisik saat pelajaran?" Ulang dosen killer itu lagi
"Menjawab 1 pertanyaan dari bapak" cicit Romi
"Kalau begitu jawab, siapa penemu kata bisnis?" Dosen itu tidak memikirkan pertanyaannya, dia hanya berucap apa yang ada dikepalanya dan itu membuat kepala Romi pening
"Bullsh1t" umpat Romi
"APA KAU BILANG?" bentak dosen itu
"Bulan sakit, pak" ucap Romi ngasal
Nanda yang disebelahnya, berusaha sukuat tenaga agar tidak tertawa. Lisa yang memperhatikan Nanda, diam-diam menarik kedua sudut bibirnya. Sementara dosen itu dibuat pusing lagi dengan ucapan polos Romi, jadi lebih memilih melanjutkan mengajar daripada meladeni Romi yang akan membuatnya tambah pusing. Jam kedua berakhir dan kini saatnya mereka masuk diwaktu istirahat pertama. Lisa menghampiri Nanda di mejanya, Nanda sedang sendirian karena Romi sudah dipanggil diruang dosen killer itu untuk menerima hadiah. Tanpa disuruh, Lisa duduk dibangku Romi.
"Hai,, aku Lisa" ucap Lisa mengulurkan tangannya
"Nan, gak ke kantin?" Manda datang dan menatap Lisa yang menyorot tajam ke arahnya
"Iya" jawab Nanda menutup buku yang dia baca lalu berdiri
"Tunggu, kita belum kenalan" Lisa mencegah dan kembali mengulurkan tangan ke arah mereka
"Mutia Amanda Elfachra, kau bisa memanggilku Manda" Manda yang merasa tidak enak karena Nanda tidak mau menerima uluran tangan Lisa pun membalas uluran tangannya
"Ya" Lisa buru-buru menarik tangannya lalu diulurkan lagi pada Nanda "kalau dirimu?" Ucap Lisa lagi
__ADS_1
"Ayo pergi" Nanda menarik tangan Manda pelan menjauh dari Lisa
"Dasar ******, dia hanya mau padamu karena kau mengandung anaknya" gumam Lisa menatap benci pada Manda
Dari kejauhan, Manda dan Nanda melihat Amee yang berusaha berkenalan dengan Krys.
"Ayolah Krys, niatku baik, aku hanya ingin berteman" ucap Amee
"Apa kau tidak punya teman, sehingga harus menggangguku?" Tanya Krys dingin dan ketus
"Ada temanku, tapi aku ingin mengenalkanmu pada mereka" ucap Amee masih memaksa
"Tidak, masih banyak mahasiswi dikampus ini yang bisa kau siksa" Krys mulai kesal pada Amee yang terkesan memaksa
"Hai Amee" Manda datang dan duduk didepan Krys
"Pakaian yang bagus" Krys memuji pakaian Manda yang kali ini, gamis Navy dengan hijab dan cadar yang senada, serba gelap- warna kesukaannya
"Terimakasih, namaku Mutia Amanda Elfachra, kau bisa memanggilku Manda" Manda mengulurkan tangannya
"Krystal Christie, panggil aku Krys" Krys menerima uluran tangan Manda dengan senang hati
"Kau dengan mudahnya berteman dengan sahabatku, tapi untuk berteman denganku?!,," Amee tidak habis pikir dengan Krys
"Karena aku memang mengenalnya" ucap Krys
"Sungguh?" Manda dan Amee serempak terkejut
"Ini pesananmu" Nanda datang dan memberikan makanan pesanan Manda
"Terimakasih" ucap Manda yang dibalas anggukan oleh Nanda
"Senang bertemu denganmu Nanda Elfachra" ucap Krys yang membuat Nanda menghentikan aktivitasnya
"Kau mengenalku?" Tanya Nanda
"Yup, kau Nanda kan?" Krys memastikan
"Iya" jawab Nanda datar
"Bagaimana ceritanya kau bisa mengenal kami Krys?" Manda masih bingung tidak bisa menahan untuk tidak bertanya
"Karena kalian sepupuku" jawab Krys
"Hah?" Manda dan Nanda yang sedang makan, tersedak jadinya
"Tenanglah" ucap Krys
"Darimana kau tau?" Tanya Nanda
"Dari marga kalian, apa kalian lupa kalau kita dulu pernah bertemu diKorea 5 tahun lalu?" Tanya Krys yang dibalas gelengan oleh kedua orang didepannya ini
"Sungguh kita bertemu?" Tanya Manda penasaran
"Ya,, ibuku adalah kakak dari Paman Alvaro, kita hanya kenalan waktu itu, belum akrab, aku saja hanya ingat marga ibuku dinama kalian,, Elfachra" Krys menjelaskan
"Owh, kalau begitu, kita bisa akrab mulai sekarang" ucap Manda semangat
"So,, dunia sempit ternyata" Amee yang dari tadi hanya menyimak akhirnya buka suara
"Haha,, baiklah, karena kau sahabat sepupuku, kita berteman mulai hari ini" Krys mengulurkan tangannya pada Amee
__ADS_1
"Ya,, seharusnya begitu" Amee membalas uluran tangan itu