SKY PATH

SKY PATH
mamanya Arkan


__ADS_3

Setelah hari yang melelahkan, Arkan pulang ke rumah. Lance sudah pulang ke rumahnya, jadilah Arkan sendiri dirumah megah itu. Rasanya sepi, Tidak ada papa dan Lance. Benar-benar kosong, hanya ada Arkan dan pelayan. Arkan duduk dibalkon dan menyalakan rokok, Arkan bukan orang yang kecanduan merokok, hanya saja kalau lagi banyak masalah yang menggangu pikirannya, dia lampiaskan dengan merokok sendirian ditempat yang sepi dan damai. Arkan mendonga, menatap langit yang penuh dengan bintang.


"Mama,, mama apa kabar? Mama ada temen baru sekarang, bunda udah nyusul mama, Arkan resmi gak punya ibu sekarang" tak terasa, air mata Arkan kembali jatuh, mengingat kalau sosok ibu yang selalu dia harapkan sudah pergi dan tak akan kembali. "Jutaan bintang itu menggambarkan jutaan perasaan rindu Arkan buat mama, Arkan tidak tau bagaimana wajah mama, Arkan gak pernah ngerasain cinta dan kasih sayang mama, tapi biarpun gitu, Arkan tetap rindu mama, jujur Arkan tidak menyayangi mama seperti anak menyayangi ibunya, tapi Arkan rindu mama, Arkan gak pernah jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta, cewek yang Arkan cintai jauh ma,, mama bisa sampein cinta Arkan ke cewek itu gak ma? Haha Arkan lucu ya ma,, ngobrol sendiri sama angin" Arkan menertawakan dirinya dengan miris


Malam ini bulan purnama, jadi walaupun sudah larut, malah terlihat seperti subuh. Cahaya rembulan cukup menyilaukan untuk Arkan, tapi Arkan suka memandanginya.


"Arkan" terdengar suara yang sangat lembut memanggil Arkan


"Siapa?"


Arkan menoleh dan mendapati seorang gadis yang sangat cantik bak bidadari, sebagai laki-laki normal Arkan terpesona dengan kecantikannya. Arkan menatap gadis itu dari atas sampai bawah, sangat cantik menggunakan dres dibawah lutut berwarna hijau tosca. Arkan bahkan baru tau kalau ada manusia secantik ini, apa memang dia bukan manusia?


"Arkan" panggilnya lagi


"S-siapa kau?" Tanya Arkan dengan suara gemetar, jantungnya jangan ditanya, sudah berdetak cepat sampai mau copot


"Kemarilah Arkan" wanita itu meregangkan tangannya


"Siapa?" Arkan gelagapan


"Peluk mama, Arkan" Jessica Anastasya namanya, dia adalah istri tuan Mario Alaxarryyan, ibu kandung Arkan Alaxarryyan Pratama


"Mama?" Arkan tidak tau mau bagaimana, mamanya sudah meninggal, jadi ini siapa?


"Waktu mama tidak banyak Arkan, kemarilah" ucap Jessi


"Ini, beneran mama?" Jujur saja, Arkan takut, untuk pertama kalinya dia melihat arwah


"Kemarilah sayang" ucap Jessi lagi


"Arkan gak mati kan sekarang?" Arkan mulai ngelantur, apa dia gila saat ini? Atau memang benar dia sudah meninggal?


Karena kesal anaknya tidak menghampirinya, akhirnya Jessi yang menghampiri Arkan dan memeluk putranya itu. Tubuh arkan merinding, tapi dia tetap membalas pelukan itu. Untuk pertama kali Arkan merasakannya, jadi begini rasanya dipeluk seorang ibu? Sangat nyaman dan tenang. Arkan meneteskan air mata harunya, selama ini dia tidak mempunyai foto ibunya jadi dia tidak tau bagaimana wajah ibunya, tapi sekarang? Dia menatapnya langsung. Sungguh mengharukan.


"Mama apa kabar?" Arkan tidak tau mau bertanya apa, canggung dan takut bercampur jadi satu

__ADS_1


"Baik, anak mama ini gimana kabarnya? Sakit hati sama perempuan?" Goda Jessi


"Tidak ma,, mama kangen Arkan?" Arkan mengusap air matanya dan menatap ibunya itu begitu dalam dan tangannya masih stay memeluk pinggang Jessi


"Tidak" jawab Jessi


"Kenapa begitu?" Arkan menaikkan sebelah alisnya


"Karena mama sudah melihat Arkan setiap hari" jawab Jessi membelai wajah anaknya


"Curang, Arkan tidak melihat mama setiap hari, Arkan juga mau" ucap Arkan kesal


"Anak mama udah besar jangan ngambekkan" Jessi mengacak rambut Arkan


"Sering-seringlah datang ke mimpi Arkan ma,, Arkan kangen mama" ucap Arkan


"Mama usahakan ya sayang" ucap Jessi lembut


"Harus pokoknya" ucap Arkan memaksa


"Mama tau orang yang aku suka?" Tanya Arkan


"Arkan lupa kalau Arkan tadi curhat sama mama?" Goda Jessi


"Ahh mama,, itu,,," Arkan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Tidak apa Arkan, mama merestui kalian" ucap Jessi


"Serius ma?" Tanya Arkan


"Ya,, dia wanita baik" ucap Jessi


"Mama tau? Namanya siapa ma?" Tanya Arkan antusias


"Rahasia" ucap Jessi

__ADS_1


"Mama gak asik" ucap Arkan


"Haha Arkan, anak mama udah gede aja" lagi-lagi Jessi mengacak rambut Arkan, walaupun harus menjinjit karena tinggi anaknya ini melebihi tingginya


"Arkan gak mungkin kecil terus ma" ucap Arkan


"Iya,, jaga diri Arkan baik-baik ya sayang, mama sayang banget sama Arkan, mama pamit" ucap Jessi


"Mama stay disini aja, jangan pergi lagi" jujur, Arkan tidak rela mamanya pergi lagi


"Mama harus pergi sayang, nanti mama usahakan buat datang ke mimpi Arkan" Jessi membelai pipi Arkan dengan lembut dan Arkan menutup matanya untuk merasakan usapan lembut sang mama


"Boleh Arkan cium mama?" Tanya Arkan meminta izin


"Ga perlu izin sayang" ucap Jessi tertawa


Arkan menunduk dan mencium kedua pipi mamanya secara bergantian dan berulang-ulang.


"Sudah,, sekarang giliran mama" jesi menakup pipi Arkan dan mencium kening Arkan dengan durasi yang cukup lama "mama pergi ya" sebelum pergi, Jessi memberikan pelukan super hangatnya untuk Arkan


Perlahan tapi pasti, tubuh Jessi memudar dan akhirnya menghilang.


"Makasih untuk waktu singkatnya ma" Arkan memandangi langit sebentar lalu berjalan masuk ke dalam.


Jam menunjukkan pukul 2 dini hari tapi Arkan belum bisa tidur. Arkan memutuskan untuk ke kamar papanya, siapa tau menemukan foto mendiang mamanya disana untuk disimpan. Arkan menemukan buku diary milik papanya. Memang terkesan tidak sopan, tapi rasa penasaran Arkan cukup tinggi hingga dia berani membuka buku itu. Saat ditengah-tengah buku itu, Arkan menemukan selembar foto sang mama. Cantik. Foto namanya memakai gaun pernikahan. Lantas Arkan membaca pesannya.


Selamat tinggal istriku


Selamat beristirahat


Aku akan menjaga anak kita


Dia sangat mirip denganmu, terimakasih atas hadiah terakhirmu. Jujur saja kalau aku tidak masalah kalau tidak punya anak bersamamu. Maaf karena awalnya aku meminta seorang anak padamu, karena aku tidak tau kalau ternyata kau mengidap penyakit s1alan itu. Kau juga keras kepala dulu ingin mempertahankan Arkan dalam perutmu, padahal kita bisa menggugurkan kandunganmu dan kau tidak akan sampai meninggal. Tapi sudahlah, semua sudah terjadi, aku juga salah disini. Tapi, andai aku bisa memutar waktu, aku lebih memilih memaksamu untuk menggugurkan kandunganmu. Kandungan itu membuatmu lemah, kau tetap memaksa mempertahankan kandunganmu, hingga pada akhirnya kau meninggal saat akan melahirkan. tapi puji tuhan, perjuanganmu tidak sia-sia, kau berhasil mempertahankan malaikat kecil kita yang aku beri nama Arkan Alaxarryyan Pratama. Dia akan menjadi lelaki kuat karena mamanya juga orang kuat, dan akan aku pastikan dia mendapat segalanya dariku, aku menganggapnya sebagai kenangan terakhirmu.


Hancur. Hancur hati Arkan mengetahui alasan mamanya meninggal, ternyata gara-gara mengandung dirinya? Astaga, fakta mengerikan apa lagi ini? Papanya bilang kalau mamanya meninggal karena kecelakaan, tapi disini tertulis mamanya meninggal karena mengandung dan melahirkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2