
"haha kamu bisa aja bercandanya"
Manda berucap sambil tertawa, berharap Arkan juga ikut tertawa bersamanya. Nyatanya, Arkan hanya diam dan menatap Manda serius. Ini pertama kalinya Manda ditatap seserius ini sama Arkan. Hanya satu yang bisa Manda simpulkan dari wajah Arkan tapi tidak berani mengungkapkan. Serem. Wajah Arkan kalau sudah mode serius seperti ini sangat menyeramkan untuk Manda.
"S-s serius?" Tanya Manda ragu, mulai ada rasa takut yang menyelimuti dirinya
Arkan menghela nafas panjang lalu menganggukkan kepalanya "Maaf sayang" Arkan mengubah tatapannya menjadi penuh bersalah pada Manda
"Ar, aku ngga suka dibercandain" ucap Manda menggeleng, dadanya mulai naik turun dengan nafas memburu
"Sayang, maaf" Arkan mendekat dan hendak menyentuh tangan Manda
"Jangan menyentuhku!! Jangan" ucap Manda dengan suara bergetar sambil menepis kasar tangan Arkan
"Sayang, maafkan aku" ucap Arkan menempelkan kedua tangannya didepan dada
"Kau,,, kau BRENGSEK ARKAN!!!" Manda berteriak histeris sambil meremas hijabnya dengan kuat
"maaf" Arkan kembali berusaha meraih tangan Manda lagi tapi langsung ditepis oleh siempunya
"AKU BILANG JANGAN MENYENTUHKU!!! AKU BENCI PADAMU ARKAN!! APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN NASIBKU SAAT ITU?! AKU HANCUR! HANCUR SENDIRIAN DAN KAU TAK ADA DISISIKU, aku benci kau Arkan!!" Ucap Manda berdiri dan berjalan mundur karena Arkan masih berusaha mendekatinya
"Sayang,, maaf" ucap Arkan, entah kenapa air matanya menetes kali ini, apa Arkan secengeng ini sekarang?
"Jangan mendekatiku, SIALAN!!!" Ucap Manda berteriak memaki Arkan
Arkan seolah tidak mau menyerahkan lagi, dia merapatkan tubuh Manda pada tembok dan mengunci pergerakan Manda.
"Aku mohon, maafkan aku" ucap Arkan, kali ini dia berjongkok didepan Manda dengan tangan tetap bisa mengunci pergerakan Manda
Walaupun Arkan berjongkok, tinggi Arkan masih sebahu Manda. Entah Arkan yang terlalu tinggi atau Manda yang terlalu pendek.
"Aku mohon sayang,, maaf, maafkan aku" ucap Arkan mencium lembut tangan Manda
"Kau jahat" ucap Manda berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arkan
"Iya aku jahat, dan aku janji, aku tidak akab menjahatimu lagi" ucap Arkan semakin mengeratkan genggamannya
Manda tidak menjawab, dia hanya bisa menangis. Manda sama sekali tidak pernah menyangka ataupun membayangkan kalau Arkan adalah orang yang mengambil kehormatannya dulu. Arkan berlahan berdiri dan membawa Manda ke dalam pelukannya.
"Maaf sayang" gumam Arkan
Tidak ada kata lain yang bisa diucapkan Arkan kecuali maaf. Arkan memeluk erat tubuh kecil yang hanya memiliki tinggi sebatas dadanya itu.
"Maafkan aku Nda, aku mohon, jangan meninggalkanku" ucap Arkan mengeratkan pelukannya
Manda tidak membalas juga tidak menolak. Manda hanya diam, mencium aroma Arkan yang dulu pernah membuatnya ngidam sampai rela mengacak-acak kamar Nanda. Arkan melerai pelukannya dan mengambil tangan Manda untuk digenggamnya.
"Manda,, aku mencintaimu, sungguh, aku tulus mencintaimu, aku tidak tau dengan apa alasan aku mencintaimu tapi percayalah, aku takut kehilanganmu, aku akan menjadi egois jika kau tetap memaksa meninggalkanku, aku mohon Nda, jangan meninggalkanku, apapun yang terjadi" ucap Arkan dengan serius. Matanya sudah kembali berair dan mulai membanjiri pipinya kembali
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu" balas Manda
"Jadi,, kau tidak akan meninggalkanku kan?" Tanya Arkan
Manda menggeleng "Arkan, aku mau izin padamu" ucap Manda
"Untuk apa?"
Plak
"Untuk menamparmu, sudah sejak lama aku sangat ingin menghajar pria yang sudah merusakku, tapi aku juga bersyukur, karena berkatnya aku jadi memiliki buah hati yang baik dan pengertian padaku" jawab Manda
Arkan tidak marah, dia justru tertawa dan kembali membawa Manda ke dalam pelukannya.
"Kau mau menghajarku? Aku serahkan tubuhku padamu, kau bebas menghajarku sepuasmu asalkan kau jangan meninggalkanku" ucap Arkan
Manda hanya tersenyum tipis lalu membalas pelukan Arkan tak kalah erat. Karena hari sudah sangat larut, mereka memutuskan untuk menginap dihotel. Entah sedang apes atau beruntung, kamar dihotel itu hanya tersisa satu kamar. Mau mencari hotel lain, tapi malah hujan. Terpaksa Arkan dan Manda harus sekamar.
"Jangan tidur denganku" ucap Manda mendorong Arkan yang baru naik ke atas ranjang
"Lalu,,, aku tidur dimana?" Tanya Arkan memelas
"Itu ada sofa" ucap Manda menunjuk ke arah sofa dikamar mereka
"baby" Arkan menatap Manda penuh permohonan, dia inginkan tidur dengan memeluk Manda
"Hmm baiklah, tapi kita nonton dulu gimana?" Tanya Arkan
"Nonton apa lagi? Sudah larut, cepat tidur" ucap Manda
"Baru jam 10. Aku ini insomnia, sayang. Jadi tidak bisa tidur jam segini" ucap Arkan, berbohong untuk kebaikan tidak apa kan? Kebaikan untuk dirinya sendiri tentunya.
"Lalu bagaimana agar kau bisa tidur?" Tanya Manda
"Elus kepalaku dengan lembut sambil aku memeluk tubuhmu" ucap Arkan
"Anjir ngelunjak" ucap Manda geram
"Ayolah sayang, apa salahnya? Kita sudah tunangan dan sebentar lagi menikah, kalau kau hamil lagi juga aku akan tanggung jawab" ucap Arkan
"Kau mau membuatku hamil lagi?!" Pekik Manda
"Tidak,,, ayo baring sini, aku hanya mau memeluk calon istriku saja" ucap Arkan
Manda mendesah kasar lalu ikut berbaring disamping Arkan. Arkan langsung memeluk Manda lalu mengarahkan tangan Manda ke rambutnya.
"Usapkan, aku melihat kau menidurkan Arga dengan mengusap kepalanya saja. Aku juga ingin merasakannya" pinta Arkan
Entah kenapa Manda tak bisa menolak permintaan Arkan ini. Dengan perlahan dan lembut Manda mengusap rambut Arkan. Hingga terasa nafas beraturan dari Arkan yang sudah terlelap. Manda ikut memejamkan matanya dan menyusul Arkan ke alam mimpi. Pagi harinya, Manda dan Arkan sudah sampai dimansion Elfachra.
__ADS_1
"Mommy,,, daddy,,," Argatha dengan semangat menghampiri dan langsung digendong oleh daddynya
Setelah ngobrol sebentar, Arkan mengikuti Nanda yang tadi bilang ingin bertanya sesuatu.
"Jadi bagaimana?" Tanya Nanda to the point
"Gue dah kasihtahu Manda, awalnya Manda marah, tapi pelan-pelan gue berhasil membujuknya" jawab Arkan
"Jadi pernikahan kalian lanjut?" Tanya Nanda
"Tentu saja" jawab Arkan
"Kapan?" Tanya Nanda lagi
"Insya Allah bulan depan" jawab Arkan
"Gue cuma bisa doain yang terbaik buat kalian" ucap Nanda
"Thanks" ucap Arkan
"Kenapa lo mau nikahin Manda?" Tanya Nanda
"Karena gue cinta sama Manda dan mau melindungi Manda dan Arga. and btw, Manda dulu emang suka mabuk ya?" Tanya Arkan hati-hati
"Maksud lo?" Tanya Nanda, apa selama ini Manda minum-minum di belakangnya?
"Pas gue tidurin dia, itu dia lagi dalam pengaruh alkohol yang kuat" jawab Arkan
"Manda dijebak" ucap Nanda.
"sama siapa?" Tanya Arkan
"Sahabat bullsh1tnya" jawab Nanda kesal saat mengingat Della
"Siapa?" Tanya Arkan lagi
"Della, tapi sekarang dia udah mati" jawab Nanda
"Della Utami?" Tanya Arkan
"Ya, lo kenal?" Tanya Nanda balik
"Gue tiap hari diteror ama dia" jawab Arkan kesal
"Teror gimana?" Tanya Nanda penasaran
"Semenjak orang tuanya Della bilang kalau kami dijodohkan, 24 jam gue kagak bisa tenang karena Della selalu ngirim chat atau neleponnya " ucap Arkan
Arkan dan Nanda mendadak menghibahkan tentang kebusukan almarhum Della.
__ADS_1