SKY PATH

SKY PATH
kejutan bertubi-tubi


__ADS_3

Siang harinya, Manda sudah siap dengan keranjang kecil berisi kue ditangannya. Manda merapikan hijabnya sebentar sebelum pergi ke kantor Arkan dengan diantar sopir pribadinya.


"Mau kemana sih kak? Aku penasaran nih" ucap Bulan, dari tadi dia terus mendesak Manda agar memberitahu tujuannya


"Mau ke kantor calon suami" jawab Manda


"Iya siapa?" Tanya Bulan kesal, dari tadi dia tidak mendapatkan jawaban yang pasti


"Nanti kau juga akan tau saat aku menikah dengannya nanti" jawab Manda


"Manda sudah dilamar tapi masih merahasiakan identitas calonnya, menyebalkan" ucap Krys


"Iya nih, kak Manda ngga asik" ucap Bulan


"Titip Gatha ya" ucap Manda lembut


"Sepertinya aku tau siapa calon suamimu" ucap Romi menuruni tangga


"Siapa?" Tanya Krys dan Bulan bersamaan


"Rahasia, kalian tidak mengenalnya" jawab Romi


"Setidaknya kami bisa mencaritahu tentangnya" ucap Krys


"Kak Krys benar" ucap Bulan


"Sudahlah, aku pergi dulu, bye" ucap Manda melambaikan tangannya dan mengecup singkat kening Argatha


"Hati-hati mom" ucap Argatha


"Makasih Arga"


Manda pun keluar mansion dan masuk ke dalam mobilnya. Mobil melesat dijalanan, semakin dekat dengan kantor Arkan, dia semakin degdegan saja. Manda sampai senyum-senyum sendiri dibalik cadarnya saat mengingat wajah tunangannya itu.


"Makasih ya pak" ucap Manda turun dari mobil


"Bapak tunggu diparkiran ya non" ucap sopir Manda


"Tinggal aja pak, nanti saya telepon" ucap Manda


"Oh baik non" sopir Manda itu mengangguk patuh


Manda masuk ke dalam kantor Alaxarryyan's Group yang tidak jauh beda dari kantor papanya dulu. Karena ini yang pertama untuk Manda, Manda bertanya pada resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya resepsionis itu dengan ramah


"Apa tuan Arkan ada?" Tanya Manda


"Tuan Arkan ada didalam ruangannya nona" jawab resepsionis itu


"Bisa saya menemuinya sekarang?" Tanya Manda lagi


"Apa sebelumnya anda sudah buat janji nona?" Tanya balik resepsionis itu


"Tidak" jawab Manda menggeleng


"Biar saya hubungi tuan Arkan dulu" ucap resepsionis itu bersiap menghubungi Arkan


"Tunggu,,, jangan, saya mau memberikan kejutan untuknya" ucap Manda menghentikan kegiatan resepsionis itu


"Kejutan?" Beo resepsionis itu bingung, apa bosnya ulang tahun hari ini?


"Saya tunangannya" jawab Manda


"Boleh saya lihat KTP anda nona?" Tanya resepsionis itu menyodorkan tangannya


"Baik" Manda mencari KTP didalam tasnya dan menyodorkannya pada resepsionis itu


"NONA ELFACHRA?!!" pekik resepsionis itu tak percaya mengundang perhatian para karyawan lain disana


"Dimana? Aku sangat ingin bertemu dengannya" ucap salah satu karyawan laki-laki disana


"Maaf, bisa saya bertemu Arkan sekarang?" Tanya Manda


"B-baik, anda naik lift itu nona, itu lift para petinggi perusahaan, ruangan tuan Arkan ada dilantai paling atas" jawab resepsionis itu mendadak grogi


"Terimakasih"


Manda berlalu darisana setelah mengambil kembali KTPnya. Manda berjalan dengan anggun mengabaikan tatapan para karyawan Arkan yang masih shock melihatnya. Saat sampai dilantai paling tinggi, Manda sedikit bingung karena disana ada dua pintu ruangan yang berbeda.


"Maaf, ruangan tuan Arkan yang mana?" Tanya Manda pada OB yang kebetulan sedang menyapu didepan lift


"Yang itu nona" jawab OB itu menunjuk ke arah salah satu pintu ruangan


"Terimakasih"


Manda berlalu dan mengetuk pintu yang ditunjuk OB tadi. Jantungnya semakin berdebar kencang menunggu respon orang didalamnya.

__ADS_1


"Masuk" terdengar suara Arkan dari dalam


Setelah mendapatkan izin, Manda perlahan membuka pintunya dan masuk ke ruangan Arkan.


"Assalamualaikum" ucap Manda


"Waalaikum,,, salam" Arkan menyahut dengan ekspresi yang tak bisa digambarkan, antara terkejut dan senang


"Lagi sibuk?" Tanya Manda


"Ng-ngak kok, ayo duduk" ucap Arkan gugup, dia berdiri dan menuntun Manda duduk disofa yang ada diruangannya


"Ngga usah dituntun juga, aku bukan Arga" ucap Manda terkekeh


"Memang bukan, tapi yang lebih spesial yaitu mommynya" ucap Arkan


"Gombal" ucap Manda perlahan duduk disofa panjang


"Beneran sayang" ucap Arkan ikut duduk disamping Manda


"Jangan diliatin terus" ucap Manda salting


"Kenapa?" Arkan malah bingung


"Malu" cicit Manda menundukkan kepalanya


"Kenapa kamu ngga bilang kalau mau ke sini, hmm? Kalau bilang kan bisa aku jemput" ucap Arkan


"Sengaja, mau ngasih kejutan, aku bawa kue buat kamu" ucap Manda mengeluarkan satu kue dari keranjang kecil yang dia bawa


"Suapin" ucap Arkan manja


"Manja banget" cibir Manda tapi tetap menyuapi Arkan dengan sayang


"Hmm,, enak banget, beli dimana?" Tanya Arkan setelah menelan kue itu


"Aku bikin sendiri" ucap Manda kembali tertunduk malu


"Calon istriku ini ternyata pinter masak, suapin lagi sayang" ucap Arkan


Manda pun tersenyum senang dibalik cadarnya. Manda mengambil satu potong kue lagi lalu menyuapkannya pada Arkan.


"Kan, nih ada berkas yang,,,, harus lo tanda,,, gajadi deh, lanjut aja" ucap Lance terbata-bata karena tak sengaja memergoki Arkan yang sedang suap-suapan dengan Manda


"Ck, ganggu aja si jomblo" gerutu Arkan


"Udah nggapapa, cuma Lance aja" ucap Arkan menyingkirkan tangan Manda yang menutupi mata indahnya.


Manda kembali menyuapkan kue buatannya pada Arkan. Jam 2 siang, Manda memutuskan untuk pulang karena mengingat Arkan harus kembali berkerja. Arkan bersikeras ingin mengantarkan Manda pulang, awalnya Manda menolak tapi karena Arkan memaksanya jadilah dia menyetujui tawaran Arkan. Arkan bahkan merangkul Manda selama perjalanan menuju mobilnya, mengabaikan tatapan para karyawati yang patah hati melihatnya.


"Minggu depan, kamu datang kesini ya, Arga ulang tahun yang ke 4" ucap Manda saat mereka sudah sampai dimansion


"Tentu saja aku akan datang" jawab Arkan


"Aku tunggu" ucap Manda


"Tentu sayang"


~o0o~


Terapi Amee sudah selesai, dokter Fani terpaksa menyuntikkan obat bius karena saat bangun, Amee malah memberontak dan akan menyerangnya.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Nanda saat memasuki kamar tempat Amee terapi


"Kacau, masa lalunya terlalu kelam untuk dilupakan dengan sendirinya" jawab dokter Fani


"Masa lalu?" Beo Nanda


"Iya, dulu,,," dokter Fani menceritakan apa yang dikatakan Amee tadi


"Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya?" Tanya Nanda


"Aku akan meresepkan obat untuknya, untuk sementara dia tidak bisa bertemu dengan orang tuanya dulu, lingkungannya sangat mempengaruhi kesehatan mentalnya, jadi tolong pastikan lingkungannya tenang dan jangan biarkan dia sendiri" ucap dokter Fani


"Baiklah, aku mengerti" ucap Nanda


"Aku permisi dulu" ucap dokter Fani beranjak dan meninggalkan Nanda dan Amee yang masih dalam pengaruh obat bius.


"ARGHH BUKAN,,,  BUKAN AKU PELAKUNYA,,, BUKAN,,, TOLONG!!!" Amee kembali menjerit histeris dan gelisah dalam tidurnya


"Amee, sadarlah" ucap Nanda berusaha membangunkan Amee


"ARGH!!!" Amee langsung membuka matanya dan menatap sekeliling dengan nafas memburu


"Amee" panggil Nanda


"Aku takut" ucap Amee dengan suara bergetar

__ADS_1


"Tenanglah, ada aku disini" ucap Nanda


"Jangan meninggalkanku" ucap Amee berhambur ke pelukan Nanda "aku mohon, biarkan seperti ini dulu" ucap Amee menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Nanda


Nanda tidak berbuat lebih, dia hanya membiarkan Amee memperlakukannya sesuka hati asal tidak berlebihan. Nanda dan Amee sudah keluar dari tempat praktek dokter Fani dengan beberapa obat yang harus Amee konsumsi. Tak lupa juga setiap bulan mereka harus kembali untuk terapi selanjutnya. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju mansion.


"Nan,," panggil Amee


"Hmm" Nanda hanya membalasnya denga deheman


"Kenapa kau membantuku?" Tanya Amee


"Maksudmu?" Nanda tak mengerti


"Aku termasuk tipe orang yang mudah baper, kau tidak takut aku akan mengejarmu?" Tanya Amee


"Aku hanya membantumu sebisaku Amee, jangan baper padaku, aku hanya temanmu" jawab Nanda


"Justru karena kau temanku, aku bisa saja baper padamu" ucap Amee


"Kalau begitu anggap aku kakakmu" jawab Nanda


"Memangnya boleh?" Tanya Amee, dari dulu inilah yang dia inginkan, memiliki seorang kakak yang pengertian seperti Nanda


"Boleh, asal kau tidak berlebihan" jawab Nanda


"Makasih Nan,, aku bahagia dengan ini" ucap Amee dengan senyuman manis menghiasi wajah cantiknya


"Jangan merasa sendiri Amee, kami selalu ada untukmu" ucap Nanda


"Terimakasih" ucap Amee tulus


"Everything for you (Segalanya untukmu)" ucap Nanda membalas senyuman Amee


~o0o~


Malam ini, Lance menginap dimansion Arkan karena Arkan bilang ingin cerita sesuatu padanya.


"Kau mau cerita apa?" Tanya Lance


"Menurut lo kapan waktu yang tepat gue nikah?" Tanya Arkan


"Terserah lo, yang pasti jangan bulan ini" jawab Lance


"Kenapa?" Tanya Arkan menaikkan sebelah alisnya


"Ndadak bego" ucap Lance


"Hmm, minggu depan ulang tahunnya Arga, gue Ngado apa yak?" Tanya Arkan lagi


"Mainan aja, anak seusianya lagi demen-demennya ama robot-robotan" jawab Lance


"Hmm oke" jawab Arkan


"Lo kagak curiga ama bapaknya Arga?" Tanya Lance


"Kagak" jawab Arkan


"Minimal lo penasaran gitu?" Tanya Lance lagi


"Kagak, buat apa?" Arkan malah bertanya balik


"Ck" Lance berdecak kesal lalu mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Manda tanpa cadar "lo kenal gak sama dia?" Tanya Lance


"Lho, inikan cewek yang gue tidurin beberapa waktu lalu" jawab Arkan terpekik kaget


"SERIUS LO, GILA?!"  Tanya Lance berteriak kencang membuat Arkan mengusap-usap telinganya yang terasa berdenyut


"Iyalah, cakep tapi dia yang ngambil keperjakaan gue yang seharusnya buat Manda" jawab Arkan


"LAH, INI MANDA, BEGO!!" Teriak Lance lagi


"ANJIR BENERAN COK?!" Tanya Arkan ikut berteriak


"BENERLAH ANJIR, gila lo nidurin cewek berpengaruh kayak dia" ucap Lance


"Gue kagak tau, sumpah dah" ucap Arkan


"Berarti Arga itu,,,," Lance menggantung ucapannya


"ANAK GUE!!!!"


"KECEBONG LO!!!!"


Arkan dan Lance berteriak secara bersamaan membuat kaca jendela mansion serasa bergetar. Para pelayan hanya bisa mengelus dadanya karena kaget dengan pekikan majikan mereka.


"Astaghfirullah, tadi siang dikasih kejutan ama Maknya dan sekarang dikasih kejutan ama anaknya, kejutan bertubi-tubi ini mah"

__ADS_1


__ADS_2