SKY PATH

SKY PATH
tetap untukmu


__ADS_3

"wow suara mommy keren" Argatha bertepuk tangan dengan semangat


"Makasih Arga, lagu ini mommy nyanyikan buat Arga" ucap Manda membelai rahang kecil Argatha


"Makasih mom" ucap Argatha


"Sama-sama sayang,, Arga suka?" Tanya Manda


"Suka banget,, apalagi mommy yang nyanyi" ucap Argatha


"Itu lagu dari Indonesia sayang" ucap Manda


"Waw keren mom, mommy hafal semua lagu Indonesia?" Tanya Argatha


"Tidak semua" jawab Manda


"Kita kapan ke Indonesia mom? Arga mau lihat Indonesia juga" ucap Argatha


"Nanti ya,, tunggu daddy libur" ucap Manda


"Yeyy asikk, ini pertama kalinya Arga ke sana" ucap Argatha antusias


"Iya sayang, oh iya,, Arga emangnya tau arti lagu tadi?" Tanya Manda


"Tau mom" jawab Argatha


"Apa maksudnya?" Tanya Manda


"Lagu itu dinyanyikan orang tua untuk anaknya, dengan tujuan agar anaknya tidak sakit hati kalau dibentak orang tuanya karena itu semua demi anaknya juga, biar kebiasa untuk menghadapi dunia yang lebih keras dari bentakan itu, kita harus jadi anak yang kuat dan hebat, karena kami permata berarti kami berharga" ucap Argatha


"Masya Allah pinter banget anak mommy" Manda meletakkan gitarnya dan membawa Argatha ke dalam pangkuannya lalu memeluknya erat


"Arga sayang mommy" ucap Argatha memeluk leher mommynya


"Mommy juga sayang banget sama Arga" ucap Manda mencium pipi Argatha


Cup


Argatha balas dengan mencium bibir Manda. Tinggalkan Manda dan Argatha, kita beralih ke kampus dimana Nanda dan Amee tengah berbincang berdua.


"Dimana Krys dan Romi?" Tanya Amee


"Kau seperti tidak tau orang PDKT saja" ucap Nanda


"Ya baguslah, itu berarti Romi tidak mengejar Manda lagi" ucap Amee


"Apa kau bilang?" Nanda sama sekali tidak tau kalau selama ini Romi punya rasa pada adiknya


"Apa kau tidak menyadarinya? Romi itu menyukai, oh tidak menyukai tapi sudah ditahap mencintai Manda" ucap Amee


"Darimana kau tau?" Tanya Nanda


"Bahkan satu kampus sudah menyadarinya, dari Romi yang selalu menuruti apa yang diinginkan Manda, bahkan dia rela mengaku menjadi ayah Gatha waktu diIndonesia agar Manda tidak dicap buruk, bahkan sekarang Romi meminta Gatha untuk memanggilnya daddy, apa kau pikir itu semua wajar?" Tanya Amee


"Aku pikir, Romi hanya simpati pada Manda" ucap Nanda


"Itu lebih dari simpati" ucap Amee


"Tapi aku tidak bisa menyadarinya" Nanda memijat pangkal hidung mancungnya


"Oh sudahlah, setidaknya sekarang Romi sudah bersama Krys" ucap Amee


"Ya,, kau benar" ucap Nanda

__ADS_1


"Eumm Nan" panggil Amee ragu-ragu


"Ya?" Tanya Nanda


"Dimana aku bisa menemukan kenyamanan kembali?" Tanya Amee


"Apa maksudmu?" Nanda tak mengerti


"Disaat aku bersama Roy, aku selalu nyaman, tapi sekarang, aku tidak merasakannya lagi, hidupku kembali hampa,,, dimana aku bisa mendapatkan kenyamanan itu lagi?" Amee menjelaskan isi hatinya


"Apa kau merindukannya?" Pertanyaan singkat dari Nanda mampu membuat Amee terdiam


"Aku tidak tau, aku tidak merindukan Roy, tapi,, aku merindukan kenangan manis itu" ucap Amee


"Lupakan yang lalu Amee, kau bisa memulai yang baru" ucap Nanda


"Apa kau mau memulainya denganku?" Tanya Amee


"Hah?" Nanda tak tau harus menjawab apa, dia tau kemana arah bicara ini


"Bisa kita jalani dulu?" Tanya Amee lagi


"Amee, itu dosa" ucap Nanda


"Ada jenjang yang lebih serius Nan, bukankah kita sudah lama saling mengenal?" Tanya Amee


"Aku tidak bisa menikah sebelum Manda menikah" ucap Nanda


"Aku punya saudara laki-laki, sepertinya dia cocok bersama Manda" ucap Amee


"Aku tidak mau mengengkang Manda, biarkan dia memutuskan sendiri jalannya" ucap Nanda tidak setuju kalau harus menjodohkan Manda apalagi pada orang yang tidak dia kenali


"Maaf" gumam Amee menundukkan kepalanya


"Baiklah" ucap Amee kembali menatap Nanda


"Kau sudah hampir 2 tahun sendiri, apa kau masih belum bisa melupakan semuanya?" Tanya Nanda


"Aku sedang berusaha, tapi aku tak tau apa yang dilakukan pikiranku, aku masih mengingatnya sampai saat ini, padahal aku sangat ingin melupakannya" ucap Amee


"Kau tenanglah, kami disini selalu menemanimu, kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk bercerita" ucap Nanda


"Pasti, terimakasih Nan" ucap Amee


"Sama-sama" ucap Nanda


~o0o~


Setelah makan siang dan sholat Dhuhur, Manda dan Argatha istirahat tidur siang. Dalam tidurnya, Manda dan Argatha bermimpi berada disebuah taman yang sangat indah. Sepertinya taman ini tidak ada didunia. Manda sangat cantik menggunakan dress putih tanpa lengan dan panjang selutut, sangat beda jauh dari yang selalu dia pakai didunia nyata.


"Halo" ucap seseorang dari belakang mereka


"Dia siapa mom?" Tanya Argatha


"Arkan" gumam Manda


"Kemarilah" Arkan merentangkan tangannya, tanpa memperdulikan anaknya lagi, Manda berlari dan masuk ke dalam pelukan Arkan


"Aku merindukanmu" ucap Manda dalam pelukan Arkan


"Aku juga, bagaimana kabarmu?" Tanya Arkan melerai pelukan mereka


"Mom" Argatha menarik ujung dress yang dikenakan Manda

__ADS_1


"Iya sayang?" Manda mensejajarkan tingginya dengan Argatha


"Dia siapa?" Tanya Argatha menatap Arkan dan Manda secara bergantian


"Ini daddy, Arga" Arkan menggendong Argatha lalu memeluknya


"Daddy? Daddynya Arga?" Tanya Argatha antusias


"Iya sayang" Arkan mengecup pipi Argatha beberapa kali


"Arkan,," gumam Manda menatap Arkan yang mengedipkan sebelah matanya pada Manda


"Arga seneng banget sekarang punya daddy" ucap Argatha mencium pipi Arkan


"Sayang ngga sama daddy?" Tanya Arkan


"Sayang banget" ucap Argatha


Arkan mengecup singkat bibir Argatha sebelum menurunkannya, lalu Arkan menarik pinggang Manda sampai tubuh mereka bersentuhan.


"Arkan" gumam Manda gelagapan, posisi mereka saat ini sangat intim


"Yes baby" Arkan tersenyum manis ke arah Manda lalu menutup mata Argatha, mempelkan bibir mereka lalu Arkan ******* lembut merasakan bibir Manda yang terasa manis


Manda memukul-mukul dada Arkan saat perasa pasokan udaranya mulai menipis. Saat ciuman terlepas, Manda menatap Arkan dengan nafas tersengal-sengal. Arkan hanya tersenyum tanpa dosa.


"Mom,, dad,, Arga mau main itu" ucap Argatha menunjuk ayunan yang ada disana


"Yaudah, hati-hati ya" ucap Manda


"Yes mom" ucap Argatha lalu berlari meninggalkan kedua orang dewasa berbeda jenis kelamin itu


"Anak kita sudah besar" ucap Arkan


"Arkan,,," ucap Manda


"Apa? Aku benar,, aku sudah lama mencarimu sayang" ucap Arkan


"Aku merindukanmu" ucap Manda


"Aku lebih merindukanmu" ucap Arkan


"Tapi kita bertemu sekarang" ucap Manda


"Sama saja, aku masih merindukanmu" ucap Arkan memeluk Manda ke dalam dekapannya


"Aku selalu merindukan pelukan ini Arkan, aku merindukan perhatianmu, perhatian yang tulus dari hatimu" ucap Manda mengeluarkan apa yang dia pendam selama ini


"Sebentar lagi kau akan selalu dapat merasakannya sayang" ucap Arkan


"Aku ingin dirimu yang menjadi imamku" pinta Manda mendongak agar bisa menatap Arkan


"Aku hanya untukmu baby, aku akan menjadi imam sholatmu sebentar lagi" ucap Arkan menunduk dan mencium lembut kening Manda


"Meskipun kau sudah jauh sekarang?" Tanya Manda


"Aku tidak jauh baby, aku selalu dihatimu, begitupun denganmu, kau selalu dalam hatiku, meski jarak kita memisahkan, aku tetap untukmu" ucap Arkan


"Terimakasih Arkan, hatiku juga sepenuhnya untukmu, meski tubuh kita jauh, tapi hatiku tetap untukmu" ucap Manda


"Ya,, jauh atau dekat, itu sama saja, karena hati kita tetap bersama" ucap Arkan


"I Love You" Manda tersenyum manis ke arah Arkan

__ADS_1


"I Love you too" Arkan mencium dan ******* bibir Manda yang mulai saat ini menjadi candu untuknya


__ADS_2