
Keesokan harinya, Nanda dan Manda pergi ke sekolah mereka untuk mengambil ijazah. Ada banyak teman seangkatan mereka yang juga datang dengan tujuan yang sama.
"Siapa itu?"
"Aku dengar namanya kak Nanda, alumni yang lulus tahun kemarin"
"Lalu yang bercadar itu siapa?"
"Aku tidak tau, tapi sepertinya itu kak Manda"
"Lagi hamil?"
"Eh iya, perutnya besar gitu"
Begitulah bisikan-bisikan yang dapat didengar dengan jelas oleh Manda dan Nanda, tapi mereka sama sekali tidak peduli. Mereka terus berjalan menuju ruang guru, tidak sedikit siswa siswi yang menyapa mereka. Sesampainya disana, mereka harus menunggu seperti yang lainnya.
"Hai Nan, lama ngga ketemu" ucap Iqbal - teman sekelas mereka
Nanda hanya menyahut dengan deheman
"Ini Manda?" Tanya Iqbal menatap Manda
"Iya Bal" jawab Manda
"Wih lo berubah banget Nda,, eh tapi, lo lagi hamil?" Tanya Iqbal hati-hati saat tak sengaja matanya melirik perut Manda
"Iya Bal, udah 6 bulan" jawab Manda
"Hah? Kalau gitu,, gue siap jadi ayahnya" ucap Iqbal ngasal yang dihadiahi jitakan oleh Nanda
"Sembarangan lo" ucap Nanda
"Maaf Bal, tapi gue udah punya suami semenjak baru lulus" ucap Manda merasa tak enak hati
Mereka melanjutkan obrolan dengan perbincangan kecil tentang kehidupan selama kuliah. Sementara dimansion, Romi merasa bosan sendirian. Lalu Romi teringat kalau rumah sepupunya tak jauh dari sini. Alhasil Romi pergi ke rumah sepupunya itu dengan menggunakan salah satu mobil milik Nanda.
"Katanya kalian mau balik ke Kanada?" Tanya Mario
"Papa ngusir kami?" Arkan bertanya dengan satu alisnya naik
"Bukan gitu Arkan" ucap Mario berusaha memberi pengertian
"Apartemen kami kebakaran om, jadi tidak aman" ucap Lance
Yah,, saat baru akan berangkat ke Kanada, Arkan mendapatkan info kalau apartemen mereka terbakar karena terjadi ledakan dirumah warga yang ada disampingnya, alhasil apartemen itu ikut terbakar.
"Haha akan lucu sekali kalau kalian tidak tau dan kembali ke sana, sudah dipastikan kalian jadi gelandangan dinegri orang" ucap Mario terkekeh
"Tidak ada yang lucu, banyak korban jiwa disana" ucap Arkan sedatar ekspresi wajahnya
"Tumben kau memikirkan orang lain" goda Mario
"Sudahlah, aku mau istirahat" saat Arkan hendak berdiri dan pergi, pintu utama terbuka
"Hallo everyone"
"Romi?" Beo mereka serempak
"Kapan kau datang?" Tanya Lance
"Kemarin, aku ke Indonesia bersama temanku" jawab Romi
"Masuklah Romi" pinta Mario
__ADS_1
"Terima kasih uncle" Romi masuk ke dalam dan duduk disofa bersama mereka
"Jadi,, teman mana yang kau repotkan saat ini?" Tanya Arkan dingin
"Kau tidak berubah sama sekali ternyata" Romi terkekeh pelan
"Aku bertanya padamu" ucap Arkan
"Nanda dan Manda, teman kuliahku" jawab Romi
"Berapa lama Rom?" Kali ini Lance yang buka suara
"Kalian mengobrol lah dulu, saya mau ke ruang kerja" Mario pamit undur diri
"Satu minggu, jadi tersisa 6 hari lagi dari sekarang" jawab Romi
"Baguslah, jangan lama-lama, kasihan temanmu" ucap Arkan
"Hey,, apa kau punya dendam padaku?" Romi mulai kesal dengan sikap Arkan
"Entahlah" ucap Arkan kelewat santai
Astaga,, apa salah Romi sehingga dia harus punya sepupu modelan kulkas hidup seperti Arkan ini? Skip masalah Romi dan Arkan,, kembali ke sekolah. Hal paling tidak diinginkan Nanda terjadi saat ini, kenapa? Karena Manda kembali bertemu dengan Della.
"Hai udah lama banget" ucap Della memeluk Manda
"Iya,, kangen tau?" Manda membalas pelukan Della
"Lo bunting?" Tanya Della menatap Perut buncit Manda
"Eh iya,, ee udah nikah juga" Manda gelagapan sebenarnya, tapi dia berhasil menguasai dirinya
"Wihh bagus ya, nikah diem-diem gue ngga diundang" ucap Della kesal
"Ihh bener tapi ya undang gue" ucap Della
"Iya Dell" balas Manda
"Nan,, apa kabar?" Kali ini Della menatap Nanda
"Baik" jawab Nanda singkat
"Lo belum nikah juga?" Tanya Della
"Hmm" Nanda menjawab dengan deheman
"Lagi fokus kuliah ya?" Tanya Della lagi
"Iya" lagi dan lagi jawaban Nanda kurang membuat atau tidak membuat Della puas
"Ngga ada niatan pacaran Nan?" Tanya Della untuk ke sekian kalinya
"Gak" dan jawaban singkat Nanda untuk ke sekian kalinya
"Kenapa?" Tanya Della namun kali ini tidak mendapatkan respon apa-apa dari Nanda
"Dell, ke kantin yuk, udah lama juga ngga kesana" ucap Manda berusaha menghibur Della
"Hmm ayok" ucap Della
"Nda, gue ikut" bukan apa-apa, hanya saja Nanda ingin menjamin keselamatan Manda, apalagi saat ini adiknya itu tengah berbadan dua
"Yaudah ayok" ucap Manda
__ADS_1
Mereka pun ngobrol dikantin. Bukan mereka semua, hanya Manda dan Della. Nanda hanya menyimak sambil memainkan ponselnya.
"Jadi lo gagal lagi buat dapetin calon suami lo?" Tanya Manda
"Iya,, gue udah datengin dia,, tapi dia nolak gue mentah-mentah" jawab Della mendramatis mungkin
"Cihh bullsh1t" gumam Nanda mengumpati Della
"Brengsek banget jadi cowok, udah Dell, masih banyak cowok yang mau sama lo, lo itu cantik, nyaris sempurna tau ngga" ucap Manda
"Tapi sakit hati gue Nda" Della mulai menangis dalam dekapan Manda dan hal itu membuat Nanda muak
"Sabar, lo kan Strong women" Manda mengelus punggung Della sambil terus melontarkan kata-kata penyemangat
Sementara ditempat lain,,,
"JANGAN SENTUH!!" Pekik Arkan saat Romi hendak menyentuh anjing peliharaannya
"Katanya kau sudah masuk islam, terus kenapa kau masih merawat Doggy?" Tanya Romi mulai mengelus-elus kepala anjing kecil milik Arkan
"Memangnya tidak boleh? Jauhkan tangan kotormu dari anjingku" ucap Arkan dingin
"Tanganku bersih" jawab Romi
"Romi, kau mau jalan-jalan?" Tanya Lance
"Boleh, bawa Doggy juga?" Romi bertanya kembali
"Tentu saja, tapi jangan sampai Doggy menyentuhku" ucap Lance
"Siap bos" Romi mulai mengambil tali anjing itu lalu membawa pergi bersamanya
"Kan, gue minjem mobil lo" ucap Lance dengan cengiran andalannya
"S1ALAN LO" pekik Arkan
Lance dan Romi punya hobi yang sama, yaitu menjahili Arkan. Romi yang pecicilan ditambah Arkan yang tempramen, dijamin rumah kalian pasti berantakan. Sebenarnya Arkan ngga tempramen, dia penyabar dan tenang, hanya saja saat bersama Romi, kesabarannya menipis sampai setipis tisu yang dibagi dua dan dibasahi air, sangat tipis. Entah apa yang ada pada tubuh Romi sehingga selalu saja membangunkan singga dalam tubuh Arkan. Terlebih saat ada Lance, penderitaan Arkan berkali-kali lipat. Romi + Lance \= Neraka dunia bagi Arkan.
"Kenapa tiba-tiba Arkan mau pindah agama?" Tanya Romi, saat ini meraka berada ditaman dengan Romi yang menggendong Doggy
"Katanya dia selalu merasa tenang saat mendengar orang islam mengaji" jawab Lance
"Oh,, kok bisa?" Romi menurunkan doggy dan doggy mulai bermain dengan anjing salah satu pengunjung
"Bisa saja, apalagi Arkan sedang mengincar wanita muslim" ucap Lance
"Serius? Siapa wanita yang berhasil melelehkan kutub Utara itu?" Romi tak percaya
"Aku tidak tau, katanya dia bertemu dengan wanita itu dikampusmu" ucap Lance
"Sungguh? Apa ciri-cirinya? Aku sangat penasaran" ucap Romi
"Aku tidak tau, aku tidak pernah bertemu dengannya, yang jelas, dia memakai cadar, apakah dikampusmu ada wanita yang menggunakan cadar?" Tanya Lance
"Tentu saja, sekitar 50an mahasiswi yang menggunakan cadar disana" jawab Romi
"Ini akan sulit" ucap Lance
"Tentu saja, hanya Arkan yang tau" ucap Romi
"Hai Lance, Arkan mana?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba bergabung dengan mereka
"Dia siapa?" Bisik Romi
__ADS_1
"******"