SKY PATH

SKY PATH
terungkap


__ADS_3

Hari ini Nanda ke kampus sendirian karena Manda sudah pasrah kalau dia memang lebih baik tinggal diapartemen saja. Nanda juga sudah memberitahu Krys agar tidak perlu menjemput Manda lagi. Saat masuk jam istirahat, Nanda dan Romi bertemu diruangan kosong sebelah gudang. Romi memberikan sebuah map kepada Nanda.


"Carlisa Rosella Berliana,,," Nanda mulai membaca isi dari map tersebut 


"Dia adalah putri dari Carlos Berlianord, pemimpin mafia Diamond's yang menjadi buronan Black Lion's. Carlos dan keluarganya sudah meninggal ditanggan Black Lion's, anggota mafia yang dia pimpin juga sudah habis. Hanya tersisa Lisa, dia gila" Romi menjelaskan semua yang dia tau


"Gila?" Nanda menaikkan sebelah alisnya 


"Yup, dia bahkan pernah dilarikan ke rumah sakit jiwa" jawab Romi 


"Pantas saja dia gila" gumam Nanda 


"Apa maksudmu?" Romi tak mengerti 


"Dia pernah berniat akan mempermalukan aku dan Manda, tapi dia malah mempermalukan dirinya sendiri, apa itu tidak bisa disebut gila?" Ucap Nanda 


"Benar-benar gila" Romi menaikkan sebelah sudut bibirnya 


"Kita harus mengawasinya, jangan sampai dia mengganggu kita" ucap Nanda


"Atau kita perlu mengeluarkan dia dari kampus ini?" Tanya Romi 


"Boleh juga, karena kita tidak pernah tau apa yang akan dia lakukan" jawab Nanda 


"Ya,, tapi bagaimana caranya?" Tanya Romi 


"Aku akan membayar guru kampus untuk mengeluarkannya" bagi Nanda, uang bukan masalah, yang terpenting orang terdekatnya aman


"Tidak semudah itu" sela Romi


"Maksudmu?" Tanya Nanda 


"Kau lupa kalau kampus ini anti sogokan? Bisa-bisa kita yang dikeluarkan dari kampus ini" jawab Romi kesal


"Benar juga,, lalu bagaimana?" Tanya Nanda 


"Yang terpenting sekarang kita harus berhati-hati dulu sama Lisa, ingatkan Manda, Amee dan Krys" ucap Romi


"Baiklah, nanti kita beritahu Amee dan Krys, untuk Manda, biar aku saja" ucap Nanda


"Oke, kalau begitu ayo kembali ke kelas, sebentar lagi jam istirahat akan habis" ucap Romi


Mereka berdua pergi ke kelas untuk melanjutkan mata kuliah yang masih panjang. Menunggu mereka yang sedang belajar, kita beralih ke apartemen dimana Manda sedang sibuk menscroll fyp tiktok.


"Gabut banget, ngapain ya?" Manda bergumam sendiri.

__ADS_1


Andaikan dikampus, pasti dia tidak akan semalang ini. Manda merasakan pergerakan didalam perut, Manda selalu senang dengan pergerakan kecil itu. Rasanya geli.


"Adek juga bosan ya? Mommy juga bosan, disini hanya ada kita berdua, ngapain ya enaknya?" Manda berusaha mengajak ngobrol anaknya yang hanya direspon dengan pergerakan kecil. 


Gabut tidak tau harus ngapain, akhirnya Manda keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar Nanda. Baru masuk saja, Manda sudah disambut dengan aroma parfum maskulin Nanda. Wanginya menenangkan, mengingatkan Manda sama,,,,,, ekhemm,,, Arkan. Serius, Manda gak bohong, wangi parfum Nanda sama persis kayak wangi parfumnya Arkan. Pelan-pelan Manda membuka laci untuk mencari parfum Nanda itu. Membuka dengan pelan sekali agar tidak menimbulkan suara apapun.


"Tunggu,, ngapa jadi waspada gini? Orang jelas-jelas yang punya kamar aja gak ada,, aduh Manda Manda, terkadang otakmu lemot juga" Manda baru sadar kalau tidak ada Nanda, jadi dia bebas


Akhirnya Manda mengacak-acak kamar Nanda untuk mencari parfum kembarannya itu, tapi sudah 1 jam mencari, dia belum juga menemukannya. 


"Astaghfirullah,,, dimana sih lo nyembunyiin parfum lo, Nathan?" Kalau sudah kesal, Manda memanggil Nanda dengan panggilan Nathan, nama itu terbentuk dari nama tengan Nanda- Zaenathan. Kenapa Manda manggil Nanda dengan mana itu? Skuy gali informasi lebih dalam


Namanya Ananda Zaenathan Elfachra. Alvaro- ayahnya mau dia dipanggil Nathan, karena selain namanya keren, katanya nama tengah itu membuat si pemilik jadi kuat dan hebat, entah mitos darimana, tapi Alvaro percaya. Sementara Andera- ibunya mau dia dipanggil Nanda, biar sama kayak kembarannya, jadi nyambung, Nanda Manda. Karena Alvaro tipe suami takut istri, jadi di ngikut saja. Manda manggilnya juga Nanda, tapi kalau lagi kesel sama Nanda, Manda manggilnya Nathan, emang gak guna sih bikin nama panggilan beda, tapi Manda suka aja kalau lagi kesel manggil Nathan. Nanda juga gitu, kalau kesel sama Manda, dia manggil Tia, nama depannya Manda -Mutia.


"Udahlah Dek, Mommy capek, Daddy pelit, parfum aja disembunyiin" Manda mengusap perutnya.


Karena capek, Manda membaringkan tubuhnya diranjang king size milik Nanda. Baru aja baring, Manda merasa menyentuh sesuatu dibawah bantal.


"Nah,, ini dia parfumnya Daddy, ayo kembali ke kamar lagi dek" Manda yang sudah menemukan parfum Nanda pun dengan senang hati keluar dari kamar saudaranya yang sudah seperti kapal pecah karena ulahnya


Bukan ulahnya deng,, tapi ulah parfumnya, itu kata Manda. Langsung saja Manda menyemprotkan setiap sisi dan sudut kamarnya dengan parfum milik Nanda, hingga parfum itu habis tak tersisa. Karena baunya sudah enak, Manda bisa tidur siang dengan nyenyak. kembali ke kampus. Kini sudah masuk istirahat ke 2, istirahat sudah telat karena ada pengumuman kebersihan tadi, jadi waktu istirahat tertunda.


"Ke kantin yuk" ajak Romi 


"Aku mau sholat dulu, udah mau telat nih" ucap Amee 


"Kau tidak ikut sholat?" Tanya Romi oada Krys 


"Hahaha, aku kristen, kau sholat saja sana" ucap Krys tertawa 


"Benarkah? Aku juga" ucap Romi


"Aku pikir kau Islam" ucap Krys menundukkan kepalanya- malu


"Iya,, aku juga awalnya berpikir kalau agamamu Islam" ucap Romi


Nanda dan Amee sudah selesai melaksanakan ibadah mereka. Saat dalam perjalanan mau menyusul Romi dan Krys, mereka dihadang oleh Lisa.


"Nanda" ucap Lisa malu-malu


"Apa?" Jawab Nanda ketus


"Jadilah pacarku" ucap Lisa menyerahkan sebatang coklat untuk Nanda 


"Tidak tau malu" gumam Nanda yang hanya bisa didengar dirinya dan Amee

__ADS_1


"Nanda,,, maaf,,, aku,,," 


"Berhenti berpura-pura, aku sudah tau siapa dirimu" Nanda memotong ucapan Lisa 


"Kalau begitu, jadilah pacarku atau kau akan mati" Lisa mengancam


"Hei, kalau kau benar mencintainya, jangan bersikap seperti itu" ucap Amee


"Aku tidak butuh saranmu, ayolah Nan, atau kau akan mati dan mayatmu akan mengeras diranjangku?" Ancam Amee lagi 


"Obsesi gila" pekik Amee 


"AKU TIDAK PEDULI! AKU MAU DIA!" bentak Lisa yang mengagetkan Amee


"Ayo pergi, dia gila" Nanda menarik tangan Amee dan pergi ke kantin 


"Awas kau" gumam Lisa 


"Dia kenapa?" Tanya Amee pada Nanda 


"Nanti aku jelaskan dikantin" jawab Nanda 


Menarik Amee sampai dikantin. Mata tajam Nanda menatap sekitar- mencari Romi dan Krys. Saat sudah ketemu, Nanda menarik tangan Amee lagi dan mendudukkannya disebelah Krys sedangkan dia duduk disebelah Romi. 


"Dasar kasar" gerutu Amee mengusap tangannya yang memerah 


"Ada apa?" Tanya Krys menatap sepupunya itu


"Kalian berdua, jauhi Lisa" bukan Nanda, tapi Romi yang menjawab 


"Kenapa?" Tanya Amee


"Dia gila" jawab Nanda 


"Hah?" Kaget Amee dan Krys 


"Dia berbahaya, sebaiknya kalian menghindarinya" tambah Romi


"Berbahaya bagaimana?" Tanya Krys yang tidak tau apa-apa 


"Kau tau? Tadi,,," Amee menceritakan apa yang dia dan Nanda alami barusan


"Astaga, menyeramkan" Krys merinding mendengarnya 


"Itulah alasan kalian jangan dekat-dekat dengannya" ucap Nanda 

__ADS_1


"Tidak akan" jawab kedua gadis itu 


Mereka melanjutkan dengan makan siang hingga jam kuliah kembali menyapa.


__ADS_2