
Acara sudah selesai jam 10 malam. Ini adalah malam pertama Manda dan Arkan tapi sayangnya disini Argatha tidak mau pisah dengan Manda.
"Arga, sayang, tidur sendiri dulu ya, mommy mau tidur sama daddy" ucap Arkan
"Ga mau! Arga mau sama mommy" sentak Argatha semakin mengeratkan pelukannya pada Manda
"Sayang,,, kita jangan punya anak dulu ya" ucap Romi menyindir pengantin baru didepannya ini, mereka sudah berkumpul diruang keluarga dalam rumah Arkan
"Sayang,,, ayo kita tidur, aku ingin tidur sambil memelukmu" ucap Lance ikut-ikutan menyindir Arkan
"Asisten sialan" gumam Arkan
"Jangan mengumpat didepan anakmu" bisik Manda pada Arkan
"Maaf" cicit Arkan
Lance hanya tertawa saat tatapan maut Arkan tertuju padanya, seperti hendak menelannya hidup-hidup. Yang lainnya pun ikut tertawa melihat wajah masam Arkan.
"Babby" rengek Arkan ikut memeluk Manda dari samping
"Astaga bayi besar ini" ledek Romi
"Arga,,, Arga tidur sama yang lain aja ya,,, daddy mau sama mommy, please hari ini aja" ucap Arkan memohon
"Gak mau!" Ucap Argatha tidak bisa dibantah
"Gatha,, sini deh mommy bisikin" ucap Bulan
Argatha mendekat ke arah Bulan dan dia membisikkan sesuatu pada Argatha. Argatha hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Oke,, Gatha tidur sama mommy Ulan" putus Argatha yang membuat mereka semua melongo dibuatnya
"Apa yang kau bicarakan?" Bisik Nanda
"Aku bilang, Argatha akan segera memiliki adik kalau membiarkan mommy dan daddy tidur berdua" bisik Bulan polos
"Astaga" Nanda hanya menggelengkan kepalanya pelan
Malam ini, Argatha tidur dengan Bulan dan pengantin baru akan tidur bersama. Entah kenapa setelah menikah, Manda jadi agak canggung dengan Arkan. Saat ini Manda masih menggunakan gaun pengantin dan juga cadar yang belum dia lepas, dia sedang menunggu Arkan yang masih mandi. Arkan keluar hanya dengan handuk yang melilit dipinggangnya, menunjukkan perut sixpack miliknya. Manda hanya bisa menelan ludah kasar saat menatap pemandangan itu. Arkan mendekat dan duduk disebelah Manda.
"Kenapa?" Tanya Arkan yang bingung menatap Manda yang terlihat tegang
"Emm ee tidak ada" jawab Manda gelagapan lalu pandangannya turun pada perut sixpack itu
"Kau mau menyentuhnya?" Tanya Arkan mengerti kemana arah pandangan Manda
"Boleh?" Tanya Manda menatap polos pada Arkan
"Aku ini milikmu sayang" jawab Arkan
Arkan mengambil salah satu tangan Manda dan meletakkannya diperut kotak-kotaknya. Manda tersenyum geli dibalik cadarnya saat merasakan otot-otot perut Arkan, sebenarnya Nanda juga punya dan Manda pernah menyentuhnya juga tapi entah kenapa menyentuh perut Arkan lebih menyenangkan.
__ADS_1
"Sayang" panggil Arkan
"Hmm?" Jawab Manda mengalihkan pandanganya pada Arkan
"Boleh aku membuka cadarmu?" Tanya Arkan, dia sudah penasaran dengan wajah cantik istrinya ini
Manda terdiam sejenak, lalu dia menganggukkan kepalanya. Arkan tersenyum lalu tangannya terulur melepas cadar yang menutupi wajah cantik istrinya ini. Arkan menelan ludah kasar saat melihat wajah Manda, benar-benar orang yang dia tiduri beberapa tahun lalu, bahkan sekarang versi lebih cantiknya. Wanita yang berhasil membuatnya terangsang hanya dengan melihat wajahnya saja. Bahkan bagian bawah Arkan sudah ada yang tegak tapi bukan keadilan.
"Ar,," lirih Manda memundurkan kepalanya saat Arkan mendekatkan wajahnya
"Boleh?" Tanya Arkan menahan tengkuk Manda agar tidak terus menjauh
"Emm bukankah aku milikmu?" Bukannya menjawab, Manda justru bertanya
Warning!!! Area 18+
Arkan tersenyum senang karena itu berarti Manda mengizinkannya. Arkan mengecup singkat bibir Manda lalu ciumannya naik ke dahi. Arkan menempelkan kembali bibir mereka dan ********** dengan halus, Manda hanya mengikuti saja permainan Arkan. Hingga saat ini, tubuh mereka sudah sama-sama naked alias tanpa sehelai benangpun. Ciuman Arkan terus beranjak hingga leher Manda penuh dengan tanda kepemilikan dari Arkan. Tubuh Manda menegang saat tangan Arkan bermain diarea sensitifnya.
"Kau siap sayang?" Tanya Arkan lagi
"Sakit" jawab Manda, walaupun Manda sedang mabuk saat itu, tapi dia masih mengingat betul bagaimana rasa sakitnya
"Aku janji akan melakukannya dengan pelan-pelan dan lembut" ucap Arkan
"Baiklah, lakukan semaumu" jawab Manda
Arkan tersenyum lalu dia mengarahkan pedang miliknya ke arah lubang milik Manda. Walaupun mereka sudah melakukannya sekali dimalam itu, tapi lubang Manda rasanya masih sempit, seperti lubang perawan saja. Arkan terus memaksakan pedangnya masuk dalam lubang sempit milik Manda. Setelah beberapa percobaan, akhirnya ******* panjang keluar dari mulut Manda. Manda menggigit lengan kekar Arkan untuk melampiaskan rasa sakitnya. Arkan terus memaju-mundurkan miliknya dalam milik Manda. hingga sampai pada puncaknya, Arkan melepaskan jutaan kecebong dalan rahim Manda. Sudah selesai? Belum, Arkan masih akan menggempur Manda dalam beberapa ronde lagi. Sepertinya Manda akan kesulitan berjalan besok.
Jam 5 pagi, Arkan baru saja menyelesaikan ronde untuk yang ke sekian kalinya. Mereka kini tidur dalam posisi saling berpelukan. Jam 9 pagi, Arkan bangun terlebih dahulu. Arkan mengecup singkat dahi Manda lalu dia bangun perlahan agar tidak membangunkan istri tercintanya ini. Arkan membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu dia membangunkan Manda. Manda terbangun dan mendapati Arkan yang sudah rapi dengan pakaian Santainya.
"Bangun yuk, mandi habis itu sarapan" ucap Arkan tersenyum menatap Manda yang berbalut selimut
"Sudah pagi?" Tanya Manda
"Sudah siang sayang" jawab Arkan terkekeh "masih sakit?" Tanya Arkan
Manda hanya mengangguk lemas, tubuhnya serasa remuk karena digempur dengan brutal oleh suaminya ini. Arkan tersenyum geli lalu dia menggendong tubuh polosan Manda dan membawanya ke kamar mandi. Nyatanya Arkan tidak sekuat itu dalam menahan nafsunya, mereka pun akhirnya mandi berdua. Hanya mandi ya, ga lebih.
~o0o~
Selesai Mandi, mereka turun untuk sarapan. Manda benar-benar kesulitan berjalan sampai dia harus digendong oleh Arkan.
"Mommy kenapa?" Tanya Argatha polos
"Hah! Ee itu sayang,,," Manda gelagapan, tidak tau harus menjawab apa "Ar,, bantuin" bisik Manda pada Arkan
"Eumm anu,,, mommy jatoh, mommy habis jatuh dikamar mandi" jawab Arkan mendudukkan Manda pada kursi disampingnya
"Mommy jatoh? Mommy nggapapa? Kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Argatha panik
"Mommy nggapapa sayang, mommy mau makan sekarang, Arga gausah khawatir ya" ucap Manda membawa Argatha ke dalam pangkuannya
__ADS_1
Sarapan mereka yang terlambat akhirnya selesai. Manda, Arkan dan Argatha berada dikamar Arkan untuk membuka kado pernikahan. Kado pertama yang mereka buka dari Nanda. Isinya ada 4 bingkai foto Nanda dan Manda saat masih menginjak bangku SMP.
Penasaran sama fotonya? Cek akun Instagram @mt4md_ ya.
"Ini pas pertandingan basketnya Nanda dulu" ucap Manda dengan mata berkaca-kaca melihat foto-foto mereka
"Pertandingan champion? Aku juga ada disana" ucap Arkan
"Oh ya? Kok aku ngga tau?" Tanya Manda
"Ya karena kamu gak keliling nyari aku" jawab Arkan
"Emang kalau aku keliling bakal ketemu? Kan kita ngga saling kenal" ucap Manda
"Iya,, aku main juga pas itu, kayaknya lawanku Nanda deh" jawab Arkan mengingat-ingat
"Lawannya Nanda? Setia hati group bukan?" Tanya Manda
"Iya,,, itu musuh bebuyutan group basketnya Nanda kan?" Tebak Arkan
"Iya,,, dulu jadi rival, sekarang kalian jadi ipar" ucap Manda
Mereka tertawa bersama, Argatha yang tidak mengerti memilih fokus membuka kado pernikahan orang tuanya.
~o0o~
Acara buka kado sudah selesai, sekarang mereka sedang berkumpul diruang keluarga setelah makan malam. Argatha tidak ikut karena dia sudah tertidur bersama Amee dalam kamarnya, Romi dan Krys sudah pulang dan kini tinggal para orang dewasa dari Indonesia bercerita tentang kehidupan masa kecil mereka.
"Arkan pernah tuh janji mau nikahin cewek buat disiksa" ceplos Lance
"Serius? Siapa?" Tanya Manda penasaran
"Cuma janji monyet" sela Arkan saat Lance ingin buka suara
"Mana ada janji monyet" ucap Bulan
"Jadi dulu, ada cewek bandel yang bikin Arkan darah tinggi" jawab Lance
"Siapa?" Tanya Manda
"Gatau namanya, cuma pas pertandingan champion, ada cewek yang ngelempar bola kena kepalanya Arkan, Arkan bilang gini 'awas aja tuh cewek, kalau gue besar nanti gue nikahin terus gue kurung lo dalam kamar' gitu" jawab Lance
"Serius itu Arkan yang kena bola?" Tanya Nanda lalu tertawa
"Emang kenapa?" Tanya Arkan
"Asal lo tau ya, orang yang ngelempar bola itu bini lo sendiri" jawab Nanda disela-sela tawanya
"SERIUS?" Pekik Arkan dan Lance bersamaan
"Gila ternyata ucapan lo beneran jadi kenyataan bro" ucap Lance
__ADS_1
"Istri lo, dulu tuh punya julukan little badgirl diSMP"