SKY PATH

SKY PATH
brondong


__ADS_3

"kalian mengganggu mimpiku" kesal Romi


"Memangnya kau mimpi apa sampai kau kesal begini?" Tanya Amee


Flashback 30 menit yang lalu


Jam 10 malam, Romi sudah terlelap dan hanyut ke alam mimpi. Tiba-tiba ponselnya bergetar dan berbunyi.


"Hmm" Romi mengangkat telponnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya


"Romi, jemput aku sekarang" ucap Nanda


"Enak saja, aku bukan sopirmu" ucap Romi lemas, posisinya saat ini masih rebahan


"ROMI!!! JEMPUT KITA SEKARANG, ATAU RUMAHMU KU BAKAR SEKARANG!!" Mendadak Amee berteriak


"Puji tuhan,, mahluk apa itu tadi" Romi seketika terjaga langsung duduk dan mengusap telinganya yang terasa bergeming


"Sudahlah Rom, kau jemput saja, sebelum dia benar-benar membakar rumahmu, kau tau? Mood nya sedang buruk sekarang" ucap Nanda berbisik agar tidak didengar Amee


"Astaga baiklah baiklahh, kirim lokasi kalian" ucap Romi mematikan ponselnya


Ting


[1 Location]


"Menyebalkan" gumam Romi


Biarpun kesal, tapi Romi tetap menjalankan perintah untuk menjemput Nanda dan Amee.


Flashback off


"Kau tidak pernah mengerti, aku bermimpi menikah tadi" ucap Romi masih kesal


"Hahaha menikah? Apa ada yang mau menikah denganmu? Ada ada saja" Amee tertawa puas tak percaya


"Why not? Aku tampan" ucap Romi percaya diri


"Terserah kau saja" ucap Amee


"Ngomong-ngomong, bagaimana Kalian bisa jalan berdua? Malam-malam lagi" tanya Romi


"Panjang ceritanya, tapi setidaknya sekarang aku dan Nanda sudah tidak berselisih lagi" ucap Amee


"Terserah" ucap Romi ketus


"Kau bisa minta Nanda cerita nanti, aku malas membahasnya" ucap Amee


"Hmm, dan kau Nan, dimana mobilmu?" Tanya Romi menatap Nanda disebelahnya


"Aku tidak bawa mobil" jawab Nanda


"Lalu?"


"Naik bus"


"Kenapa kau mau naik angkutan umum? Jarang-jarang kau begini" ucap Romi


"Aku penasaran, aku tidak pernah naik itu sebelumnya" jawab Nanda


"Aku juga belum pernah" gumam Romi


"Kau ini Nan, kalau pintar ya pintar sekali, tapi kalau b0doh kau sangat payah" ucap Amee


"Diam kau" ucap Nanda


"Sudah sampai" Romi memberhentikan mobilnya saat sampai dirumah minimalis milik Amee


"Terimakasih Rom" ucap Amee turun


"Ya ya" gumam Romi menjalankan kembali mobilnya


Kini hanya tinggal Nanda dan Romi didalam mobil. Awalnya hanya diam, tapi karena kesunyian itu, mereka jadi merinding.


"Kenapa sepi sekali" gumam Romi menatap sekeliling yang sepi


"Apa kau takut?" Tanya Nanda meledek


"Tidak, untuk apa aku takut" ucap Romi


"Bilang saja" jawab Nanda


"Tidak, tidak akan takut" ucap Romi menekan kata-katanya

__ADS_1


Hihihi hihi


"Astaga,, suara apa itu?" Ucap Romi mulai panik


"Kuntilanak mungkin" jawab Nanda santai, Nanda tidak takut, tapi dia merinding


"Apalagi itu Kuntilanak?" Tanya Romi


"Dia hantu wanita" jawab Nanda


"Dimana dia" Romi menatap sekeliling mencari sosok kuntilanak itu


Hihihihihihi


"Tawanya sangat menyeramkan" ucap Romi mengakui


"Aku hampir setiap hari mendengarnya" jawab Nanda, ingat ya,, Nanda itu indigo


"Mana dia? Aku sangat penasaran" Romi masih mencari-cari


"Itu dia" Nanda menunjuk spion


Romi ikut melihat ke spion. Dibelakang mereka, ada sosok putih yang melayang. Rambutnya panjang digerai, matanya merah melotot, wajahnya hancur. Kini, kuntilanak itu tidak hanya mengikuti mereka, tapi memutari mobil yang mereka kendarai.


"Apa itu hantunya?" Tanya Romi


"Yup, bagaimana?" Nanda malah meminta pendapat tentang penampilan hantu Indonesia yang satu ini


"Menyeramkan" jawab Romi dengan suara bergetar


"Kau takut?" Goda Nanda


"Tidak,, aku tidak takut" jawab Romi berusaha mengendalikan perasaannya, ayolah, Romi pernah melihat mayat yang lebih seram daripada ini, tapi kenapa melihat hantu ini dia jadi gemetar begini?


"Ngaku sajalah Rom, kau berkeringat dingin" ucap Nanda menertawakan Romi


"Ayolah Nan, apa kau tidak bisa mengusirnya?" Tanya Romi menaikkan laju mobilnya


"Heh gimana ceritanya lo nyasar ke sini?" Tanya Nanda pada kuntilanak itu


"Gue orang Indonesia, tapi gue mati disini hihihi" jawab kuntilanak itu


"Pergi lo sana, gue kagak tahan ama bau lo" jawab Nanda ketus


"Enak aja, sebelum mati, gue udah mandi" jawab kuntilanak itu


"Huaaa jahat" kuntilanak itu malah menangis karena perkataan Nanda


Nanda tidak peduli karena apa yang dia ucapkan itu benar kok. Romi bernafas lega karena kuntilanak itu berhenti mengikuti mereka. Sampai diapartemen, Romi meminta menginap di sana.


"Tidak, lebih baik kau pulang sana" Nanda mengusir Romi


"Ayolah Nan,, aku disini, 1 malam saja ya,, besok aku pulang" ucap Romi memohon


Nanda melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 12 malam. Akhirnya Nanda mengizinkan Romi menginap 1 malam, besoknya Romi pulang sehabis sarapan. Hari-hari dilalui bersama. Cobaan demi cobaan datang tapi tidak membuat mereka keberatan karena mereka melalui itu semua bersama-sama. Beban berat terasa ringan jika dilalui bersama. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.


~1 tahun berlalu~


Pulang dari kampus, Nanda membawa Argatha jalan-jalan hanya berdua. Awalnya Manda menitipkan Argatha pada Nanda karena dia akan pergi bersama Amee dan Krys. Nanda tidak keberatan sama sekali karena dia sudah menganggap Argatha sebagai anaknya. Nanda hanya membawa Argatha jalan-jalan disekitar apartemen. Lama berjalan-jalan, Nanda dan Argatha sampai disebuah kebuh pinggir kota.


"Jauh juga ya Gatha, awalnya daddy cuma mau joging, eh keterusan sampe ujung kota" ucap Nanda


"Ujung kota?" Beo Argatha, usia Argatha udah masuk 2 tahun ya,, Argatha juga udah bisa ngomong walau gak terlalu lancar.


"Iyaa, ujung kota itu seperti pembatas. Jadi ujung kota adalah pembatas antara kota satu dengan kota yang lainnya" jawab Nanda, walaupun tidak yakin kalau benar karena Nanda hanya mengatakan apa yang ada dikepalanya


"Oo gitu" ucap Argatha polos


"Gatha ngerti kan?" Tanya Nanda


"Ngelti dad" jawab Argatha


"Mau pulang apa disini dulu?" Tanya Nanda


"Disini,, Atha mau alan-alan" ucap Argatha


"Yaudah" Nanda menurunkan Argatha agar Argatha bisa jalan-jalan


Saat diturunkan, Argatha malah berlari meninggalkan Nanda. Mau tak mau, Nanda ikut berlari mengejar Argatha yang berhenti disebuah tanaman berbuah bulat, entah apa namanya.


"Gatha ngapain sendirian ke sini?" Nanda menggendong tubuh mungil Argatha "kenapa daddy ditinggal, hm?" Lanjut Nanda


"Mau daddy" ucap Argatha menunjuk tanaman itu

__ADS_1


"Yaudah tuh ambil" Nanda mendekatkan Argatha pada tanaman itu


"Maaci daddy" ucap Argatha


"tapi ngga boleh dimakan ya Gatha, kita ngga tau itu aman atau ngga" lanjut Nanda saat Argatha akan memasukkan buah bulat itu pada mulutnya


"Baik daddy" beruntunglah Argatha adalah anak yang penurut


"Jangan lari-larian Gatha, kalo jatuh gimana?" Nanda menasehati Argatha saat mengingat bagaimana Argatha berlari tadi


Argatha hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan lucu.


"Atha au lagi daddy" ucap Argatha saat melihat tanaman serupa.


"Nah" Nanda pun memberikannya asalkan tidak dimakan oleh Argatha


Mau lihat visual Nanda dan Gatha? Cek akun Instagram @mt4md_ ya. Sementara Nanda dan Gatha sedang bermain, kita beralih ke tim cewek. Manda, Krys, dan Amee saat ini berada di salon untuk merias kuku mereka.


"Bagaimana kuku milikku?" Tanya Amee yang menunjukkan kukunya yang bermotif bunga merah


"Bagus Amee, bagaimana denganku?" Manda pun tak mau kalah, dia menunjukkan kukunya yang bermotif sapi


"Lucu sekali, lihat punyamu Krys" ucap Amee


"Aku lebih suka warna netral" Krys menunjukkan kukunya yang bermotif bunga berwarna hitam


"Kuku yang keren Krys" ucap Manda


"Manda benar, sangat cocok denganmu" gumam Amee


Mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Mereka memilih caffe yang deket dengan mereka saat ini, nyaman dan mudah dijangkau, itulah yang menjadi motto mereka.


"Amee, bukankah itu adik kelas kita?" Tunjuk Krys pada seorang pria tampan yang sedang mengantri


"Kau benar Krys, jurusan bisnis semester 1" ucap Amee


"Yup, mahasiswa terpopuler nomor 2 setelah Nanda" jawab Krys


"Uhukk uhuk uhuk"


"Manda,, pelan-pelan" ucap Amee menenangkan Manda yang tersedak saat minum


"Tunggu, Krys kau bilang apa? Nanda? Mahasiswa terpopuler dikampus?" Beo Manda tak percaya


"Yup, hampir semua mahasiswi dikampus menyukai Nanda" jawab Krys


"Bahkan ada yang mendekatinya secara terang-terangan, atau bahkan sampai berlomba-lomba untuk meminta nomornya" Amee menambahkan


"Apa Nanda setampan itu dikampus?" Tanya Manda menatap Amee dan Krys secara bergantian


"Hai kak Amee, kak Krys" sapa seseorang pada Amee dan Krys


"Peter" ucap Amee dan Krys serempak. Nama mahasiswa terpopuler nomor 2 adalah Peter, bacanya 'Piter' ya.


"Senang bertemu kalian disini, ngomong-ngomong,, dia siapa?" Peter menatap Manda


"Dia saudara kembarnya Nanda, namanya Manda" jawab Krys


"Oh, salam kenal kak, namaku Peter" ucap Peter mengulurkan tangannya


"Manda" Manda menerima uluran tangan Peter setelah ia memakai sarung tangan


"Kak Manda kenapa pakai sarung tangan dan menutup wajah?" Tanya Peter karena penasaran


"Dalam islam, kita tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenisnya, dan aku menutupi wajahku, karena aku ingin suamikulah yang akan melihatnya untuk pertama kali nanti" jawab Manda


"Bukannya Nanda sudah sering melihat wajahmu?" Tanya Krys


"Nanda, dia mahramku, sementara suamiku nanti, dia akan menjadi mahramku setelah dia menghalalkanku" ucap Manda


"Oh begitu, aku kagum denganmu kak, aku yakin, suamimu nanti akan bangga dan bahagia memiliki istri secantik dirimu" ucap Peter terkagum-kagum dengan Manda, biarpun dia tidak melihat wajah Manda, tapi dia tau kalau Manda adalah wanita yang cantik dibalik cadarnya.


Mereka melanjutkan dengan obrolan santai. Bercanda dan tertawa bersama. Peter baru tau kalau dia punya kakak tingkat yang asik seperti mereka. Setelah Peter pergi.


"Peter sepertinya tertarik padamu Nda" ucap Amee


"Biarkan saja" jawab Manda


"Kau tidak menyukainya?" Tanya Krys


"Ya, aku menyukainya, dia tampan dan baik, tapi aku tidak akan mencintai brondong" jawab Manda


"Dia bukan brondong, hanya beda 2 tahun saja" jawab Amee

__ADS_1


"Terserah, yang jelas aku tidak mau dengannya" ucap Manda


"Tapi brondong lebih menarik"


__ADS_2