Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 100 : puncak Tragedi.


__ADS_3

" Astaga.. Minyak angin nya abis " ucap Ehsan yg mulai menuangkan minyak angin di jari nya


" pak beli pak diluar stasiun " ucap petugas PPKA panik..


" iya.. " ucap salah satu petugas stasiun berlari untuk membeli minyak angin


" Astagfirullah pak.. Sadar pak " ujar Ehsan panik menepuk pipi Bima.


" ada apa sih sebenarnya?! " tanya Ehsan penasaran melihat suasana yg tidak kondusif.


" pak Nashrul kecelakaan pak.. " jawab petugas PPKA.


" Astagfirullah " ucap Ehsan Syok..


" trus gimana sekarang.. " tanya Ehsan panik.


" katanya sih dah dibawa ke rumah sakit terdekat " jawab July sambil mengusap air mata nya.


" Astagfirullah pak.. Tadi siang ngobrol sama saya lho " ucap Ehsan mulai menundukkan kepala nya.


" tadi emang dia ngomong gini ke saya ( jaga kesehatan ya dan jaga diri baik-baik) trus sebelum itu dia minta maaf ke saya.. " jawab July.


" iya saya juga.. Tadi dia minta maaf ke saya " ucap Rauff sambil menangis.


" tapi senyuman ny aneh banget lho pak.. Udah kya orang gak ada umur " ujar July agak khawatir..


" Astagfirullah jangan gitu.. " ujar Rauff


" tau nih dia mah " ucap salah satu petugas.


" klo dilihat mah kaya senyuman perpisahan " ujar July sambil meneteskan air mata nya.


" Astagfirullah.. Semoga gak papa deh " ujar Rauff.


" iya tapi khawatir pak " ucap July


" iya " jawab rauff sambil mengusap air mata nya.


Scene.. Dibuka di luar stasiun.. Pegawai stasiun yg berlari itu pun sampai di depan toko yang berada di luar stasiun.


" hah.. Hah.. " ucap petugas itu dengan nafas Terengah engah.


" aya naon kang? " tanya ibu pemilik toko.


" ada gak.. Heh.. Minyak angin " ucap pegawai itu sambil nafas Terengah engah.


" ada sebentar. " jawab ibu pemilik toko mencari minyak angin di toko nya.


Melly yg sedang minum kopi menenangkan fikiran di warung itu.. Dia pun memperhatikan pegawai yang membeli minyak angin di toko tempat melly duduk..


" apa sih kyanya muka nya panik banget " tanya melly penasaran.


Dia pun mendengarkan pembicaraan mereka.


"ada apa emangnya kang ? " tanya ibu pemilik toko itu sambil memberi minyak angin tersebut.


" itu bu ada yang pingsan " jawab petugas itu yg


" Astagfirullah.. Trus gimana " tanya ibu pemilik toko tersebut.


" blm sadar bu " jawab petugas itu..


" ibu belum tau ya ?!!" ucap petugas stasiun itu.


" kenapa kang " tanya ibu pemilik toko penasaran .

__ADS_1


" Masinis yg terkenal di stasiun ini " ujar petugas itu.


" iya " jawab ibu memotong pembicaraan nya


" kecelakaan bu " ucap petugas itu agak panik.


" innalillahi.. Yang bener kang " ucap ibu pemilik toko itu syok.


" iya.. Makanya disini pada panik " ujar petugas itu


" bukan kereta kan kang.. " tanya ibu pemilik toko agak khawatir.


" bukan.. Kecelakaan motor " jawab petugas itu.


" Astagfirullah.. " ucap pemilik toko tersebut kaget.


" punten kang.. Maaf. Itu yg dimaksud akang pak Nashrul " ucap Melly yg penasaran dia pun bertanya kepada petugas itu.


" iya.. kok m-m-mbakk bisa tau ?!" jawab petugas itu dengan nada gemetaran.


" saya temen nya dia pak " ucap Melly agak syok.


" owh.. " jawab petugas itu agak terdiam.


" trus gimana kang?! " tanya melly mulai khawatir keadaan Nashrul.


" saya gak tau.. Maaf ya teh.. Saya permisi dulu.. Ayuk bu hatur nuhun " ucap petugas itu terburu buru meninggalkan toko tersebut.


" sami sami kang mangga " jawab ibu pemilik toko tersebut....


" ada ada bae ya. Mbak.. Kasihan mana sendiri an disini tinggal nya " ujar ibu pemilik Toko.


" iya.. " jawab Melly sang mulai memikirkan Nashrul.


" pak Nashrul mah neng.. Di mah Masinis terkenal akan kebaikan nya di stasiun ini. Banyak orang yang di pinggir jalan diberi makanan sama dia . Trus ganteng lagi, lagi pula dia mah ramah banget orang nya .. " ujar Ibu pemilik toko


" ya semoga aja gak papa gitu.. " ucap ibu pemilik toko


" iya bu.. " jawab Melly yg mulai memikirkan Nashrul. Fikiran nya mulai tak karuan.


" yaudah saya permisi ya bu nih uangnya " ucap Melly memberikan selembar uang.


" iya makasih neng.. Eh ini kelebihan uang nya" ujar ibu pemilik toko mengambil uang yang diberikan Melly.


" iya.. Biarin buat ibu.. Dan sekalian itu petugas saya bayarin minyak angin nya " ujar Melly


" owh ya.. Tadi lupa memberikan uang kyanya dia .. " jawab ibu pemilik toko.


" iya hehehe.. Dah bu " ucap Melly sambil beranjak pergi dari toko itu.


Karena fikiran nya agak khawatir tentang Nashrul dia pun berniat untuk mencari rumah sakit yg tempat Nashrul dirawat. Dia pun menelepon asisten rumah nya untuk mengantarkan ke rumah sakit tersebut.


...----------------...


" Alhamdulillah " ucap ehsan merasa tenang.


" gk papa kan pak ?!" tanya petugas PPKA melihat Bima sadar dri pingsan nya


" minum dulu pak " ucap salah satu petugas memberikan segelas air.


" iya.. " jawab Bima sambil mengambil air tersebut dan meminum nya.


" trus pak Nashrul teh kumaha " tanya Rauff


" katanya dibawa ke rumah sakit terdekat " jawab July

__ADS_1


" yaudah.. Sekarang gimana nih.. Bagi bagi tugas? " ujar Ehsan


" yaudah yang dinas silahkan lanjutkan ya " ucap petugas PPKA menyuruh yg berkumpul di dekat mereka bubar


" yg sekarang kerja sok lanjutkan.. " ujar Ehsan menambahkan.


" yang sudah pulang sok balik ke rumah nya masing masing " ucap petugas PPKA tersebut.


" pak Nashrul teh gak ada keluarga nya disini kang !! Ktanya klo liat bapak teh jadi keingetan bapak saya yg dibekasi " ucap petugas kebersihan stasiun..


" iya kah.??!" tanya Ehsan tak percaya.


" iya.. " jawab petugas itu.


" yaudah kamu ikut saya.. Kita cari rumah sakit nya " ucap Ehsan menunjuk July.


" yuk dah. Daripada nangis bae.. Buat apa.. Dia lagi butuh kita sekarang " ujar July sambil bangun dari duduk nya.


" iya ayuk dah " ucap Rauff yg ikut bangun.


" lah mau pada kemana.. " tanya petugas yang tadi pergi membeli minyak angin.


" mau nyari.. Rumah sakit nya pak Nashrul. " jawab July.


" owh.. Nih minyak anginnya punya siapa tadi yg pesen " tanya petugas itu.


" udah pegang aja pak " jawab Ehsan


" yaudah deh " ujar petugas itu sambil mengantungi minyak angin.


" udah yuk pak berangkat " ajak July.


" doain pak Nashrul ya semoga gak apa apa" ucap Rauff kepada seluruh karyawan yang ada distasiun itu.


" iya siap.. " jawab petugas kebersihan stasiun.


" iya pak.. " ucap petugas porter..


" orangnya baik banget saya salut " ujar salah satu petugas stasiun.


" iya.. " jawab petugas porter.


Singkat cerita mereka pun berangkat menuju rumah sakit terdekat.. Sesampainya di Rumah Sakit July pun berniat buat menelepon Putri..


" udah duluan aja pak " ujar July mempersilahkan mereka duluan.


" lah mau ngapain " tanya Ehsan


" ini mau nelpon calon istrinya. Hahahaha " jawab July sambil tersenyum.


" owh.. Duluan saya ya. " ucap Ehsan sambil memasuki rumah sakit tersebut.


" iya. " jawab July.


...----------------...


Aya naon kang : ada apa pak


Sok : silahkan


Kang : pak / mass.


Hatur nuhun : terima kasih


Sami sami : sama sama

__ADS_1


Punten : permisi..


__ADS_2