Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 70 : Tragedi Akibat Pelampiasan. Part 2.


__ADS_3

Di kereta menuju Jakarta.. Putri dan Shasya duduk bersebelahan.. Terlihat si putri dengan muka merah nya karena marah.. Dia pun berniat untuk tidak memaafkan nya.. Tiba-tiba ada seorang kondektur datang untuk mengecek tiket mereka..


" misi mbak tiket nya " ucap sang kondektur itu untuk mengecek tiket mereka berdua.


" owh iya mass ini " jawab shasya sambil memberikan tiket nya.


" nih " jawab putri sambil memberikan tiket nya.


" senyum put.. " ucap shasya memaksa putri untuk senyum.


" ish kamu mah " Jawab putri kesel..


" maaf mass mau nanya tadi ada kejadian apa ya di stasiun B.. Kok para petugas pada lari " tanya Shasya penasaran kepada kondektur itu.


" owh itu mbak.. Ada yg pingsan... Masinis lagi mbak !!" jawab kondektur itu.


" hah kok bisa... ?!" tanya shasya..


" kurang paham saya mah mbak.. Katanya kepalanya terbentur lantai sampai berdarah " ucap kondektur tersebut.


" Astagfirullah.. " ucap shasya terkejut


" kok tiba tiba perasaan gw gak enak ya?? " tanya shasya dalam hati.


" klo boleh tau siapa mass ??" tanya shasya yg mulai merasakan gk enak.


" pak Nashrul mbak.. Masinis yang terkenal kebaikan nya di stasiun itu " jawab kondektur itu menjelaskan.


" Astagfirullah mass Nashrul " ujar Shasya syok.


" biarin... Biar modar gek " ucap putri agak pelan sambil melihat keluar kereta.


" hush.. Astagfirullah kamu mulutnya " ujar Shasya yg mendengar ucapan Putri


" nih mbak tiket ya makasih.. " ujar kondektur itu mengembalikan tiket nya.


" iya.. " jawab shasya mengambil tiket yg diberikan kondektur tersebut.


" putt lu mulut nya minta gw cabein " ucap Shasya kesal..


" lagian gw kesel sya " ucap putri sinis.


" lu kesel kesel gek jangan begitu.. " jawab shasya


" biarin aja " ujar Putri.

__ADS_1


" setidaknya klo dia udah nyakitin hati lu jangan lu bales dengan keburukan lah " ucap shasya mengingatkan.


" nyenyenye " jawab putri agak meledek shasya


" uh.. Minta gw gaplok nih bocah kesel banget gw " ujar shasya kesel..


" sok pukul.. " ucap putri nantangin Shasya


" untung gek ini ditempat umum klo di kost'an gw tampar " jawab shasya kesel.


" lu.. Belain Nashrul " tanya Putri sinis


" gw bukannya belain Nashrul.. Tapi ngebantu lu supaya sama mass Nashrul lagi " ucap Shasya.


" ngapain sya.. Udh gk jodoh " ucap Putri meneteskan air mata..


" heuh.. " jawab Shasya


" gw gk nyerah.. Pokok nya ini dua insan harus bersatu.. " ucap Shasya didalam hati untuk meneguhkan niat nya..


...----------------...


Tak terasa sudah satu jam. Nashrul tidak sadar dari pingsan nya . July pun semakin Khawatir.. Petugas kesehatan sudah menangani luka Nashrul..


" eh iya bu. Gimana kabarnya bu pak Nashrul " jawab July sambil berdiri dari tempat duduk nya.


" sudah ditangani pak luka nya.. Tapi pak Nashrul blm siuman " ujar petugas kesehatan.


" ya Allah bang " jawab July sambil menahan air mata nya.


" kita tunggu aja pak.. Semoga cepet siuman. " ujar petugas kesehatan.


" Aamiin bu.. " jawab July


" jika tiga jam belum sadar kita bawa ke rumah sakit pak .. " ucap petugas kesehatan.


" iya bu " jawab July semakin khawatir.


Petugas kesehatan pun pergi meninggalkan July.. July pun semakin tidak karuan fikiran nya. Dia pun khawatir dengan keadaan Nashrul.


" mohon doanya apah wee.. Blm sadar nih udah sejam " ucap July khawatir didalam chattan grup stasiun..


" Astagfirullah kang " balas Rauff


" ngebentur nya keras kali itu jatuh nya " balas salah satu staff stasiun.

__ADS_1


" gak tau.. " jawab july


" lu sama siapa jull " tanya Rauff.


" sendirian ini nunggu di luar " jawab July


" hadeuh.. " ujar Rauff


...----------------...


" hah pak Nashrul sejam blm sadar?? " tanya petugas loket kereta melihat grup online stasiun.


" masa wee ??.. " tanya petugas tiket tidak percaya.


" iya nih pak July ngechat di grup stasiun " ucap petugas loket tersebut.


" Astagfirullah " jawab petugas tiket terkejut


" katanya minta doanya.. " ujar petugas loket.


" semoga cepet sadar deh " ucap petugas tiket mendoakan.


" Aamiin " jawab petugas loket tersebut.


...----------------...


" udah sejam blm sadar ?? " tanya petugas stasiun kaget


" hah masa pak " tanya petugas PPKA kaget


" Astagfirullah .. " ucap pramugara kereta


" katanya minta doanya " ucap petugas stasiun setelah melihat grup online stasiun.


" ya Allah bikin kefikiran aja " ucap petugas PPKA agak khawatir.


" kyaknya keras deh jatuh nya itu " ujar pramugara kereta.


" keras itu mah pak.. Smpe berdarah gitu " jawab petugas stasiun.


" semoga pak Nashrul cepet sadar deh .. " ucap petugas PPKA mendoakan.


" Aamiin " jawab mereka bertiga.


Udh ya sampai sini dlu yak.. Dadah

__ADS_1


__ADS_2