Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 96 : Terlambat.


__ADS_3

Malam pun telah berlalu.. Digantikan oleh sang mentari yg mulai menyinari.. Kabut pun mulai tersingkap. Nashrul yg sudah sampai lebih pagi distasiun itu pun sedang duduk di cafe di dalam stasiun tersebut..


" sendirian aja pak " tanya Herry pemilik Kafe


" iya nih.. Biasa nungguin asisten blm dateng " jawab Nashrul menaruh hp nya di meja.


" owh.. Gk mesen kopi dlu nih pak. Hehehe " ucap Herry basa basi.


" eh.. Pesen deh.. " ujar Nashrul.


" yg biasa pak..? " tanya herry


" kopi susu aja.. " ucap Nashrul.


" owh siap pak " jawab herry sambil menuju ke belakang.


" Kemana lagi tu anak.. Apa jangan jangan nonton bola semalem " ujar Nashrul menyalaka ponsel nya.


" kak " sapa Bima yg tidak sengaja lewat situ.


" hai.. " ucap Nashrul.


" baru nyampe? " tanya bima


" lah udah dari tadi saya mah.. " jawab Nashrul


" eh.. " jawab bima sambil menarik kursi di meja depan Nashrul.


" lah bukanya sama masinis.. kamu " ujar Nashrul.


" iya si.. Tapi orang tu belum datang " jawab Bima sambil membuka ponsel ya.

__ADS_1


" lah.. " ucap Nashrul tak percaya.


" kakak emang nungguin siapa disini? " tanya Bima.


" saya.. Biasa asisten " jawab Nashrul.


" owh.. " jawab Bima.


" permisi nih kopi nya pak " ujar Herry sambil menaruh kopi pesanan Nashrul di meja.


" iya sama sama her.. " jawab Nashrul


" eh pak.. Teh manis anget satu " pesan Bima.


" siap pak.. " jawab Herry sambil membawa nampannya menuju belakang


Scene berpindah di rumah July.. Dia pun terburu buru menaiki motor nya..


" bu ambilin kunci motor " teriak July


" ambil sendiri gak tau bininya lagi sibuk apa " ucap istrinya July dengan keras dari dalam rumah.


" iya iya.. " jawab July agk takut.


" ya ampun.. Wong lanang karo wong wedok yo wess berisik pagi pagi.. Gk tau aku lagi sakit gigi apa " ucap ibu tetangga tak sengaja lewat.. Dia pun sambil menempelkan koyo ke pipinya.


"uisss " ibu itu pun menahan sakit nya


July pun mengambil kunci motor nya. Dan segera berangkat ke stasiun..


" bu aku berangkat ya " ucap July

__ADS_1


" iya.. Hati hati.. " Jawab sang istri dari dalam rumah.


" eh pak berangkat " sapa ibu tetangga


" eh iya bu.. Lah itu pipi nya kenapa bu.. " ucap July


" biasa sakit gigi " ucap ibu sambil memegangi pipi nya yg sakit.


" owalah.. Hahahaha.. Dah ya bu permisi " ucap July melajukan motornya.


" nggeh pak.. Aduh aduh.. " jawab ibu tetangga melanjutkan jalannya.


...----------------...


" ni anak kemana lagi 20 menit lagi berangkat.. " ucap Nashrul sambil melihat jam tangan.


" owh ya kak.. Masinis nya dah dateng tuh.. Saya duluan ya kak " ujar bima sambil beranjak dari tempat duduk nya.


" iya.. " jawab Nashrul


" yup.. " ucap Bima.


" Kemana si ni anak.. " ucap Nashrul celingak celinguk mencari keberadaan July.


" hadeh.. " ucap Nashrul menaruh topi nya di meja depan nya.


" kaka yg bayar ya minuman ku.. Makasih " ucap bima sambil berjalan meninggalkan Nashrul.


" eh bukanya bayar sendri.. " ujar Nashrul.


" gak ada uang kecil.. Dah.. Makasih ya ka " ucap bima.

__ADS_1


" et dah nih anak " jawab Nashrul agak kesal..


__ADS_2