Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 71 : Rasa Khawatir & Cemas.


__ADS_3

Di kampus saat jam pergantian dosen. Shasya pun mencoba membujuk Putri untuk berbaik dengan Nashrul.


" put ada yang mau gw omongin sama lu " ucap Shasya.


" apaan sih . Gk tau gw gak mood aja " jawab Putri sambil membolak balikan buku tulis nya.


" tentang mass Nashrul.. Sebenarnya apa yg mass Nashrul omongin tadi bener " ujar Shasya.


" udh ah.. Lu ngomongin dia mlu " jawab putri kesal.


" iya dia kan cinta sma lu putt sampe bersumpah bawa bawa nama tuhan " ujar Shasya.


" masa sih " tanya putri yang mulai agak penasaran.


" iya gw klo perlu bersumpah deh biar lu percaya " jawab shasya.


" hmmm " putri pun agak berfikir.


" nih gw ada bukti rekaman nya " ucap shasya mengambil handphone nya dari saku bajunya.


" mana sini " jawab putri sambil mengadahkan tangannya.


" kemarin saat gw ketemu Mass Nashrul di kost'an nya gw interogasi dia. Eh dia smpe berani bersumpah dengan Nama Allah lagi " ucap Shasya sambil mencari video rekaman tersebut.


" coba " ujar Putri meminta HP nya shasya untuk melihat rekaman tersebut.


" nih " jawab Shasya sambil memberikan rekaman nya.


Putri pun mendengarkan rekaman itu dengan seksama.. Dan dia mendengarkan sampai tidak ada kata terlewat satu pun.


Flashback on..


Kita kembali ke malam sebelum Tragedi itu terjadi..


Ternyata sebelum di mencegat Nashrul di tangga kost nya. Shasya mempersiapkan rekaman.. Dia menaruh handphone nya di saku baju nya dalam mode merekam.. Semua percakapan Nashrul dan shasya terekam pada saat itu..


Flashback off


" ya Allah.. " ucap Putri syok


" coba ulang biar lu paham " ujar shasya.


" iya.. " jawab putri sambil memutar ulang rekaman nya.


" berarti gw salah paham donk" ucap Putri merasa bersalah.


" iya.. " jawab shasya.


" nih hp nya " ucap putri mengembalikan HP nya Shasya


Putri pun langsung kefikiran keadaan Nashrul. Dia merasa bersalah karena telah menuduh nya seperti itu.

__ADS_1


Shasya pun mengecek media sosial nya.. Ternyata di akun medsos nya Rauff. Di status tertulis seperti ini.


" Mohon doanya ya temen temen Railfans semuanya.. Ada Masinis yg terkenal di Stasiun B pingsan blm sadar sudah sejam lebih. Yang bernama pak Nashrul.. Semua staff dan karyawan kereta maupun stasiun masih khawatir dengan keadaan nya.. Semoga cepet siuman.. Aamiin.. "


" hah sejam lebih ??! " ucap shasya setelah membaca pesan di medsos tersebut.


" kenapa sya ??" tanya Putri penasaran.


" gara gara kelakuan kamu Mass Nashrul pingsan !! " ucap Shasya menyalahkan Putri


" ya Allah.. " ujar Putri syok..


" udah sejam lebih gak sadar put " ujar Shasya.


" ya ampun.. gw ngerasa bersalah .. Ternyata cwe itu hanya temen masa kecilnya.. Dan dia gak suka kepada nya.. Merasa berdosa gw " ucap putri yang mulai menangis menyalahkan dirinya sendiri.


" sama gw putt " jawab Shasya murung


" bentar gw liat status nya kang July " ucap putri mengusap air mata nya dan berniat membuka handphone nya untuk mendengar Kabar Nashrul lebih lanjut.


" bacain dah?. " tanya shasya penasaran.


" ya Allah bang.. Udah sejam lebih.. Katanya klo 3 jam belum sadar dibawa ke rumah sakit klo lebih dari itu udh wasalam.. Mohon doanya ya temen temen.. Semoga cepet sadar Aamiin " ucap Putri membacakan pesan status seperti itu.


" Astagfirullah meninggoy maksudnya.?? " tanya Shasya tak percaya.


" hush kamu sya.. " ucap putri yang mulai menangis.


" coba telpon dah.. Itu kang July.. Punya nomernya kan? " tanya Shasya.


" punya sebentar " jawab putri sambil mencari nomer telepon July di handphone nya.


Tut. Tut..


Ayo donk angkat mass ... Ucap Putri.


Tiba-tiba handphone nya July berbunyi..


" siapa sih yg nelfon " tanya July mengambil handphone nya..


" si putri " ucap July mengangkat telepon nya.


" halo ada apa mbak " tanya July.


" mass mau nanya itu mass Nashrul gimana kabarnya? " tanya Putri khawatir.


" kirim doa yang terbaik ya mbak buat mass Nashrul . Semoga cepet sadar.. " jawab July.


" emang belum sadar ya??" tanya Putri pura pura tidak tahu..


" udah sejam lebih mbak " jawab july mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


" mass kyaknya abis nangis ya?? " tanya putri.


" iya nih. Hehehe.. Bingung soalnya mau gimana. Mana bang Nashrul belum sadar .. Sendirian lagi yg lain pada dinas " ujar July sambil mengusap air matanya


" ya Allah.. " ucap Putri makin Khawatir.


" nanti klo udah sadar kabarin ya mass " ujar Putri.


" emang ada masalah apa sih mbak sama Nashrul. Tdi saya liat smpe berantem gitu " tanya July penasaran.


" eh.. Itu mass.. Ntar putri jelasin deh " jawab Putri..


" iya. Doain ya biar cepat sadar " jawab July.


" Aamiin.. " ucap Putri


" udah dlu ya mass.. Assalamualaikum " ujar Putri buru buru mematikan telepon nya.


" wa'alaikumsalam " jawab July.


...----------------...


July pun menengok ke dalam ruangan kesehatan.. Melihat Nashrul yg terbaring lemas dengan seragam Masinis yg masih terpakai.. dan impusan menempel di tangan nya.. Dia pun beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Nashrul.. Matanya masih terpejam.


" ya Allah bang " ucap July meneteskan air mata melihat keadaan Nashrul yang blm sadar.


Tak terasa air mata mengalir di pipi July...


Tiba-tiba ada seorang Masinis yang menelepon menanyakan kabar Nashrul .


" halo.. " sapa July


" belum sadar pak.. Iya " jawab July..


" iya sendiri an.. Nemenin pak Nashrul " jawab July agak menahan air matanya.


" minta doanya deh pak biar cepet sadar sudah sejam lebih pak " ucap July.


" iya.. Aamiin " jawab July.


...----------------...


" udah sejam lebih blm sadar pak ??! " tanya asistennya Ehsan.


" ya Allah pak Nashrul " ujar sang asisten agak khawatir.


" di status pak July mah.. Klo lebih dari 3 jam gak sadar ya Wassalam.. " ucap Ehsan


" Astagfirullah.. Kyaknya kebenturnya parah deh itu pak? " ujar asisten nya.


" iya.. " jawab Ehsan.

__ADS_1


__ADS_2