
Tak terasa hujan pun reda.. Waktu di stasiun itu menunjukkan pukul 23.30 malam. Hawa sejuk pun menyapa para insan yang masih terjaga malam itu.. Mereka berlima pun memutuskan untuk pulang kerumah nya masing masing..
" pak besok jangan lupa ke dipo ya " ucap petugas PPKA.
" owh iya.. " jawab Nashrul sambil tersenyum.
" saya lupa tadi mau bilang sama bapak " ujar petugas itu.
" siap siap.. Besok sore kan setelah dinas ?" tanya Nashrul.
" iya pak.. Perintah dari atasan.. Buat mantau para Masinis baru dalam mengerjakan tugasnya " jawab petugas itu.
" siap siap " jawab Nashrul.
" eh kalian bayar dulu.. " ucap Masinis itu.
" bayarin ya pak.. " ujar July melirik Nashrul.
" iyalah.. Bapak kan yang paling tua " timpal Masinis itu.
" eh bukanya kau yang bayarin aku " ucap Nashrul sinis.
" kali kali napa si pak " ucap Rauff.
" abis lah duitku.. Belum bayar kost aku " jawab Nashrul.
" yaelahh " ucap July.
__ADS_1
" udah sini mana duitnya " ujar Nashrul sambil meminta uang untuk membayar kopi ke mereka.
" yaudah nih pak.. " ucap sang Masinis seraya memberikan selembar uang.
" nah gitu donk.. " jawab Nashrul.
" et 20 ribu.. Mana cukup " ucap Nashrul sambil melihat selembar uang yang ada di tangan nya.
" bapak tambahin lah.. " ucap Masinis itu.
" yaudah " jawab Nashrul.
Nashrul pun membayar kopi yang mereka pesan.. Setelah itu dia pun bergegas untuk pulang... Dibawah rintik rintik gerimis... Rindu pun mulai datang..
" eh.. Kenapa ya.. " ujar Nashrul keheranan.. Dia pun seperti merasakan ada rasa yang tersimpan.
" kenapa bang ?" tanya July.
" enggak.. " jawab Nashrul
" owh yaudah.. Aku balik duluan ya bang " ucap July berpamitan kepada Nashrul.
" iya hati hati " ujar Nashrul
" iya bang.. " jawab July sambil berjalan meninggalkan Nashrul.
Nashrul pun terduduk di bangku di depan stasiun.. Di bawah pencahayaan yang agak redup Menatap gerimis yang perlahan mulai turun..
__ADS_1
Tiba-tiba petugas keamanan dengan wajah pucat menghampiri Nashrul yang duduk terdiam disitu, dia pun berdiri di belakang Nashrul ..
" ada apa pak ?" tanya petugas itu
" eh pak.. Gak ada apa apa.. " jawab Nashrul tidak menatap wajah petugas itu.
" belum pulang pak.. Dah malam.. Besok kan bapak dinas " ucap petugas itu dengan pelan.
Entah angin apa tiba tiba petugas keamanan stasiun bilang kepada Nashrul
" laki laki harus berani menghadapi segala masalah.. Masalah pribadi nya.. Maupun masalah asmara nya.. Hadapi dengan hati yang tulus dan senyuman.. Tetap lah santai dan sabar.. Semoga Tuhan lancarkan urusan bapak ya. " ucap petugas itu dengan pelan dan lembut.
" iya pak " jawab Nashrul mulai merasa gemetar.
" semoga kamu kuat menghadapi masalah ya " ucap petugas itu.
" hmm.. " Nashrul pun bergumam..
" pasti kamu ada masalah asmara dan pekerjaan kan?? " tanya petugas itu.
" kok bapak bisa tau!!? " tanya Nashrul menolehkan wajahnya kebelakang dan menatap petugas itu.
" Astagfirullah.. " ucap Nashrul agak terkejut ketakutan.
Petugas keamanan itu pun hanya tersenyum simpul.. Dan lalu pergi.. Nashrul pun bertanya-tanya siapa petugas itu. Karena sudah malam, Nashrul pun memutuskan untuk pulang.. Di bawah rintik rintik hujan.. Setelah sampai di kost nya seperti biasa dia pun menjalani aktivitas malam nya setelah dinas.. Tak lama dia pun tertidur di sofa tamu..
Tak terasa Pagi pun telah tiba.. Sayup sayup azan Subuh terdengar menggema.. Nashrul pun bangun dari tidurnya, dia pun menyadari bahwa dia tertidur di sofa ruang tamu nya..
__ADS_1
Tiba tiba telpon pun berbunyi..