
Kabut putih tiba tiba menyingkap, Entah dari mana kabar itu muncul.. Membangunkan putri dari tidurnya.. Di pun berjalan ke arah ruang tamu. Dengan matanya yang masih mengantuk. Di televisi diberitakan bahwa ada kecelakaan hebat dan memakan korban. Dia pun menanyakan kepada ibunya apa yg terjadi.
" ada apa sih bu?? " ( tanya putri kepada ibunya yg sedang menonton televisi )
" ini neng ada kecelakaan kereta. Di deket stasiun B. " ( jawab sang ibu )
" hah.. Apa bu !? " ( ucap putri kaget dan langsung melihat berita itu )
" iya neng.. Memakan korban katanya " ( ujar sang ibu )
" hah astagfirullah.. " ( ucap putri syok melihat berita itu )
Putri pun langsung menyadari bahwa Nashrul yg sudah lama tidak ada kabar.
Dia pun langsung mencoba menelepon Nashrul tapi tidak ada jawaban. Dirinya diserang rasa khawatir dan cemas.
Putri pun yakin bahwa Nashrul seorang Masinis di Stasiun itu. Dengan terburu buru dia pun menaiki motornya dan bergegas ke stasiun, dengan fikiran yg tidak tenang . Mukanya terlihat khawatir sekali.. Sesampainya di stasiun. Putri pun menerobos kerumunan banyak orang.
Dengan syok dia melihat kereta yg sudah rusak parah, di depan nya ada dua truk besar yang sudah terguling. Kereta itu menabrak truk dengan kecepatan tinggi membuat dua truk itupun terseret.
Dia pun berjalan dengan gemetaran.. Langkah demi langkah, detak jantung nya tidak karuan, melihat tragedi menyeramkan itu.
Tiba-tiba ada seorang relawan penyelamat yg mengangkat tubuh seorang Masinis dari kereta yg rusak itu dengan keadaan lemas.. Darah menetes dan membasahi seragam Masinis tersebut.
Putri pun Melihat keadaan Masinis tersebut langsung syok, Putri pun seperti mengenalinya siapa Masinis tersebut. dia pun dibaringkan didepan putri, Putri pun terkejut dan histeris, merasa kakinya tidak kuat berdiri.
Sosok Masinis yg dibaringkan ternyata adalah Nashrul , Putri mengenali nya walaupun tidak ada kacamata nya. Kondisi nya yg sudah berdarah darah, darah seperti mewarnai seragam putih nya dan seluruh tubuhnya .. Putri pun memangku kepala Nashrul dan mencoba membangunkan nya. Seperti tidak bisa.. Putri pun panik dan histeris. Dia pun mengusap pipi Nashrul.
" mas.. Bangun mass " ( ucap putri sambil menetes kan air matanya )
" mass " ( ucap putri histeris )
Dengan agak berat Nashrul mencoba membuka matanya, mengenali sekelilingnya. Dia mendengar suara putri yg mulai histeris di telinga nya. Dengan agak pelan dia memanggil putri.
" put.. Put " ( ucap Nashrul lirih)
" mass.. Kenapa mass " ( tanya putri agak tenang dari tangis nya )
" maaf ya mass gak hubungin kamu, mas sampai gak ada kabar " ( ucap Nashrul pelan )
" gak papa mass, yang penting mass yang kuat ya.. Tahan mass, Tenaga Medis sudah mau sampai " ( ucap putri mencoba menguatkan Nashrul )
" mass udah gak kuat neng.. Ikhlaskan ya klo mass pergi.. " ( ucap Nashrul pelan sembari menahan rasa sakit )
" enggak mass.. Mas pasti kuat.. Mass bisa..!! " ( ujar putri menyemangati Nashrul untuk bisa selamat dari tragedi itu )
__ADS_1
" ahhkk.... Sakit banget.. Maaf ya geulis. Dah.. " ( ucap Nashrul menahan sakit, dia merasa dirinya tidak kuat dan dia pun tewas ditempat kejadian. )
" mass.. !!! " ( teriak putri histeris )
Nyawa Nashrul tak terselamatkan, Nashrul pun tewas seketika akibat kecelakaan tersebut.. Putri pun histeris dan menangis sejadi jadinya.
Tiba tiba Putri pun terbangun dari mimpi buruk nya dan berteriak Dengan nafas yang terengah - engah.
Ahhhhkkk..
" hah. Hah... Ya Allah cuma mimpi, untung cuma mimpi ya Allah " ( ucap putri yg kaget bangun dari tidurnya dengan nafas.... terengah engah )
" kok mimpinya seperti nyata ya " ( ujar putri )
" jangan sampai ya Allah kejadian seperti itu.. Naudzubillah " ( ucap putri yg masih agak syok dengan mimpi itu )
Dia pun menenangkan dirinya dan terduduk di kasur nya, Tiba-tiba ibu putri membuka pintu kamar nya..dan menayakan keadaan nya.
" ada apa nak?? " ( tanya ibu putri kaget sambil membuka pintu kamar nya )
" enggak ada apa apa bu " ( ucap putri )
" kok nafas kamu agak terengah engah " ( tanya sang ibu penasaran )
" kamu lupa baca doa ya?? " ( tanya ibu sambil tersenyum )
" hehehe " ( jawab putri tertawa kecil )
" kok ibu masih pakai mukena?? " ( tanya putri keheranan )
" tadi ibu habis sholat tahajud, kaget kamu teriak gitu. Kirain ada apa.. " ( ucap sang ibu )
" owh.. aku mau sholat tahajud dulu deh bu biar tenang " ( ujar putri bangkit dari kasurnya )
" yaudah sana " ( ucap sang ibu sambil berbalik badan menuju kamar )
Akhirnya putri pun menunaikan sholat tahajud, setelah sholat tahajud dia pun berdoa
" ya Allah lindungilah diriku dan dirinya.. Keluarga ku dan keluarga nya.. Lindungi mass Nashrul dimanapun dia berada ya rabb " Aamiin..
Setelah membereskan mukena dan sajadahnya dia pun memutuskan untuk tidur kembali.. Tapi dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan mimpi itu.
" eh.. Kan ada ya. Mimpi jadi nyata?? " ( tanya putri dalam hati sambil menatap langit langit kamarnya )
" Enggak, jangan sampai ah, Naudzubillah " ( ucap putri mencoba menghilangkan mimpi itu dari kepalanya )
__ADS_1
" tapi kok mimpi itu terlihat nyata sekali " ( ucap putri )
Dia pun duduk di meja belajarnya. Dan ia membuka tirai jendela kamar nya. Memandang indahnya langit malam di kota Bandung . Bulan muncul dari balik awan dan bintang ikut menghiasi malam itu.
" masya Allah indah banget " ( ucap putri sembari memandang langit malam )
" eh kok.. Ngomong ngomong, Mass Nashrul gak ada kabar ya?, tadi kan gw gak ke kamar kost nya. " ( ucap putri memikirkan siang tadi )
" hadeuh.. Saking sibuk tugas kuliah bisa bisanya gw lupa sama dia " ( ujar putri menyalahkan dirinya sendiri )
" gw takut klo mimpi itu jadi nyata.. " ( ucap putri cemas )
" hadeuh " ( ucap putri memikirkan keadaan Nashrul )
Pada jam yang sama. di kereta, Nashrul pun terbangun dari tidur nya. Kereta masih berjalan dijalurnya. Melihat si July masih tertidur. Dia pun menengok ke arah jendela kereta..
" udah sampai mana sih? " ( tanya Nashrul dalam hati sambil menikmati keindahan langit malam )
Tiba-tiba rauff pun datang ke ruang istirahat petugas..
" eh kang , udah bangun.. Baru gek saya mau tidur " ( ucap Rauff sambil melepas topi kondektur nya )
" lah udah ngecek.? " ( tanya Nashrul )
" udah lah.. " ( ucap Rauff tenang )
" bukanya ada berapa stasiun lagi ya " ( ujar Nashrul keheranan )
" iya bablas aja udah kang.. Gak ada naikin penumpang " ( ucap Rauff )
" owh. Jangan dibangunin tuh kesian.." ( ujar Nashrul )
" iya.. " ( ucap Rauff membuka jass nya )
" kok tiba-tiba saya kefikiran putri yak?? " ( ucap Nashrul pelan dan memikirkan keadaan putri )
" kenapa kang?? "( tanya Rauff )
" eh.. Enggak kok cuma kangen aja.. Hehe " ( jawab Nashrul )
" cie.. Kangen ama putri yak.. " ( ujar Rauff meledek )
" hehehe " ( ucap Nashrul )
Dah sampai sini dulu. Dadah..
__ADS_1