
Tak terasa waktu pun berganti malam.. Sang mentari pun turun digantikan oleh sang rembulan. Putri pun terburu buru turun dari kereta . Dan menanyakan keadaan Nashrul kepada petugas stasiun yang ada disitu.
" misi kang " ucap Putri.
" eh iya ada apa mbak.. " tanya petugas stasiun tersebut dengan ramah.
" mau nanya pak Nashrul gimana kabarnya ya?.. " tanya Putri.
" owh pak Nashrul dia udah pulang mbak " jawab petugas stasiun tersebut
" hah pulang ke rahmatullah. Meningsoy dia??!. " ucap Shasya kaget memotong ucapan petugas stasiun tersebut.
" hush kamu ini " ujar Putri geram sambil mencubit lengan shasya.
" enggak mbak maksud saya.. eh udah pulang ke rumahnya tadi " jawab petugas stasiun itu agak tersenyum
" issh sakit.. Owh " jawab Shasya sambil meringis kesakitan.
" mulutmu itu tak cubit ini " ucap Putri geram sambil menunjukan tangannya yang ingin mencubit .
" ya maaf " jawab Shasya agak takut.
" klo orang ngomong jangan dipotong apa.. Gak sopan " ucap putri kesal.
" Maaf hehehe " jawab Shasya agak tertawa dan mengelus lengannya yang dicubit putri tadi.
" maaf ya kang.. " ujar Putri.
" iya " jawab petugas stasiun itu dengan ramah.
" permisi. " ucap Putri sambil menarik lengan shasya.
" iya " jawab petugas stasiun tersebut.
" dasar gak tau malu lu " ucap Putri mencubit kembali tangan shasya.
" ampun ih sakit " jawab shasya mengelus lengan nya.
" naudzubillah jangan sampai ya Allah " jawab Putri menuju parkiran motor.
" yuk ke kost an nya mas Nashrul " ajak Putri.
" tadi berantem sekarang baikan.. Emang dasar wanita.. " ujar shasya.
" gw tabok sekali lagi ye " ucap Putri mengambil ancang ancang untuk memukul.
" iye.. " ucap shasya menaiki motornya
" mau ikut gak lu " tanya Shasya.
" ya.. mau lah " jawab putri.
" biarin tak tinggal " ucap shasya sambil menjalankan motornya dengan pelan.
" eh jangan donk " jawab putri sambil berlari menghampiri shasya yang sedang berhenti dekat gerbang stasiun.
...----------------...
Di waktu dinas Usai.. Mereka pun memutuskan untuk pulang. Para Masinis pengantar penumpang sudah selesai akan tugasnya.
" pak " teriak Ehsan memanggil July.
" eh ada apa ya pak..?? " tanya July
" ini pak mau mengembalikan tas nya pak Nashrul " jawab Ehsan sambil membawa tas Nashrul.
" emang ketinggalan ya?? " ujar July
" iya pak buktinya ada di belakang kursi Masinis .. Pas pingsan kan gak pke tas kan?? " tanya Ehsan.
__ADS_1
" iya.. " jawab July
" iya nih. Balikin deh pak" ucap Ehsan srmbari memberikan tas Nashrul kepada July
" yaudah sini dah.. " jawab July sambil mengambil tas yg diberikan Ehsan.
" makasih ya pak " ucap Ehsan
" iya " jawab July..
" ini tass pke kelupaan lagi.. " ujar July sambil membawa tas Nashrul menuju parkiran stasiun.
" kan gw males nganterin nya " ucap July.
...----------------...
Sesampainya di kost an Nashrul.. Putri dan shasya memutuskan untuk ke kamar Nashrul..
Tok.. Tok.. Assalamualaikum.
Pintu kamar itu pun diketok oleh Putri.
" wa'alaikumsalam " jawab Nashrul sambil membukakan pintu.
Nashrul pun melihat Putri dan Shasya di depan kamarnya.. Shasya pun tersenyum kepada Nashrul.. Sedangkan Putri tidak.. Rasa bersalah menghantui wajahnya..
" ngapain kalian berdua kesini " tanya Nashrul sinis sambil mengingat kejadian tadi pagi.
" gara gara kalian mass jadi diperban gini.. Mana mass gak dinas lagi.. " ucap Nashrul kesal.
" anu.. Ehh.. Maaf mass " jawab Putri agak gugup dan menundukan wajahnya.
" belum puas kamu menuduh mass mendua.. Gak setia? Iya belum puas..?? " tanya Nashrul kesal.
" udah mass " jawab Putri pelan sambil meneteskan air mata nya
" trus ngapain.. Mau minta maaf.. Nangis nangis.. Gak usah cengeng deh.. " ujar Nashrul yang masih tersulut emosinnya.
" aku kesini mau minta maaf mass.. Shasya udah ngejalasin ke aku " ujar Putri mencoba menjelaskan kejadian yg sebenarnya.
" owh bagusslah klo udah paham " jawab Nashrul sinis.
" tau gak mass udah dua jam gak sadarkan diri.. Temen temen mass kerja.. Pada khawatir semua.. Bahkan kenal kan kalian kang July. Nangis dia liat mass gak sadar sadar.. " ucap Nashrul menimpali perkataan nya.
" iya maaf mass " jawab Putri sambil meneteskan air matannya.
" naon kang?? " tanya July yang tiba tiba muncul diantara mereka bertiga.
" eh ngape lu dateng kemari ?? .. " tanya Nashrul.
" ini mau balikin tas " jawab July sambil membawa tas Nashrul.
" emang ketinggalan ya di kereta.. " tanya Nashrul.
" iya " jawab July sambil memberikan tas kepada Nashrul.
" yaudah makasih " jawab Nashrul sambil mengambil tas yang diberikan July
" saya mau cabut ya bang " ucap July
" lah gak mampir dulu " tanya Nashrul.
" gak lah " jawab July sambil berjalan meninggalkan Nashrul.
" padahal stok kopi banyak lho disini " ucap Nashrul agak kencang menggoda July.
" eittsss. Numpang ngopi sebentar boleh gak bang " tanya July membalikkan badan nya.
" boleh sana bikin sendiri di dapur " ucap Nashrul.
__ADS_1
" yess.. Makasih bang.. " jawab July berjalan menghampiri Nashrul
" iya permisi " .. Jawab July sambil memasuki ruangan kost an Nashrul.
" aku minta maaf ya mass " jawab putri menundukan wajahnya dan mulai Menangis.
" udah ya cantik.. Hapus Air matamu.. " ucap Nashrul sambil bersimpuh dan menatap Wajah putri.
" mass tuh mungkin kecapean juga jadi mass pingsan " ucap Nashrul sambil tersenyum manis.
" iya " jawab putri mengusap air matanya dengan hijab nya.
Nashrul memang bersifat seperti Rubah yang buas tapi ia bisa berubah menjadi Kucing jika hadapan Putri.. Dia pun mencoba untuk menenangkan putri dan mengajak nya masuk kedalam Kost nya. Amarah nya dia buang jauh jauh..
" gimana bang kok bisa pingsan.. Banyak fikiran ya? " tanya July sambil membawa kopinya ke ruang tamu.
" iya sihh.. Orangtua sakit.. Kefikiran sampai gak pengen sarapan " jawab Nashrul.
" atuh pake gak sarapan.. asam Lambung nya naik kali tuh " ujar July sambil duduk disamping Nashrul.
" gak tau dah " jawab Nashrul.
" emang mass sakit orangtua nya? " tanya Putri
" iya neng.. Di Bekasi sana.. Mass disuruh pulang.. Kan mass gak bisa ninggalin pekerjaan yang disini " jawab Nashrul agak menghela nafasnya
" iya sih.. Semoga cepet sembuh deh.. " jawab Putri
" Aamiin " ucap Nashrul.
" emang keras ya.. Terbentur nya kok sampai diperban gitu kepalanya " tanya Shasya.
" kenceng mbak sampe bocor.. " jawab July.
" Astagfirullah berdarah.. " ucap Shasya kaget.
" udah ah lemes.. " ujar Putri mendengar kata darah ia meresa tidak kuat.
" iya sampai pada panik semua " ucap July.
" kita mah takut gak terselamatkan aja " ujar July menimpali ucapannya.
" hush lu ngomong nya.. Amit amit lah Naudzubillah belum siap Gw " ujar Nashrul
" tau nih.. " jawab Shasya.
" berapa jahitan sih jull " tanya Nashrul.
" mana ku tau.. " jawab July sambil meminum kopi nya...
" eh kalian mau minum? " tanya Nashrul menawarkan mereka berdua minum.
" eh gak usah repot repot deh mass " jawab putri malu.
" klo mau bikin aja didapur ya " ujar Nashrul.
" iya " jawab Putri.
" mass boleh minta air dingin gak " tanya Shasya.
" noh dikulkas ambil " jawab Nashrul ramah.
" makasih mass " ucap shasya beranjak dari tempat duduk nya menuju dapur
" iya.. " jawab Nashrul.
" baru pulang kuliah " tanya Nashrul
" iya mass " jawab Putri..
__ADS_1
Dah ya sampai nanti.. Dadah.