Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 117


__ADS_3

Putri pun menunggu di depan ruang operasi.. Seperti tak ada kepastian..


Tak terasa operasi pun usai.. Nashrul yang belum sadarkan diri di dorong menuju kamar nya. Putri pun mengikuti petugas itu menuju kamar..


" pasien blm sadar ya mbak. Nanti kita tunggu saja.. Semoga cepat sadar.. Klo udah sadar kasih minum ya mbak " ucap perawat yg membawa Nashrul ke kamar.


" siap mbak makasih.. " jawab Putri sambil tersenyum.


" iya.. Kami permisi. Marii " ucap Perawat itu serya meninggalkan Putri.


" iya.. " jawab Putri.


July yang mengkhawatirkan keadaan Nashrul pun dia menelepon putri.


" hallo put.. Assalamualaikum " ucap July


" wa'alaikumsalam kang " jawab Putri


" gimana bang Nashrul dah dioperasi.. " tanya July.


" udah kang.. Alhamdulillah lancar " jawab Putri agak tenang.


" Alhamdulillah atuh " ucap July merasa tenang.


" tapi belum sadar kang " ujar Putri agak khawatir.


" ya sabar dulu atuh. Ntar gek siuman " ucap July menenangkan putri.


" iya " jawab Putri.


" doain ya kang biar cepet sadar " ujar Putri.


" Aamiin " jawab July

__ADS_1


" Aamiin " ucap Putri.


" yaudah akang dinas ya.. Diem diem disitu nanti akang selesai dinas langsung kesitu ya " ucap July.


" iya kang " jawab Putri


" ya.. Assalamualaikum " ucap July sambil menutup telepon nya.


" wa'alaikumussalam " jawab Putri..


Tak terasa waktu pun cepat berjalan.. Azan Ashar menggema dari kejauhan.. Putri sudah terlihat agak pasrah.. Menunggu Nashrul yang tak kunjung sadar.. Dia pun terus berharap dan berdoa. Tiba-tiba Shasya pun datang ke rumah sakit itu menjenguk Nashrul.. Dia pun terkejut ada Putri yg sedang menunduk di samping Nashrul yg terbaring di ranjang itu .


" Hah putri " ucap Shasya kaget.


" heh " ujar putri sambil menengok ke arah shasya


" lah kok kamu disini " tanya shasya keheranan.


" eh kenapa " ujar shasya sambil menenangkan Putri.


" mass Nashrul belum kunjung sadar sya.. Aku bingung harus kya gimana " ucap Putri sambil menangis memeluk shasya.


" udah sabar. Kamu benci benci aslinya setia kan sama mass Nashrul " ucap Shasya.


" ish. Apaan si.. " ucap Putri sinis sambil mengusap air mata nya.


" udah gw paham kok... Iya lu yang sabar ya.. Oh ya Btw lu dah makan put? " jawab shasya mengalihkan pembicaraan.


" belum sya " jawab Putri polos.


" Astagfirullah.. Yaudah makan dulu.. Nih aku bawain roti.. Makan gih " ucap shasya sambil memberikan roti yang ia keluarkan dari dalam tas.


" ini kan buat mass Nashrul " ucap Putri.

__ADS_1


" udah lu makan aja.. Ntar lu sakit gimana " ujar Shasya.


" hmmm " putri pun berfikir sejenak.


" udah makan aja put.. " ucap shasya memaksa putri untuk memakan roti itu.


" iya deh. " jawab Putri sambil membuka bungkus roti itu


" jangan sampai kamu sakit deh.. Nanti aku gak ada temannya bestie.. " ujar Shasya sambil tersenyum.


" iya.. " jawab Putri.


" eh.. Gimana persiapan wisuda besok? " tanya Putri.


" hmm lancar kok alhamdulillah " jawab Shasya.


" kita lulus kan? " tanya putri


" iya.. " jawab Shasya dengan senang


" Alhamdulillah.. " jawab Putri senang


" Alhamdulillah " ucap Shasya.


" gak sabar buat nunggu besok nih sya.. " ucap Putri sambil tersenyum.


" iya hehehe " jawab Shasya.


" ngomong ngomong baju toga nya?? " tanya putri.


" udah tenang.. Aku dah bawain kok buat kamu.. Kita pakai kebaya kan bestie bukan toga.. " jawab Shasya sambil tersenyum.


" iya sihh.. Hehehehe " jawab Putri ikut tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2