Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 84 : Bertemu Seseorang IBU


__ADS_3

Pagi itu berjalan seperti biasa.. Nashrul pun bersiap siap untuk berangkat dinas.. Dia pun keluar dari kamar kost nya dan menguncinya.. Tiba tiba ibu kost menghampiri nya untuk menagih sewa kost..


" eh bu.. " sapa Nashrul


" iya.. Kasep " ucap ibu kost menghentikan langkah nya.


" ada apa ya bu " tanya Nashrul penasaran


" sekarang kan akhir bulan. Mana bayar uang sewa kost mu " ucap Ibu kost menagih uang sewa kost


" eh.. " jawab Nashrul.


" kamu kan gk pernah telat bayar kost. Jadi sekarang ibu mau nagih kamu dulu.. Klo yg lain belakangan nanti " ujar ibu kost


" kok gitu bu " tanya Nashrul keheranan.


" iya.. Hehehe " jawab ibu kost agak canggung.


" gak naik kan bu??" tanya Nashrul


" enggak.. buat kamu mah murah kasep " ucap ibu kost dengan nada merayu.


" owh iya bentar " ucap Nashrul sambil mengambil dompet nya.


" iya " jawab ibu kost.


" nih bu 500k ya bu " ucap Nashrul sambil memberikan uangnya.


" iya " ucap ibu kost mengambil uang yg diberikan Nashrul.


" makasih ya bu " ujar Nashrul.


" eh.. Kasep gimana kok kamu belum nikah " tanya ibu kost dengan agak julid.


" iya bu.. " jawab Nashrul agak malu.


" eh gak bosen apa jadi bujang " tanya ibu kost


" enggak bu " jawab Nashrul.


" katanya kamu suka anak pak salim di perumahan sana ya yg namanya putri putri itu " ujar ibu kost


" hehehe.. Iya bu " jawab Nashrul malu


" pantes.. Dia deket banget sama kamu.. " ujar ibu kost dengan nada menggibah ibu ibu


" iya.. " jawab Nashrul.


" udh bu saya mau dinas dulu ntar telat lagi " ucap Nashrul menghentikan percakapan.


" iya sok atuh mangga " jawab ibu kost


" misi bu " ucap Nashrul memulai jalannya.


" iya " jawab ibu kost sambil berjalan menagih uang kost yang lainnya.


" tumben banget.. Nagih kost pagi pagi buta " ucap Nashrul sambil berjalan ke arah tangga.


" malem sibuk kali. Hahaha " ucap Nashrul sambil tertawa.


Dia pun menuju parkiran kost dan menyalakan motor nya. Setelah itu dia pun berangkat ke stasiun seperti biasa.. Pagi itu cerah sekali.. Sang mentari muncul dari balik pegunungan daerah Bandung.. Udara dingin dan kabut mulai tersingkap.. Pucuk pucuk pohon cemara pun disinari sang mentari dari arah timur..


Sesampainya di stasiun.. Dia pun bertemu teman temannya


" hai apa kabar pak " sapa salah satu Masinis di stasiun itu


" Alhamdulillah baik " jawab Nashrul


" kamu gimana? " ucap Nashrul berbalik menanyakan kabarnya.


" baik pak. " jawab Masinis tersebut.


" Alhamdulillah atuh nya " ucap Nashrul.


" iya " jawab masinis tersebut.


" saya duluan ya " ucap Nashrul sambil berjalan meninggalkan masinis tersebut.


" iya pak sok atuh mangga " ucap Masinis itu ramah.


" pagi pak " sapa petugas stasiun.


" iya.. Pagi " jawab Nashrul


" pagi pak " sapa Nashrul kepada petugas yg seda ng membersihkan lantai stasiun


" pagi kang " jawab petugas kebersihan itu dengan ramah.


" hai bang " sapa July dengan senyuman.


" hai adek angkat.. Hahahaha " jawab Nashrul meledek July.


" ih.. " ucap July kesal


" hahahahhaha.... Bercanda " jawab Nashrul sambil tertawa.


" iye " jawab July sinis.


" pagi kang " sapa Nashrul melihat Rauff

__ADS_1


" pagi " jawab Rauff sambil menghampiri mereka berdua.


" hayo ngapain sih pagi pagi.. Ngomongin saya yak "


" dih ngaca sana lu " ucap Nashrul sambil tertawa.


" tau.. So bett terkenal. " ujar July sinis


" yeh.. " jawab Rauff sinis.


" belum ada keberangkatan kan? " tanya Nashrul.


" belum nih " jawab Rauff.


Tiba-tiba sesuatu yang tidak terduga bagi Nashrul. Ibunya dari Bekasi datang ke stasiun B itu untuk menemui Anaknya . Dari balik kerumunan orang yang sedang menunggu kereta.. Nashrul pun melihat ibunya. Dia pun masih positif thingking bahwa ibunya gak bakal datang kesini.


" ah orang lain mungkin " ucap Nashrul


" tapi kok mirip mamah ya.. Ya Allah " ucap Nashrul yang mulai menahan air mata kerinduan.


Saat ibunya menengok ke arah nya. Ia pun memanggil anak kesayangan nya.


" Nashrul " teriak sang ibu melihat Nashrul dari kejauhan.


" hah mamah " ucap Nashrul kaget.


" hah.. Apaan " tanya mereka berdua kaget dan menengok ke arah Nashrul.


Nashrul pun berlari menghampiri sang ibu.. Air matanya tak bisa dibendung.. Ibunya pun mulai menangis bahagia


" mamah " ucap Nashrul sambil berlari menghampiri ibunnya


" Nashrul sini " ucap sang ibu dengan tangan yg ingin memeluk nya.


" mamah " ucap Nashrul memeluk ibunya dengan erat dan mulai menangis


" ya Allah nak.. Kamu udah besar.. Dulu mamah gendong.. Mamah suapin klo makan. Sekarang kamu udah buat mamah bahagia " ucap sang ibu sambil menangis.


" iya mah.. Aku pulang mah.. Kepangkuan mu " ucap Nashrul menangis.. Ia pun membuka kaca mata nya.


" ya Allah.. Rindu mamah nak " ucap sang ibu mengusap air mata anaknya.


Para penumpang pun haru melihat mereka berdua.. Seorang ibu yang ditinggalkan anaknya merantau bertahun tahun..


" eh jull kok saya baper yak.. " tanya Rauff yg mulai terharu.


" iya ". Jawab July yg mulai menangis.


" jadi keingetan sama orang tua. " ujar july mengusap air mata nya.


" sama " jawab Rauff mulai mengusap air matanya


...----------------...


" itu ibunya kali ya bu " ujar salah satu ibu disamping nya


" iya bu.. Udh tua.. " jawab salah satu penumpang yang duduk disamping ibu tersebut.


" bangga banget pasti punya anak Masinis kya gitu " ucap salah satu penumpang yg disamping nya.


" iya.. Udah lama gak pulang kyaknya tuh " ucap ibu tersebut


" iya " jawab salah satu penumpang disampingnya.


" smpe nangis gitu ibunya " ujar penumpang lainnya


" iya kangen mungkin sama anak nya " ucap ibu tersebut.


...----------------...


" eh mamah sendiri kesini?? " tanya Nashrul memakai kacamata nya.


" enggak.. Noh sama teteh " jawab sang ibu


Ibunya datang bersama kakak nya dan suaminya beserta anak nya.


" teh " sapa Nashrul kepada kakak nya dan bersalaman


" wah udah sukses dia " ujar Kakaknya


" hehehe " jawab Nashrul malu


" om.. " sapa Nashrul bersalaman kepada suami sang kakak


" iya.. Ini adek kamu? " tanya sang suami kepada sang istri


" iya.. Mantepp kan " jawab sang istri


" iya.. " ucap sang suami


" hai imut " sapa Nashrul kepada keponakan nya.


" om Nashrul.. Aku mu liat kereta donk " ucap keponakan nya dengan nada menggemaskannya.


" mau liat kereta " tanya Nashrul.


" yuk sini " ucap Nashrul sambil menggendong keponakan nya itu.


" adek kamu jadi Masinis mantep juga " ucap sang suami

__ADS_1


" ya iyalah diakan yg ngirim duit ibu paling banyak " jawab sang istri.


" masa.. " tanya sang suami tak percaya.


" tanya sendiri sana sama ibu.. " ujar sang istri sinis.


" iya.. " jawab sang suami


" jangan jauh jauh rul " ucap sang kakak melihat anaknya dibawa sang adik.


" iya teh " jawab Nashrul sambil menggendong keponakan nya


" eh mamah mau ikut ah liat liat " ucap sang ibu sambil berjalan mengikuti Nashrul.


" mau ikut? " tanya sang suami.


" yaudah ikutin aja.. " ucap sang kakak mulai mengikuti sang ibu.


...----------------...


" kenapa nih kalian nangis " tanya Nashrul sambil menggendong keponakan nya.


" eh enggak bang " jawab July malu.


" enggak atuh mata saya perih " ucap Rauff mengalihkan suasana.


" yeh " jawab Nashrul sinis.


" anak siapa bang maen bawa bawa bae " tanya July.


" keponakan ini.. Anak kakak saya " jawab Nashrul.


" owh " ucap July.


" om om.. Kereta nya gede banget.. " ucap ponakan itu


" iya.. " jawab Nashrul.


" jangan jangan dia suka kereta sama kya abang " ucap July


" biarin.. Buat penerus saya klo bisa. Hahahaha " jawab Nashrul sambil tertawa.


" lucu juga ya.. Berapa tahun umurnya kang? " tanya Rauff.


" 4 tahunan kyaknya " jawab Nashrul


" owh.. " ucap Rauff


" ini kereta yang sering kamu bawa rull " tanya sang ibu tiba-tiba muncul dibelakang nya.


" iya mah ini " jawab Nashrul ramah.


" mengkilat juga ya " ucap Sang ibu mengagumi keindahan kereta tersebut.


" itu mamah kamu rull " tanya Rauff.


" iya sok atuh kenalan " jawab Nashrul.


" bu.. " sapa Rauff bersalaman.


" iya nak " jawab sang ibu ramah


" ibu. " ucap July yg ikut bersalaman.


" iya " jawab sang ibu.


" kenalin nih mah ini asisten saya.. Namannya July " ucap Nashrul memperkenalkan July dihadapan ibunya


" klo yg itu temen saya namanya Rauff dia kondektur di kereta saya " ucap Nashrul memperkenalkan rauff.


" owh.. " jawab sang ibu..


" sini adek " ucap sang kakak mengambil anak nya yg digendong Nashrul.


" nih teh.. " jawab Nashrul sambil memberikan keponakan nya tersebut.


" ehh.. Eh " ucap Nashrul melihat topi Masinis milik nya diambil keponakan nya.


" topi om nya diambil " ucap sang ibu


" sini balikin ganteng.. " ucap Nashrul merayu anak tersebut supaya mengembalikan topi nya .


" balikin dulu itu topi om nya " ucap sang kakak.


" balikin sayang " ucap sang ibu.


" hahaha imut juga ya " ucap July tertawa melihat kelakuan anak kecil itu.


" iya " jawab Rauff yg ikut tertawa.


" dedek mau kya om emang.. Bisa mbem gitu pke kereta " ucap sang ayah dari anak itu.


" iya.. " jawab Sang anak sambil mengangguk.


" hahaha.. Nanti sama om naik kereta ya " ucap sang ibu dari Anak itu.


" hehe sini.. " ucap sang kakak mencoba merampas topi yg dipegang anak nya


" biarin teh belum dinas ini " ucap Nashrul

__ADS_1


" ntar diamah di gigit gigit .. Kya makanan " ucap sang kakak.


Dah sampai sini dulu ya.. Dadah


__ADS_2