
Tak terasa hari pun berganti malam.. Putri yang berniat sholat Magrib pun meminta shasya untuk menjaga Nashrul sebentar.
" sya.. Gw sholat maghrib dulu ya " ucap Putri sambil membawa mukena nya.
" iya ntar gantian " jawab shasya yang masih asyik dengan ponsel nya.
" iya.. " jawab Putri sambil berjalan keluar kamar itu.
Putri pun berjalan keluar kamar itu dan menuju mushola rumah sakit tersebut.
Tak beberapa lama..
Tiba-tiba Nashrul pun agak kesulitan bernafas.. Shasya pun agak panik.. Dia pun segera memanggil perawat yang ada disitu .. Terlihat dari alat yang disamping nya.. detak jantungnya mulai melemah..
" mbak.. !!!" teriak shasya agak histeris kepada suster yang berjalan didepan nya.
" eh ada apa.. " jawab suster itu kebingungan.
" itu temen sya.. Sesak nafas .. Sus " ucap Shasya mulai panik
" Astagfirullah.. Bentar saya panggil kan dokter.. " jawab suster itu berlari ke ruangan dokter.
" iya " jawab shasya yang masuk kembali ke kamar tersebut.
Shasya pun terlihat panik dan kebingungan.. Melihat Nashrul yang kesulitan bernafas dan detak Jantung nya terlihat melemah di alat tersebut.
" mass " ucap Shasya mulai menangis karena panik
Di stasiun kereta baru saja sampai di Stasiun Bandung waktu itu.. July pun mulai merasa berfikiran yang tidak enak.. Di pun tidak terlihat tenang..
" ada apa kang ??!" tanya Rauff melihat July agak cemas saat turun dari lokomotif..
" engga.. Kok fikiran saya gak enak ya " jawab July.
Tiba tiba telepon Rauff berbunyi..
__ADS_1
" halo ada apa sya " tanya Rauff keheranan.
" gawat kak.... Mas.. " ucap Shasya mulai menangis.
" ada apa !!?" tanya Rauff agak keras.
" mas Nashrul kak.. " ucap Shasya sambil menangis.
" iya kenapa kang Nashrul " tanya Rauff.
" huhuhuhu " shasya pun mulai menangis.
Tak sengaja shasya pun mematikan telepon itu..
Rauff dan July mulai terlihat tegang.. Mereka pun mulai panik..
Flashback ON..
Di dalam ruangan yang gelap.. July pun menengok ke arah kanan dan kiri.. Seperti tak ada siapa pun.
Tiba tiba lampu menyoroti satu tempat yang sepi.. Terlihat di bawah lampu itu ada orang yg tergeletak tak berdaya dan bersimbah darah.
Wajah nya tertutup helm yg sudah retak bagian kepala nya. Kaca helm tersebut retak dengan perlahan dia pun membuka kaca helm tersebut.. Alangkah terkejut nya July melihat wajah Nashrul yg mulai berdarah..
" Astagfirullah bang!!!" ucap July syok..
" bang bangun bang.. " ucap July sambil menangis mencoba membangun kan Nashrul yg sudah tak berdaya tersebut.
" bang !!! " ucap July histeriss.
Usaha membangunkan Nashrul terlihat sia sia..dia pun tak membuka mata nya sama sekali.. Tiba-tiba ada suara orang dari belakang July.
" dia sudah mati.. " ucap orang misterius tersebut.
" hah !!" ucap July syok dan menangis.
__ADS_1
July pun menangis meratapi kepergian seorang yang mungkin dia anggap saudara kandung nya sendiri.
Flashback OFF
...----------------...
Di mushola rumah sakit itu terlihat Putri sedang sholat.. Saat sholat putri merasakan fikiran yang tidak enak..
" ya Allah fikiran saya kok gak enak gini ya " batin Putri saat sedang sholat..
" ada apa ya Allah " ucap Putri mencoba untuk tetap tenang dan fokus saat beribadah.
......................
" ya Allah mass " ucap Shasya mulai menangis tak tega.
Terlihat dokter dan suster berusaha sekuat tenaga untuk mempulihkan detak Jantung Nashrul yang mulai melemah.. Terpasang alat pernapasan di hidung Nashrul.. Dibantu bernafas dengan tabung oksigen..
...----------------...
" lu telpon balik lah kang " ucap July mulai khawatir dengan keadaan Nashrul
" iya sebentar.. " jawab Rauff sambil mengambil handphone nya.
Telepon dari Rauff tak terangkat..
" gak diangkat kang " ujar Rauff panik.
" ihh gimana nih.. " ucap July mulai panik ...
" apa kritis?? " tanya Rauff.
" gak tau. " jawab July yang terlihat tidak tenang..
" coba chatt aja kang " ucap July mulai khawatir
__ADS_1
" Iya sebentar... " jawab Rauff..
Mereka berdua pun terlihat panik..