Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 61


__ADS_3

Setelah membayar makanan yg dipesan. Nashrul dan July pun seperti biasa naik kedalam kereta. Sebelum naik ke kereta Nashrul menyuruh July untuk mengambil surat izin berangkat dari PPKA.


" ambil dulu gih surat nya.. " ( ucap Nashrul menyuruh July )


" iya bang " ( jawab July )


" biarin gek gw tinggal lu . Hahahaha " ( ucap Nashrul sambil tertawa di ruang kendali kereta )


" bukan dri tadi makannya" ( ucap Nashrul )


" bang..!! " ( teriak July kepada Rauff )


" ngape..? " ( tanya Rauff sambil menoleh ke arah belakang )


" udah ni. Dah boleh berangkat, buruan " ( ucap July )


" lah kirain gw manggilin siapa? " ( ujar Nashrul )


" udah? " ( tanya Nashrul kepada July yg baru naik ke ruang lokomotif )


" udah bang " ( ucap July )


" itu si Rauff bukanya dipanggilin lagi " ( ucap Nashrul sambil melihat Rauff dari ruang lokomotif )


" woi.. Kang... Hayuk " ( teriak July dari jendela Kereta )


" bentar saya bayar dlu " ( ucap Rauff yg mulai bergegas bangun dari tempat duduk nya )


" punya kondektur lelet banget si yak" ( ucap Nashrul sambil melepas topi nya )


" tau tuh " ( ujar July )


" untung kondektur klo penumpang mah saya tinggal " ( ucap Nashrul agak kesal )


" hadeuh.. "


Tidak berapa lama mereka menunggu. Akhirnya Rauff dengan terburu buru menaiki gerbong kereta..


" udah masuk.. Si Rauff tuh " ( ucap Nashrul )


" udah bang " ( jawab July sambil melihat Rauff masuk ke kereta )


" hadeuh punya kondektur begini amat ya " ( ucap Nashrul agak mengeluh )


" heuh "


" udah yuk berangkat bang " ( ajak July )

__ADS_1


" yuk dah.. " ( jawab Nashrul )


" ngasih semboyan keberangkatan kuy " ( ucap Nashrul )


" sip.. " ( jawab July sambil mengasih semboyan ke petugas PPKA )


" bismillah.. " ( ucap Nashrul sambil menjalankan kereta )


Mereka pun melanjutkan perjalanan, meninggalkan stasiun tersebut.. Tak terasa waktu pun sudah sore..


" ada rute tambahan gak ni jull " ( tanya Nashrul )


" kya gk ada deh bang " ( jawab July sambil melihat rute perjalanan )


" gak kya hari biasa ya " ( ucap Nashrul )


" iya nih.. Mungkin minggu bang " ( jawab July )


" perasaan gak ada hubungannya ya. " ( ucap Nashrul )


" entah lah.. " ( jawab July )


" berarti pulang cepet kita " ( ucap Nashrul sambil melihat kearah depan )


" bisa jadi sih bang .." ( jawab July )


" Alhamdulillah.. Sampai juga di stasiun " ( ucap Nashrul sambil memberhentikan kereta )


" iya bang " ( jawab July )


" selesai juga ni dinas Ya Allah " ( ucap Nashrul )


" iya bang " ( jawab July )


" ya Allah.. " ( ucap Nashrul sambil nemijit pundak nya )


" kenapa bang? " ( tanya July agak khawatir )


" enggak ini cuma pegel aja.. Hehehe " ( jawab Nashrul )


" kecapean kli bang.. " ( ucap July sambil menepuk dan nemijit pundak Nashrul )


" enggak papa udah.. " ( jawab Nashrul menenangkan July )


" awas gek kenapa napa " ( ucap July )


" kenapa napa gimana?? " ( tanya Nashrul )

__ADS_1


" jangan sampai sakit lagi " ( ucap July )


" enggak lah " ( jawab Nashrul menenangkan )


" yaudah saya duluan ya bang " ( ucap July sambil keluar dari ruangan lokomotif )


" iya.. Eh gak jadi ikut? .. " ( tanya Nashrul )


" entah.. Liat nanti aja " ( jawab July )


" owh.. Iya iya " ( jawab Nashrul )


Nashrul pun turun dari kereta.. Dia pun melihat jam di stasiun. Menunjukan pukul 20.30 malam


Dia pun bergegas menuju parkiran stasiun.


" eh pak mau pulang.. " ( sapa kepala stasiun )


" iya nih pak.. " ( jawab Nashrul dengan ramah )


" hati hati ya. " ( ucap kepala stasiun itu dengan ramah )


" iya pak.. " ( jawab Nashrul sambil tersenyum )


" saya bangga punya Masinis terbaik seperti kamu.. " ( ucap kepala stasiun tersebut )


" eh iya pak makasih.." ( jawab Nashrul )


" besok lebih giat lagi ya.. Dinas nya.. Mungkin besok lebih sibuk dari hari ini.. Semangat ya " ( ucap kepala stasiun itu kepada Nashrul )


" siap pak.. " ( jawab Nashrul dengan hormat )


" saya permisi dulu ya..malam " ( ucap kepada stasiun )


" iya malam juga pak " ( jawab Nashrul sambil tersenyum )


Kepala stasiun itu pun meninggalkan Nashrul. Dan dia pergi menghampiri mobil nya.


" heuh kudu ramah dah sama kepala stasiun.. Klo gk bisa gawat " ( ucap Nashrul sambil melihat ke arah kepala stasiun itu pergi )


" kok badan pda pegel yak.. Hadeuh apa akibat begadang malam minggu kemarin ya? " ( ucap Nashrul sambil melemaskan otot pundak nya )


" entahlah.. Langsung ke rumah putri aja " ( ujar Nashrul sambil menaiki motornya )


Nashrul pun berangkat ke rumah putri malam itu juga. Karena sudah berjanji padannya..


Dah ya sampai sini dlu.. Dadah..

__ADS_1


__ADS_2