Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 219 ( Nyaris )


__ADS_3

'' longsor di titik km 270 dari stasiun * '' ucap salah satu petugas memberikan laporan.


'' iya pak nyaris saja, kereta nya ikut jatuh ''


'' astagfirullah.. ''


'' udah kerahkan semua nya, kita kesana !! '' ucap pegawai daop


'' siap pak.. Bawa petugas kepolisian juga ya pak ?? ''


'' iya ''


...----------------...


'' ini gimana pak.. Udah hampir sejam setengah.. Mana gerimis lagi '' tanya pramugara kereta itu menyadari tetesan air jatuh di kepala nya..


'' yaudah kamu ambil payung.. '' jawab Rauff


'' siap pak.. ''


'' nanti juga datang kan bantuan nya '' tanya July lagi


'' iya tapi panik nya loh ini.. Kesian para penumpang kan seperti terlantar '' jawab Rauff


'' hmm ''


'' yaudah saya balik ke ruang lokomotif dulu '' ucap July


'' iya ''


July pun kembali ke kabin Masinis.. Melihat Nashrul sedikit syok dan sedih..


'' pengalaman baru pertama kalinya saya menemukan masalah seperti ini.. Nyaris saja, membuat kita semua celaka ''


Glegerrr..


Suara petir pun menggelegar.. Hujan mulai turun di daerah itu dengan deras nya .. Nashrul mulai pun merasa putus asa.


'' bang.. ''


'' jull.. ''


'' saya merasa gagal dalam mengantarkan penumpang.. ''


'' saya tau itu bang.. Tpi mau gimana?? ''


'' iyah.. ''


'' udah jangan oberthingking masalah ini.. Ini kita cari solusi udah setengah jam lebih kita disini !!.. Apakah kita nanti akan mati juga ??!! ''


'' hmm ''


'' fikirin para penumpang bang.. Kita nih bawa nyawa manusia !! ''


'' syutt !!! ''''


'' bang !! "


" saya tau jull.. Saya gak mau mereka celaka.. Saya gak mau mereka mati gitu aja.. Saya rela mati.. Demi keselamatan mereka !! "


" so ???!! "


" gw harus mundurin lokomotif ini " jawab Nashrul sedikit termenung.


" woi.. Longsor !! " teriak Rauff dari bawah.


" Astagfirullah.. " ucap Nashrul terkejut.


" bang mundur bang !! " teriak July panik


July pun menengok ke arah luar kabin.. Di tengah deras nya hujan.. Nashrul pun mencoba memundurkan kereta itu dengan perlahan..


" kenapa kang !! "


" ieu mundur !!! " teriak Rauff dari bawah


" bentar !! Ini lagi mundur " ucap July panik


" ya Allah " ucap Rauff panik.


" bang mundur bang!!! " teriak July sambil memukul body lokomotif.


" iya " ucap Nashrul sambil menangis. Dengan gemetar dia pun menggerakkan lokomotif untuk mundur.


" bang ini perjuangan hidup dan mati. !! Abang bisa !!! " teriak july.

__ADS_1


" ieu teh kumaha.. Gk dateng dateng " ucap Rauff panik..


" para penumpang dimohon untuk tenang.. Ada masalah teknis sedikit.. Kami himbau untuk tenang dan tetap berdoa " ucap pramugari menenangkan penumpang supaya tidak panik..


...----------------...


" kenapa dmang depan ?? "


" rel kereta nya amblas "


" Astagfirullah kok bisa ??!"


" iya mungkin hujan "


" ini jalan mundur ya ?? "


" iya ini sama pak Nashrul di mundurin.. "


" pak Nashrul gimana kabarnya ya.. Pasti dia lagi berjuang keras supaya kereta tidak ikut terperosok jatuh "


" kita berdoa aja.. Semoga baik baik saja "


" Aamiin "


...----------------...


" ya Allah huh.. Slrrpp "


" jull saya gak kuat " ucap Nashrul seketika menunduk dan menangis. Dia pun memberhentikan kereta itu


Hujan pun mereda.. Kabut tipis mulai tersingkap..


" bang ?!"


Nashrul pun menunduk dan menangis.. Tangan nya gemetar memegang tuas..


" abang gak apa apa ?? "


" jull.. Kita hampir mati tadi "


" Alhamdulillah bang.. abang telah menyelamatkan seluruh penumpang " ucap July memegang pundak Nashrul.


Nashrul pun menangis sesenggukan.. Dia pun tak berani berkata apa apa..


" jull "


"Alhamdulillah ya allah berhenti juga " ucap Nashrul pelan


" Alhamdulillah "


July pun memeluk Nashrul yang sedang menangis.. Wajanya sedikit pucat. Fikiran nya tidak tenang.. Jantung nya berdegup kencang.. Akhirnya Nashrul pun pingsan di dekapan July.


'' bang ?? ''


'' bang kok diem.. Gk ada suara nangis ''


'' astagfirullah bang !! "


" ieu teh kumaha.. Bang !! "


...----------------...


'' jdi gk ada korban pak '' tanya petugas itu kepada Rauff


'' alhamdulillah gak ada '' jawab Rauff sedikit tenang


'' penumpang kami suruh untuk pindah kereta.. Namti kereta ini akan ditarik oleh lokomotif dari belakang ''


'' iya pak.. ''


'' ini masinis dan asisten nya kemana ya pak ?? '" tanya salah satu petugas.


'' tadi ada asisten ny.. Tpi klo pak Nashrul saya enggak tau '' jawab Rauff


'' lapor.. . Penumpang sudah pindah kereta pak ''


'' yaudah kamu cek lagi apa ada ysng tertinggal ''


'' siap pak ''


'' kang !!! "" teriak july histeris dari jendela kabin


Teriakan itu membuat Rauff dan para petugas & pegawai yang sedang mengobrol di bawah terkejut.


" kenapa.. " tanya Rauff seketika menoleh

__ADS_1


" tolongin itu pak Nashrul gak sadarkan diri " ucap July sambil menangis histeris.


" Astagfirullah " ucap Rauff syok mendengar hal itu.. Dia pun panik.


" eh ya Allah.. "


" eh tolong dong tim medis " ucap salah satu petugas


Rauff pun Dan beberapa orang pegawai segera naik ke ruang kendali kereta


" Kenapa jull ?? " ucap rauff panik sambil membuka pintu.


" gak tau kang.. Tiba tiba aja " jawab July


" mana muka nya pucet gini " ucap Rauff mencoba membangunkan Nashrul.


" eh tolong dong tim medis mana oy buruan !! " teriak salah satu petugas di dekat pintu.


" kok bisa si pak "


" gak tau.. " jawab July panik.


Tim medis pun datang..


" yaudah kita turun biar tim medis yang ngecek keadaan nya .. Disini mah sempit. " ucap salah satu petugas yang keluar ruangan itu.


" iya.. Semoga aja gak apa-apa "


" jull mau turun ?? " tanya Rauff


" i.. Iya deh " jawab July.


Tim medis pun mengecek keadaan Nashrul yang tiba-tiba tak sadarkan diri.


" akang tau kan panikny kita di kabin gimana.. Nyawa kita dan jadi taruhan nya !! " ucap July memeluk rauff dan menangis.


" iya kang.. Tenang " jawab Rauff


" eh air air.. "


" owh iy puasa yak "


Kaki nya pun tidak kuat akhirnya July pun terduduk di pinggir rel itu. Fikiran negatif nya selalu menghantui nya.. Membuat dia takut kehilangan Nashrul.


" Astagfirullah "


" kesian itu pak nangis sampe sesenggukan gitu " ucap salah satu petugas merasa iba..


" tenang jull " ucap Rauff mencoba menenangkan july


" iya pak tenang.. Bapak aman kok disini " ucap salah satu petugas menenangkan July..


" kang udah.. Malu "


" bang Nashrul ! Iru kumaha " kata July


" iya.. Saya tau "


" saya belum pernah liat dia sepucat itu " ucap July


" iya gak apa-apa.. Udah tenangg " jawab Rauff.


Setelah mengecek keadaan Nashrul.. Tim medis pun turun..


" gimana pak keadaan nya ?? " tanya Rauff


" cuma syok aja kok pak.. Dan dia sedikit kelelahan aja " jawab tim medis itu


" Alhamdulillah " ucap mereka berbarengan.


" tungguin aja nanti dia siuman kok.. " kata petugas medis itu.


" tuh kan jull bener kan gak apa apa... Yaudah sekarang kmu temenin bang Nashrul.. Klo ada apa apa bilang aja. " ucap Rauff


" iya.. " jawab July beranjak dari dudeny lalu bergegas naik ke kabin.


" lebay bgt gk si " ucap petugas itu sedikit pelan disamping Rauff


" syutt " jawab Rauff menginjak kaki petugas itu


" aihhh.. "


" diem aja atuh ntar juga ngerasa malu sendiri " kta rauff


" ada ada aja.. Heuh bikin panik " ucap salsh satu pegawai lalu menyuruh untuk membubarkan diri..

__ADS_1


Akhirnya mereka pun bubar.. Sungguh men dramatisir sekali yah gengz.. Heuhh..


__ADS_2