Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 27 : Saling mengingatkan


__ADS_3

Tak terasa waktu pun sudah mau menunjukkan pukul 06.30 pagi. Mereka berduaan hampir setengah jam, July dan shasya sampai bosan.. July pun kembali merubah suasana romantis mereka.


" eh udah lah.. Mau dinas gak nih..?" ( ucap July kesal )


" eh iya yak.. Astagfirullah lupa.. Hehehe " ( ucap Nashrul sambil terburu buru memakai sepatu nya )


" begini nih klo pinggiran aspal dikasih nyawa " ( ucap July )


" huh cerewet.. " ( ucap Nashrul sinis )


" dah yuk put.. Katanya kita mau jalan jalan ke daerah lembang sana.. Nikmati hari libur." ( ucap shasya )


" iya.. Hehe " ( ucap putri )


" ok kamu jangan khawatirin mass ya. Mass gak papa kok.. " ( ucap Nashrul sembari tersenyum )


" iya mas.. " ( ucap putri sedikit agak tenang )


" dah yuk.. " ( ucap July mengajak Nashrul )


" abang saya boncengin biarin jangan bawa motor sendiri.. Ntar jatuh lagi " ( ucap July )


" iya deh.. Bisa kan kamu bawanya. " ( ujar Nashrul sembari memasukan obatnya ke tas nya )


Mereka bertempat pun keluar dari kost an nya Nashrul.. Dan mereka berpisah. Menikmati hari minggu yang cerah. Nashrul dan july pun ke stasiun, putri dan shasya bersiap siap pergi ke daerah lembang..


Sesampainya di stasiun. Nashrul pun menyapa petugas-petugas yang ada di sana..


" udah mendingan kang.." ( sapa petugas kebersihan kereta api )


" alhamdulillah kang." ( ucap Nashrul )


" syukur atuh.. " ( ucap petugas kebersihan kereta )


" eh kang Nashrul.. Udah masuk aja kang. Katanya teh besok??" ( tanya kang Rauff )


" iya udah agak mendingan, si july teh minta saya masuk. " ( ucap Nashrul )


" owh. Iya atuh kang " ( jawab Rauff)


" seperti biasa kang perjalanan nya " ( tanya Nashrul )


" iya kang " ( jawab Rauff )


Tiba-tiba entah dari mana pak Ehsan menyapa mereka.. Membuat Rauff dan jully terkejut.


" pagi pak...!! " ( sapa Ehsan )


" Astagfirullah.. " ( ucap mereka berdua terkejut )

__ADS_1


" pagi.. " ( ucap Nashrul dengan santai )


" katanya sakit pak. Udah masuk aja?? " ( tanya ehsan )


" ini asisten saya, suruh saya dinas hari ini " ( jawab Nashrul )


" owh.. Iya.. " ( ucap ehsan )


" pak sini dah. Ada yang mau saya bilangin..." ( ucap Nashrul sambil mengajak Ehsan agak jauh dari july dan rauff )


" apaan emang pak ." ( tanya ehsan penasaran )


" itu kemarin bapak gantiin saya yak?? " ( tanya Nashrul agak tegas )


" iya pak ada apa " ( ucap ehsan agak takut )


" bapak apain asisten saya.. " ( tanya Nashrul tegas )


Kondektur dan july sontak menengok ke arah Nashrul dan pak Ehsan..


" enggak pak , gak saya apa apain kok" ( ucap Ehsan agak takut )


" trus kenapa asisten saya suruh datang hari ini buat dinas saya kan blm sembuh banget.. Baru mendingan " ( ucap Nashrul geram )


" lah mana saya tau pak "( ucap Ehsan )


" banyak lho petugas di stasiun sini yang ceritain bapak, katanya dingin, trus klo marah serem katanya. Trus cuek, angkuh, sombong.. "( ucap Nashrul )


" lah bapak tau dari mana.. " ( tanya Ehsan )


" saya tau dari asisten saya.. Asisten saya tahu dari para petugas yang kerja di stasiun ini.. " ( ucap Nashrul )


" itu... Ya gak ada apa-apa sih pak.. " ( ucap ehsan membungkam masalah nya )


" owh. Saya juga pernah dengar dari para petugas stasiun sini. Bapak pernah marahin pramugari yang gak sengaja numpahin minuman di seragam bapak " ( ucap Nashrul )


" iya.. Kok tahu pak.. " ( ucap Ehsan agak terkejut )


" udah sekarang mana orang nya, Pramugari nya mana.. Siapa namanya, bapak udah minta maaf belum. " ( ujar Nashrul )


" belum si pak.. Hehehe " ( ucap Ehsan )


" nah ini nih.. Udah salah gak minta maaf " ( ucap Nashrul kesal )


" lah buat apa pak.. Saya gak salah kan?" ( ujar Ehsan seperti tidak ada kesalahan yang dibuat nya )


" menurut saya yang salah itu bapak, memarahi orang yang tidak salah.. Orang gak sengaja dia kok.. Klo sengaja baru dia yang salah. Bapak tiba-tiba marahin aja.. " ( ucap Nashrul menjelaskan )


" inget pak, didunia ini gak ada yang perlu kita sombongin. Semua berlaku di dunia aja.. Nanti di akhirat mah enggak kan.. Pas udah mati. Mau jabatan apa gek itu klo udah mati.. Yh tetep aja panggil nya almarhum atau almarhumah .. " ( ucap Nashrul mengingat kan )

__ADS_1


" iya juga ya pak.. " ( ucap Ehsan )


" iya.. Jadi bapak jangan dingin lagi kepada semua orang.. " ( ujar Nashrul )


" bapak mungkin gk mau ngasih tau masalah nya ke saya. Ok gak papa.. Cuma satu masalah masa nutup diri ke semua orang.. Jadi kek orang lain buat masalah sama bapak padahal tidak.. Jadi saya mohon bapak untuk merubah sikap bapak.. Saya gak mau bapak jadi omongan satu stasiun lagi yak .. " ( ucap Nashrul )


" iya pak. Makasih nasihat nya ya pak .. " ( ucap Ehsan )


" iya pak.. " ( jawab Nashrul )


" udah bapak minta maaf sama pramugari nya yak " ( ujar Nashrul)


" siap pak.. " ( jawab Ehsan )


" eh pak.. Mending manggil saya mass atau nama panggilan aja. Jangan pak.. Kita kan seumuran rull.. " ( ucap Ehsan )


" eh iya juga yak.. Hahahaha cukup asisten kita aja yang manggil pak.. Dan petugas yg lain " ( ucap Nashrul sambil tertawa )


" iya.. Dah dulu ya rull mau berangkat nih " ( ucap Ehsan berpamitan )


" iya.. Hati hati dijalan " ( ucap Nashrul )


Mereka pun berpisah.. Dan menjalankan tugasnya masing masing walau hanya teman seperjuangan tapi mereka sangat akrab sekali.


" udah bang ngobrol nya " ( ucap July yang menunggu di samping kereta )


" udah tuh.. Udah saya bilangin semoga petugas di stasiun ini gak pada ngomongin dia " ( ucap Nashrul )


" iya bang.. " ( ujar July )


" eh kang udah boleh berangkat ?? " ( tanya Nashrul kepada Rauff di dekat pintu masuk kereta )


" udah kang.. " ( ucap Rauff )


" yuk dah jull. Naik kita " (ucap Nashrul )


" udah minum obat bang.. " ( tanya july)


" belum.. Nih mau minum.. Gak enak minum diluar.. Ketahuan atasan bisa repot " ( ucap Nashrul sambil membuka bungkus obat nya )


" iya ya.. " ( ucap July )


Nashrul pun meminum obat nya.


Akhir nya kereta pun beroperasi pagi itu.. Berangkat mengantarkan penumpang..


Dah ya sampai sini dulu.. Dadah


_Nashrullah #

__ADS_1


__ADS_2