Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 102


__ADS_3

Shaya yg panik itu pun langsung berlari ke dalam rumah sakit..dia pun bertemu dengan Rauff yg baru keluar dari ruangan sebelah IGD.


" kang..!! " teriak Shasya.


" hah? " ucap Rauff sambil menengok ke arah samping.


" kok kamu disini.. Lah calon istri pak Nashrul mana? " tanya Rauff


" eh.. Anu.. Anu " jawab shasya ragu untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya


" naon.. " tanya Rauff penasaran.


" yuk pak kita ke ruangan itu aku mau bicara sesuatu.. " ucap Shasya menarik tangan Rauff ke dalam ruangan IGD.


Alangkah terkejut nya Shasya melihat Nashrul yang sudah terbaring lemas dan di samping nya ada July dan ehsan yg sedang menangis.


" Astagfirullah.. Mas.. " ucap Shasya syok.


" lho kok kamu.. Putri kemana " tanya July mengusap air matanya.


".. Anu.. Eh " ucap Shasya ragu.


" kemana sya putri.. Ini teh mau sekarat dia.. " ujar July panik.


" hush kebiasaan.. " ucap Ehsan geram menampar pipi July dengan pelan.


" anu.. Maaf kang putri teh abis berantem sama mas Nashrul.. Gara gara teman masa kecilnya datang dan mengaku ngaku dia pacar mas Nashrul yang sesungguhnya. " ucap Shasya menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


" Astagfirullah.. " ucap July syok.


" yang bener kamu.. " tanya July tak percaya.


" iya.. Katanya teh lamaran nya mau dibatalkan.." ujar Shasya agak menundukkan kepala nya.


" Astagfirullah.. " ucap Ehsan kaget.


" jadi cuma salah paham " ucap Ehsan.


" iya pak.. " jawab Shasya.


" berarti teman masa kecil nya pak Nashrul dateng dan ngaku ngaku pacar nya pak Nashrul aslinya bukan kan.. " ucap July


" bukan pak.. Putri di fitnah.. Kyaknya.. Mbak mbak itu suka sama pak Nashrul deh " Jawab shasya.


" mbak mbak saha? " tanya Bima yang tiba-tiba masuk ke ruang IGD

__ADS_1


" tau pak.. Rambut nya pendek se pundak. " ucap Shasya.


" apa jangan jangan Melly ya " ucap Bima dalam hati.. Dia pun terlihat ketakutan.


Bima takut bahwa Melly suka sama pak Nashrul. Dan Melly berniat untuk mencelakakan Nashrul dan merusak hubungan pak Nashrul dan Putri.


" kenapa bim??" tanya ehsan keheranan.


" eh enggak pak. " jawab bima sambil menelan ludah nya.


" mungkin aja kang Nashrul teh kefikiran.. Takut lamaran nya dibatalkan " ujar Rauff.


" iya.. Bisa jadi tuh " jawab Shasya.


" jadi gimana. Ini teh belum sadar.. Dah setengah 12 malem lagi.. " ujar July melihat jam di ponsel nya.


" udah sejam ya pak " ucap Bima


" mungkin.. " jawab ehsan sambil melihat jam tangan nya.


" besok mau di operasi.. Gimana.. Apa pihak perusahaan mau tanggung jawab.. " tanya July


" mau mungkin pak.. " jawab Rauff


" iya dia ini kan Masinis kesayangan kepala stasiun. " ujar Ehsan


" bentar pak. Ada yg salah satu pihak stasiun hubungin pihak perusahaannya . Katanya biaya rumah sakit akan ditanggung perusahaan " ucap Rauff melihat grup chat nya


" Alhamdulillah.. Ditanggung perusahaan pak " ujar Rauff agak tenang.


" Alhamdulillah.. " jawab mereka serentak


" udah saya ke ruang administrasi dulu ya. Buat kasih tau dan sekalian ngurus ngurus berkas rumah sakit " ujar Rauff sambil berjalan ke luar ruang IGD.


" iya pak.. " jawb Ehsan.


" mas bangun mas.. " ucap Shasya mengusap tangan Nashrul.


" bang " ucap July menahan tangis nya


" Astagfirullah.. Blm sadar kumaha atuh " ucap Bima.


" harus nya Putri datang si " ujar Ehsan


" kyanya dia sakit hati deh.. Gara gara tadi " jawab Shasya.

__ADS_1


" iya.. Hadeh bang...Mana perantauan.. Kumaha klo abang sakit kya gini gak ada yang ngurusin " ujar July sambil menangis di samping Nashrul yang terbaring lemah.


Di ruang administrasi rumah Sakit terlihat Rauff sedang mengurus berkas berkas rawat inap Nashrul.. Tiba-tiba Melly pun datang.


" misi mbak apakah disini korban kecelakaan motor?! "


" iya mbak. " jawab petugas itu dengan ramah


" yang bernama pak Nashrul bukan?!" tanya Melly.


" iya mbak.. " jawab petugas tersebut.


"mana, surat surat nya saya yang urus ".. Ucap Melly.


" lah mbak.. Surat ny sedang diurus teman nya pak Nashrul. " ucap petugas itu menunjuk Rauff.


" owh.. Misi kang biar saja yang urus.. " ucap Melly menarik kertas yang sedang ditulis Rauff.


" eh.. Kamu teh saha?? " ucap Rauff kaget.


" saya.. Temannya pak Nashrul.. Kenalin saya Melly.. " ucap Melly memperkenalkan dirinya


" hah.. " ucap Rauff syok.


" udah buru sini.. " ucap Melly merebut kertas di depan Rauff .


" eh.. Iya neng.. " jawab Rauff agak takut dan memberikan kertas itu .


Surat surat rawat inap dan operasi pun diurus oleh Melly.. Dia pun menanyakan berapa harga operasi yang dilakukan esok hari..


" jadi saya bayar semua ya mbak.. Mulai dari obat. Rawat inap. Nih uang nya.. Sekalian operasi pak Nashrul mbak nih. " ucap Melly sambil memberikan se tas yang berisi uang...


Rauff pun tercengang melihat tingkah Melly. Yang tiba-tiba membayarkan semua administrasi rumah Sakit Nashrul.. Mulai dari biaya rawat inap. Obat hingga operasi.


" makasih ya mbak.. " ucap petugas itu sambil menghitung uang yang diberikan Melly


" iya.. Berikan obat terbaik untuk dia ya. " ucap Melly.


" siap mbak.. berarti kami anggap lunas semua ya mbak. Nih surat nya terima kasih.. " ucap petugas itu sambil memeberikan selembar bon harga.


" iya sama sama mbak . " jawab Melly.


" bilangin ke pak Nashrul.. Saya cinta sama dia .. Dan klo sembuh dia gak boleh mengganti uang ini. Yang saya setorkan untuk dia di rumah sakit " ucap Melly didepan Rauff dengan tatapan marah.


" iiiiyaa. M-mbak " jawab Rauff gemetaran.

__ADS_1


Dia pun berniat untuk balik ke ruang UGD untuk menceritakan apa yang telah terjadi..


__ADS_2