
" wah udah besar yah " ucap sang ayah masih memeluk anak nya
" iya pak.. " jawab Nashrul.
" bapak jangan kerja ya udah Nashrul aja.. Kan Nashrul kirim uang setiap bulan " ucap Nashrul melepas pelukan dari ayahnya
" iya " jawab sang ayah.
" mah pak.. Aku berangkat dinas dulu ya.. Udh telat kyanya nih " ucap Nashrul mencium tangan ayah dan ibunya.
" iya hati hati " jawab sang ayah
" Assalamualaikum mah.. Pah " ucap Nashrul menaiki kereta
" wa'alaikumsalam " jawab mereka berdua
" ayuk teh " ucap Nashrul kepada kakaknya
" iya hati hati " jawab sang kakak
__ADS_1
" gak sia sia ya pak kita didik dia dari kecil hal yang positif " ucap sang ibu.
" iya mah " jawab sang ayah
" mah " ucap Nashrul melambaikan tangan nya dari jendela kereta.
" heh. Hati hati " ucap sang ibu.
" iya mah " jawab Nashrul.
" dah.. " ucap Nashrul
" anak kita udah gede ya mah.. Seperti berpisah aja" ucap sang ayah menahan air matanya.
" iya pak.. Pengen rasanya ngombrol sama dia yg lama gitu.. Sayang dia kerja " ucap sang ibu mengusap matanya dengan jilbab nya
" iya mah " jawab Nashrul dari dalam kereta.
Nashrul yg melihat mereka berdua tak sanggup menahan air matanya.
__ADS_1
" ya Allah begitukah rindu orang tuaku kepada ku " ucap Nashrul mulai meneteskan air mata.
" bang " ucap July menengok ke arah Nashrul. Dia pun merasa tak tega dengan Nashrul.
" bismillah.. " ucap Nashrul mulai menyalakan kereta.
Nashrul pun berangkat dari stasiun itu..
" yuk dah mah.. Mau nunggu kereta menuju Sukabumi .. " ucap sang kakak
" lama gak sih.. " tanya sang ibu.
" enggak.. dikit lagi jam delapan " jawab sang kakak berjalan menuju kursi penumpang.
" mau nyari nasi uduk dulu ah ada gk y? " ucap sang ayah
" heh.. Ntar ketinggalan kereta gimana " ucap sang kakak sinis..
Dah ya sampai sini dadah..
__ADS_1