Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 30 : Bertemu..


__ADS_3

Pagi itu sangat cerah.. Matahari menyinari bangunan stasiun.. Seperti lampu sorot yg menerangi celah celah bangunan dan jendela kantor stasiun dari arah timur. Nashrul pun sampai di stasiun seperti biasa ia menyapa para petugas stasiun.. Dia pun bertemu dengan kondektur kereta.. Dan Nashrul pun menyapa nya.


" pagi kang " ( sapa Nashrul sembari tersenyum )


" pagi.. Eh baru sampai " ( jawab Rauff membalas senyuman )


" iya kang. Kang jully kemana?? " ( tanya Nashrul menanyakan asisten nya )


" owh, biasa kang.. Bikin kopi.." ( ucap Rauff )


" eh kang.. Saya mau ngomong.. " ( ujar Nashrul sambil mendekati Rauff )


" ngomong apa kang ?? " ( tanya Rauff penasaran )


" mau gak saya kenalin.. " ( ucap Nashrul )


" mau kang.. Boleh tuh.. Hehe siapa tau jodoh kan kang " ( ucap rauff tertawa kecil )


" hehehehe.. Iye.. Si tapi jangan terlalu berharap aja yak. Ntar disakiti " ( jawab Nashrul mengingat kan )


" siap kang " ( ujar rauff mengacungkan jempol nya )


" tunggu dulu bentar ... Nanti orang nya datang.. Tunggu aja " ( ucap Nashrul tenang )


" akang gak bohong kan.. " ( ucap Rauff masih kurang percaya )


" sejak kapan akang Masinis ni bohong.. Ye belum ada kan. Hahahaha " ( ujar Nashrul sambil tertawa )


" iye iye.. Hahahaha " ( ucap rauff ikut tertawa )


Akhirnya putri dan sasya sampai di stasiun.. Dan shasya pun seperti merasa gak sabar.. Ingin bertemu. Dia berharap siapa tau jodoh nya.


" ayuk atuh put.. " ( ucap shasya terburu buru )


" sabar atuh sya.. Ih.. " ( ujar putri tidak nyaman )


" eh beli tiket dulu.. " ( ucap putri )


" eh iya yak. Hehehe " ( ujar shasya )


Putri dan shasya pun membeli tiket di loket, menuju jakarta..


" misi mbak.. " ( ujar putri )


" iya ada apa mbak.. " ( ucap petugas loket )


" mau beli tiket kereta mbak.. Jurusan Jakarta " ( ucap putri )


" mau berapa tiket mbak " ( tanya petugas loket )


" dua aja mbak.. " ( jawab putri )


" owh iya mbak.. Nanti naik kereta KA ini ya mbak. Jurusan Jakarta ya. Ini tiket nya. " ( ucap petugas loket kereta sambil memberikan tiket kereta )


" nih uang nya mbak.. Makasih " ( ucap putri sambil memberikan uang nya )


" makasih kembali mbak " ( ucap petugas loket kereta )


" eh mbak kereta jurusan Jakarta berapa menit lagi ya mbak? " ( tanya shasya tergesa gesa )


" kira kira 50 menit lagi mbak. " ( ucap petugas loket kereta itu dengan ramah )


" owh makasih mbak " ( ucap shasya dengan senyuman )


"sama sama mbak " ( jawab petugas loket kereta )


" ih lu ngapain nanya begituan " ( ujar putri penasaran )


" yaelah gak papa kali.. " ( ucap shasya santai )


Putri dan shasya pun masuk kedalam .. Dan shasya melirik kemana pun untuk mencari Nashrul.. Terlihat dari kejauhan Nashrul dan Rauff sedang mengobrol di samping kereta..


" mass.. " ( panggil shasya sambil berjalan cepat kearah Nashrul )


" eh sya mau kemana sih lu.. " ( ucap putri yang baru menyadari shasya pergi )


" mass.. " ( panggil shasya sambil agak berlari )

__ADS_1


" eh nih anak satu " ( ujar putri tertinggal mengejar shasya )


" mass.. " ( panggil shasya dengan agak keras )


Nashrul yg mendengar namanya di panggil langsung menengok ke arah depan. Terlihat shasya yang sedang berlari.. Mendekati Nashrul.. Dia pun sampai di depan Nashrul dengan nafas yang terengah- engah.


" eh kamu sya.. " ( ucap Nashrul )


" iya mass.. Kenapa sih jauh amat ngobrol nya " ( ujar shasya yang menstabilkan nafas nya )


" hehehehe " ( ucap Nashrul )


" sya..!! Woi.. " ( ucap putri yg berlari agak tertinggal dibelakang nya )


" eh lu ngapain sih.. " ( tanya putri ke shasya yg seperti selesai marathon )


" eh mass.. " ( sapa putri yang baru menyadari ada Nashrul disitu )


" neng.. " ( ucap Nashrul dengan senyuman )


" mana mass orang nya?? " ( tanya shasya )


" tuh disamping " ( ucap Nashrul sambil menunjuk pelan ke arah samping )


"eh.. Kang.. " ( sapa shasya malu)


" iya.. " ( jawab Rauff agak grogi )


" nih Kang.. yang saya mau kenalin sama akang.. " ( ucap Nashrul kepada Rauff )


" owh ini, orangnya. Cakep juga ya. Hehehe " ( ujar Rauff )


" kenalin aku shasya kang.. " (ucap shasya sambil mengulurkan tangannya )


" maaf bukan mahrom.. " ( ujar Rauff sambil meminta maaf )


" eh iya yak.. Hehehe" ( ucap shasya malu )


" nih sya namanya kang Rauff..dia Kondektur di kereta saya " ( ucap Nashrul membantu mengenalkan rauff )


" hehehe iya neng.. " ( ucap Rauff tersipu malu )


" saya temen nya putri kang.. " ( ucap shasya )


" owh.. " ( jawab rauff )


" eh put.. Mass Gak mau jadi nyamuk ah.. Kamu kyanya kecapean habis ngejar shasya.. Beli minum yuk di cafe " ( ucap Nashrul mengajak putri untuk membeli minuman )


" iya mass. Hehehe sama aku gak mau jadi lalat. Yuk dah.. " ( jawab putri )


Nashrul dan putri pergi ke kafe sekitar stasiun itu..meninggalkan Rauff dan shasya berdua.


" kamu kecapean gak?? Nih saya punya minum. " ( tanya Rauff sambil mengambil airnya didalam kereta )


" gak kok. Mass hehehee, gak usah repot repot" ( ucap shasya malu )


" gak papa kok.. Nih " ( ujar Rauff sambil memberikan sebotol air mineral )


" makasih ya mass " ( ucap shasya sambil mengambil air dari Rauff dan meminum nya )


" iya sama-sama neng " ( ujar Rauff sembari tersenyum )


Tak terasa waktu pun cepat berlalu. Terdengar pengumuman dari Stasiun bahwa kereta jurusan Jakarta akan berangkat 2 menit lagi.. Putri yang mendengar suara pengumuman itu langsung bangun dari tempat duduk nya.


" eh mass udah dulu yak.. Mau kuliah. Takut ketinggalan kereta " ( ucap putri tergesa gesa )


" iya neng.. Udah sana buru berangkat.. " ( ujar Nashrul menyuruh putri berangkat )


" eh nanti siapa yang bayar minuman nya? " ( tanya putri )


" udah mass aja yang bayar.. Udah buruan sana berangkat " ( jawab Nashrul sambil santai meminum kopi nya )


" eh.. Yaudah deh mass.. Dadah " ( ucap outri sambai melambaikan tangan nya


" dah " ( ucap Nashrul sambil mengangkat tangannya )


Dengan berat hati putri pun meninggalkan Nashrul di kafe sendirian.

__ADS_1


Sesampainya di tempat shasya.. Putri pun langsung menarik shasya untuk menaiki kereta secepatnya .


" eh sya.. Ayuk ketinggalan kereta ntar kita " ( ucap putri tergesa gesa )


" dikit lagi apa put " ( ucap shasya santai )


Tiba-tiba tangan shasya ditarik oleh putri untuk bergegas menaiki kereta..


" ah elah . Misi ya kang. Maaf " ( ucap putri sambil menarik tangan putri )


" iya.. " ( ucap Rauff agak bingung lihat tingkah putri ke shasya )


" ntar minta no telepon ya kang. " ( ujar shasya )


" iya.. Hehe " ( ucap Rauff )


Putri dan shasya mulai hilang di kerumunan orang orang yang berbaris menaiki kereta. Dan meninggalkan Rauff sendirian.


" buset deh baru kenalan udah ditarik bae " ( ucap Rauff )


Sedangkan di kafe. Nashrul yg menikmati kopinya dengan santai.


" eh kang.. Itu pacar nya yak " ( tanya Herry )


" eh.. Temen tau itu kang " ( ucap Nashrul )


" halah gak usah bohong kang.. " ( ujar Herry )


" hehehe iya.. " ( ucap Nashrul agak terpaksa )


" udah yak saya mau berangkat dinas dulu ". ( ucap Nashrul mengalihkan suasana dan mulai beranjak dari tempat duduk nya )


" jadi berapa?? " ( tanya Nashrul menanyakan harga minuman yg dipesan Nashrul dan putri )


" jadi 50k aja kang " ( ucap Herry )


" buset dah mahal amat.. " ( jawab Nashrul kaget )


" harga temen lah.. Yak.. " ( ucap Nashrul dengan nada memohon )


" kan saya kadang sering ngopi disini " ( ujar Nashrul memambahkan )


" iya deh 30k aje deh.. " ( ucap Herry )


" nah gitu donk .. Nih. Makasih, Cepet laris ya.. " ( ucap Nashrul sambil memberikan uangnya )


" Aamiin, makasih kang " ( ujar Herry )


" ada ada aja, kang Nashrul teh " ( ucap Herry pelan )


Ternyata pemilik kafe di stasiun itu adalah temen Nashrul saat SMP, dia bernama ( Herry ).


Terkadang Nashrul suka duduk di kafe nya. Dan kehadiran Nashrul di stasiun itu, dia sangat senang dan bangga .. Karena temannya itu adalah Masinis di stasiun itu..


Nashrul pun kembali ke kereta nya Dan menemukan Rauff yang sendirian disitu..


" lah kang.. Ngapain bengong aja.. Lah berangkat ayuk ". ( sapa Nashrul )


" noh pacar kamu kelakuan nya.. Saya baru kenalan udah ditarik bae.. " ( ucap Rauff kesal )


" eh.. Dia itu kuliah di Jakarta, jadi wajar terburu buru takut ketinggalan kereta " ( ucap Nashrul menenangkan )


" owh.. Ngapa gak bilang si.. " ( ujar Rauff )


" hehehe lupa maaf.. " ( ucap Nashrul )


" lagiam belum sempet minta nomer telepon nya udah ditarik bae " ( ujar Rauff )


" ya. Maaf atuh kang. Hehehe " ( ucap Nashrul )


Dah ya sampai sini dulu yak


Salam Readers..


Dadah..


_ Nashrullah #

__ADS_1


__ADS_2