Story Love Of Machinist

Story Love Of Machinist
Chapter 148


__ADS_3

Tiba-tiba dokter yang mengecek keadaan Bima pun keluar ruangan..


" gimana keadaan teman saya pak " tanya Nashrul khawatir.


" jadi gini mass. Pasien kena lambung karena blm makan dari kemarin.. " jawab dokter yang baru keluar dari ruangan bima


" Astagfirullah " ucap Nashrul.


" jadi dia jangan sampai telat makan ya mas... Klo gak bisa parah.. " ujar dokter itu


" iya pak " jawab Nashrul.


" pasien dah sadar dok ?? " tanya Edi


" maaf pasien keadaan koma.. Karena lambung membuat nya kritis " jawab Dokter.


" Astagfirullah !" ucap mereka berdua kaget..


" ya Allah.. " ucap July.


" nanti juga sadar mass.. Mas yang tenang.. " jawab dokter itu menepuk pundak Nashrul.


" iya.. " jawab Nashrul.


" sabar ya mass " ucap Dokter itu


" iya pak.. " jawab Nashrul menghela nafasnya. Terlihat agak pasrah.


" saya permisi dulu .. " ucap dokter itu beranjak pergi


" iya pak.. Silakan " jawab edi.


" disini dia gak da saudara nya emang pak ??" tanya Nashrul


" tau saya juga bingung.. " jawab Edi


Mereka bertiga pun masuk ke ruangan Bima.. Melihat bima yang terbaring lemas di ranjang rumah sakit.


" Astagfirullah bimm.. Kumaha ieu teh sya teh bingung " ucap July.


" bukan kamu aja. Saya juga tau " timpal Edi.

__ADS_1


" heuh " ucap Nashrul sambil menunduk.


Tak terasa lelehan air mata Nashrul menetes di tangan Bima..


Tess..


Deghhhh..


Flashback on..


" serius kak mau ke malang ? " tanya bima yang duduk di bangku stasiun.


" iya lah kan sekalian dinas disana " jawab Nashrul yang ikut duduk disamping nya


" hmm nanti disini aku gak da temen ngobrol" ucap Bima


" gak lama lama bimm " jawab Nashrul.


" owh iyah.. Hati hati dah " ujar Bima sambil menatap Nashrul dengan senyuman.


" iya " jawab Nashrul


" nih kak " ucap Bima seraya memberikan jam tangan.


" anggep aja buat kenang kenangan " ucap Bima


" lho kok ??" tanya Nashrul


" iya udah simpen aja " ucap Bima memaksa Nashrul untuk membawa jam tangan nya


" tapi ini kan punya kamu ??" tanya Nashrul


" iya kak. Aku punya banyak jam tangan.. Kadang bingung mau kasih ke siapa " jawab Bima


" hmm " Nashrul pun berfikir.. Dia pun agak keheranan tiba tiba si Bima memberinya jam tangan.


" pakai ya kak " ucap Bima


" siap deh.. Makasih ni yak " jawab Nashrul berterima kasih kepada Bima


" masama " jawab Bima

__ADS_1


Flashback OFF


Nashrul pun melihat jam tangan yang diberikan Bima kepadanya.. Dia pun tak kuasa menahan tangisnya..


" bang " ucap July melihat Nashrul mulai menangis dia pun merasa kasihan. Dengan tangannya mencoba menenangkan Nashrul.


" ini teh jam tangan yang diberikan Bima ke saya.. Saya suruh pake.. Hanya ini kenang kenangan darinya " ucap Nashrul menahan air matanya.


" udah pak.. " jawab Edi.


" emang bang Nashrul tuh dulu deket sama mass Bima.. Banyak yang bilang mereka ni adek kaka " ucap July


" owh .. " jawab Edi sambil mengangguk paham


" iyah.. " jawab July.


" sabar pak " jawab Edi menenangkan Nashrul


" yang saya bingungin dia sama seperti saya perantauan.. Klo sakit bingung siapa yang mau nemenin " ucap Nashrul sambil melepas kacamata nya.


" udah bapak aja atuh.. " timpal Edi.


" setahu ku ada dah bang adiknya disini. " ucap July.


" siapa.. ??" tanya Nashrul mengusap air mata nya.


" eh adiknya si Bima si riski itu kan ?" tanya Edi.


" iya.. " jawab July


" Rizki?? Saha " tanya Nashrul penasaran.


" halah bapak gak kenal.. Itu loh calon Masinis muda tu. " ucap Edi.


" hmm " Nashrul pun bergumam.


" yaudah punya nomer nya gak jull " tanya Edi.


" hmm bentar dah.. " jawab July sambil membuka ponsel nya.


" rizki siapa si " tanya Nashrul yang masih penasaran

__ADS_1


" ada pokoknya.. Abang si lupaan.. " jawab July sinis.


__ADS_2