
Tiba-tiba dokter yang mengecek keadaan Bima pun keluar ruangan..
" gimana keadaan teman saya pak " tanya Nashrul khawatir.
" jadi gini mass. Pasien kena lambung karena blm makan dari kemarin.. " jawab dokter yang baru keluar dari ruangan bima
" Astagfirullah " ucap Nashrul.
" jadi dia jangan sampai telat makan ya mas... Klo gak bisa parah.. " ujar dokter itu
" iya pak " jawab Nashrul.
" pasien dah sadar dok ?? " tanya Edi
" maaf pasien keadaan koma.. Karena lambung membuat nya kritis " jawab Dokter.
" Astagfirullah !" ucap mereka berdua kaget..
" ya Allah.. " ucap July.
" nanti juga sadar mass.. Mas yang tenang.. " jawab dokter itu menepuk pundak Nashrul.
" iya.. " jawab Nashrul.
" sabar ya mass " ucap Dokter itu
" iya pak.. " jawab Nashrul menghela nafasnya. Terlihat agak pasrah.
" saya permisi dulu .. " ucap dokter itu beranjak pergi
" iya pak.. Silakan " jawab edi.
" disini dia gak da saudara nya emang pak ??" tanya Nashrul
" tau saya juga bingung.. " jawab Edi
Mereka bertiga pun masuk ke ruangan Bima.. Melihat bima yang terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
" Astagfirullah bimm.. Kumaha ieu teh sya teh bingung " ucap July.
" bukan kamu aja. Saya juga tau " timpal Edi.
__ADS_1
" heuh " ucap Nashrul sambil menunduk.
Tak terasa lelehan air mata Nashrul menetes di tangan Bima..
Tess..
Deghhhh..
Flashback on..
" serius kak mau ke malang ? " tanya bima yang duduk di bangku stasiun.
" iya lah kan sekalian dinas disana " jawab Nashrul yang ikut duduk disamping nya
" hmm nanti disini aku gak da temen ngobrol" ucap Bima
" gak lama lama bimm " jawab Nashrul.
" owh iyah.. Hati hati dah " ujar Bima sambil menatap Nashrul dengan senyuman.
" iya " jawab Nashrul
" nih kak " ucap Bima seraya memberikan jam tangan.
" anggep aja buat kenang kenangan " ucap Bima
" lho kok ??" tanya Nashrul
" iya udah simpen aja " ucap Bima memaksa Nashrul untuk membawa jam tangan nya
" tapi ini kan punya kamu ??" tanya Nashrul
" iya kak. Aku punya banyak jam tangan.. Kadang bingung mau kasih ke siapa " jawab Bima
" hmm " Nashrul pun berfikir.. Dia pun agak keheranan tiba tiba si Bima memberinya jam tangan.
" pakai ya kak " ucap Bima
" siap deh.. Makasih ni yak " jawab Nashrul berterima kasih kepada Bima
" masama " jawab Bima
__ADS_1
Flashback OFF
Nashrul pun melihat jam tangan yang diberikan Bima kepadanya.. Dia pun tak kuasa menahan tangisnya..
" bang " ucap July melihat Nashrul mulai menangis dia pun merasa kasihan. Dengan tangannya mencoba menenangkan Nashrul.
" ini teh jam tangan yang diberikan Bima ke saya.. Saya suruh pake.. Hanya ini kenang kenangan darinya " ucap Nashrul menahan air matanya.
" udah pak.. " jawab Edi.
" emang bang Nashrul tuh dulu deket sama mass Bima.. Banyak yang bilang mereka ni adek kaka " ucap July
" owh .. " jawab Edi sambil mengangguk paham
" iyah.. " jawab July.
" sabar pak " jawab Edi menenangkan Nashrul
" yang saya bingungin dia sama seperti saya perantauan.. Klo sakit bingung siapa yang mau nemenin " ucap Nashrul sambil melepas kacamata nya.
" udah bapak aja atuh.. " timpal Edi.
" setahu ku ada dah bang adiknya disini. " ucap July.
" siapa.. ??" tanya Nashrul mengusap air mata nya.
" eh adiknya si Bima si riski itu kan ?" tanya Edi.
" iya.. " jawab July
" Rizki?? Saha " tanya Nashrul penasaran.
" halah bapak gak kenal.. Itu loh calon Masinis muda tu. " ucap Edi.
" hmm " Nashrul pun bergumam.
" yaudah punya nomer nya gak jull " tanya Edi.
" hmm bentar dah.. " jawab July sambil membuka ponsel nya.
" rizki siapa si " tanya Nashrul yang masih penasaran
__ADS_1
" ada pokoknya.. Abang si lupaan.. " jawab July sinis.