
"Makan yang banyak nie kata Willi sambil tersenyum"
"iya, kamu juga ya makan yang banyak balas yuni sambil mengambil toge yang ada dipiring Willi dan langsung memakannya"
Willi tersenyum bahagia, hal kecil yang dilakukan yuni terhadapnya barusan merupakan hal yang sangat luar biasa baginya. bagaimana tidak, yuni yang beberapa bulan terakhir ini yang cuek ketus dan menghindarinya dan membuat willi langsung terbang kekota yuni bekerja ternyata yuni tak berubah sekali pun dia masih bahwa aku tak menyukai toge, semua toge yang ada di piringku habis dilahapnya berhubung karena aku mesan Gado Gado. meski sifat cueknya masih seperti dulu tentunya.
"kalau ga suka toge kenapa ga bilang sama Penjualnya biar jangan dibuatin togenya ujar yuni sambil menikmati makananya."
"kamu masih ingat ...?? tanya willi dengan wajah serius "
yuni langsung terbatuk "huk..huk....."
__ADS_1
"pelan pelan ungkap Willi sambil menyodorkan minuman kepada yuni".
"aku ingat, karena cuma kamu temen aku yang gak suka Toge ungkap Yuni dengan jujur"
"kita sudah jadi teman nie ga musuh lagi??? tanya Willi, Sementara yuni hanya diam saja sambil menghabiskan makannanya. "Musuh ke Teman trus Ke Pacar atau Nikah aja ya Kata Willi dengan wajah memelas dan membujuk wanita yang ada dihadapannya agar mau menerima tawarannya".
yuni hanya diam sambil menopang dagu melihat kearah wajah Willi mencari kesungguhan pria tersebut dengan tatapan tajamnya.
sesampai didepan Mall menunggu taksi yang sudah dipesan, yuni memegang tangan willi dan mengusapnya dengan lembut. "kamu tinggal dimana?? tanya Yuni, sebuah pertanyaan seperti seorang kakak yang kuatir pada adiknya itu lah yang ada dibenak Willi sekarang ini. Sikap Sosial yuni kepeduliannya terhadap orang dia tunjukkan kepada Willi, ada rasa senang tapi kuatir. apakah aku memang gada kesempatan atau ga bisa memiliki mu atau hanya sebatas TEMAN kah?? itulah yang muncul dibenak Willi saat ini.
"Will kenapa melamun, kamu tinggal dimana? itu taksi ku sudah datang, kamu bagaimana??? tanya yuni dengan sederetan pertanyaan yang dia lontarkan kepada yuni.
__ADS_1
"kita bareng pulang balas Willi yang langsung menarik yuni untuk masuk kedalam taksi dan duduk dibelakang tepat disamping Willi tanpa jarak."
didalam perjalanan mereka hanya diam, Willi tak melepaskan genggaman tangannya terhadapa yuni, sesekali yuni melirik ke arah Willi. "kenapa aku jadi kayak orang begok gini yah ungkap yuni dalam hatinya."
akhirnya sampai kekosan, yuni mempersilahkan Willi masuk kekosan yang kecil yang berisi 1 lemari, Tv, Laptop dimeja kerja dan Rak piring hanya ada 3 piring dan 3 gelas, 3 mangkok dan 3 sendok semua serba 3 membuat nya tersenyum. seakan mengingat sesuatu yang dulu, bahwa Willi pernah mengatakan bahwa dia menyukai angka 3 tapi semua itu langsung ditepiskan olehnya. dia tidak mau berhayal yang tinggi padahal kenyataan nanti tidak seperti itu dan itu akan membuatnya sakit hati."
"nie aku istirahat boleh yah? tanya willi,,"
Yuni belum menjawab dan masjh terdiam seakan lidahnya menjadi keluh bila dia sedang berhadapan dengan willi.
Cup...
ciuman singkat dari Willi membuat wajah yuni memerah dan yuni langsung memplototinnya, willi langsung tidur dikasur singel milik yuni dan membelakanginya, dia tersenyum dan akhirnya willi tertidur dengan pulas. sementara yuni turun kebawah gabung dengan anak kos lainnya karena dia takut terjadi yang tidak tidak nantinya.
__ADS_1