
akhirnya mobil mereka sampai ke mansion, mansion yang megah dengan taman yang luas dan bangunan yang sangat megah.. ayah yuni berdiri disamping mobilnya dan memandang mansion nya sesaat. kemudian dia menyuruh pelayan kepercayaan nya memanggil willi. Ayah yuni yang sudah duduk di kursi roda menyuruh pelayan mengantarnya ke taman samping.
"maaf tuan, anda ditunggu beliau ditaman samping mansion" ucap pak leo yang sudah mengabdi di keluarga dimitri selama 42 tahun.
"mereka sudah pulang,?" tanya willi
"iya tuan, nona sudah dikamar Gavrael saat ini" ucap pak leo.
"baiklah saya akan menjumpai papa mertua saya dulu" balas Willi.
"dady ngapain disini?" tanya willi sambil mendorong kursi roda ayah yuni.
"kita jalan-jalan sore keliling mansion sebelum kita berangkat ke negara mu" balas ayah yuni
"baiklah biarkan pelayanan pribadi mu ini melayani dengan pelayanan terbaiknya" ucap willi sambil tertawa pelan. ayah yuni yang mendengat jawaban menantunya hanya tersenyum.
__ADS_1
mereka berkeliling mansion sembari mengobrol ringan, dan ayah yuni sangat penasaran seperti apa negara +62 meskipun beliau sudah mengsearching di google tapi dia belum puas sebelum melihatnya langsung.
"paman dimana papa? apa ada dikamar"? tanya yuni saat berada diruang keluarga bersama anaknya.
"pak leo bilang papa mu sedang keliling mansion bersama willi, mungkin mereka sedang mengobrol. oia sayang gimana menurut mu apa kamu senang jika kita ke indonesia?"
yuni hanya memandang pamannya sesaat dan mengalihkan pandangannya ke arah Gavrael anaknya. "aku ga tau paman, tapi kata willi agar mempercepat penyembuhan ingatan ku dengan cara membawa ku ketempat kejadian dan tempat dimana aku biasanya paman" ucap yuni.
"baik lah aku sudah mengerti kenapa papa mu ingin kesana" ucap martin
"papa ikut juga paman??" tanya yuni
"bukannya kita akan liburan paman?" tanya yuni yang masih bingung.
paman yuni yang melihat yuni yang kebingungan, akhirnya menjelaskan semuanya. bahwa mereka akan berlibur ke indonesia sekalian membantu penyembuhannya. yuni yang tau akan kesana sangat bahagia, dia ingin tau dimana dia kecelakaan, rumahnya dulu, tempat dia kuliah dan tempat dia bekerja dulunya.
"sekarang persiapkan perlengkapanmu, tidak usah banyak dibawa karena kita akan membeli yang baru saja nanti disana. terlalu repot membawa banyak koper dan membuat paman pusing nantinya" ucap martin.
__ADS_1
"iya paman" balas yuni sambil berjalan meninggalkan pamannya yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv. pamannya yang melihat yuni sudah masuk kamarnya dia langsung menghubungi seseorang yang ada dibatam.
"Hallo, beberapa hari lagi kami akan kesana. jangan lupa jemput kami bawa mobil yang bagus dan yang baru. nanti aku akan menghubungi mu kembali dan jangan lupa amankan semuanya" ucap martin..
Keesokkan harinya mereka pergi menuju bandara Internasional Loss angeles
Bandar Udara Internasional Los Angeles, merupakan sebuah bandar udara yang melayani kota Los Angeles, California, Amerika Serikat. dan Bandara LAX terletak di barat daya Los Angeles di kota Westchester dan letaknya sekitar 16 mil dari pusat kota. yang di buka pada tahun 1928 bulan oktober, dimana bandara tersebut memiliki 4 landasan pacu.
LAX memiliki 9 terminal penumpang berbentuk"U", juga disebut sebagai "tapal kuda". Setiap terminal dilayani oleh sebuah bus shuttle. Dengan tambahan, terdapat fasilitas kargo seluas 2 juta ft² (186,000 m²) di LAX, dan sebuah heliport yang dioperasikan oleh Bravo Aviation.
pagi ini mereka akan pergi berangkat ke negara +62 lebih tepatnya Negara Indonesia yang terletak di Benua Asia Tenggara. dengan wajah sendu ayah yuni memandang sekitar bandara.
"papa kita akan berangkat, pakai sabuk pengaman mu papa" ucap yuni yang duduk bersebelahan. Willi langsung ambil tindakan memasangkan sabuk pengaman dan duduk di belakang ayah yuni.
__ADS_1
"good by my city" gumam ayah yuni pelan