
Hari mulai magrib, yuni memutuskan masuk ke kamar kos nya untuk melihat Willi apakah sudah bangun atau belum. dengan nafas tak beraturan yuni membuka kamarnya.
Ceklek...
"Huuuuff, Kecoa yang satu ini masih enak tidurnya ucap yuni dengan kesal."
yuni memandangi wajah willi yang sangat tampan dan nyaman saat tidur, sambil mengelus rambut willi dengan pelan yuni duduk dipinggir ranjangnya.
"kenapa sih kamu nekat datang jumpai aku, aku ga mau kamu berharap banyak dariku. aku ga pantas buatmu Will, Maaf ungkap Yuni dalam hatinya sambil melihat wajah Willi, Hidungnya dan bibir seksinya yang kemerahan itu."
"**nieee....."
"Jangan pergiiii teriak** willi dengan Nafas tersengal sengal dia reflek bangun daru tidurnya akibat mimpi buruknya."
"nie ucap willi langsung memeluk dan menciumi setiap sisi wajah yuni, makasih Tuhan ternyata hanya Mimpi lanjut Willi" yang masih memeluk Yuni dengan erat.
"Cebong lepasin tangan mu, sesak tau teriak yuni" yang berusaha melepaskan pelukannya.
"kenapa sih??? kamu itu suka kali meluk nyium aku tanya yuni dengan kesalnya"
Hehehe...Willi ketawa dan masih memeluk yuni, "kamu tau kan terakhir kita jumpa dilantai 3 Gedung baru kampus kita..? tanya Willi" sambil mencium pundak Yuni dengan kecupan kecupan yang lembut yang membuat yuni lengah dan terbawa suasana.
"awas will, kamu resek deh ucap yuni"
"kok resek nie? kamu ingatkan?? tanya willi kembali dan melepaskan pelukannya."
__ADS_1
"Willi kamu tinggal dimana, ni da malam tanya Yuni yang mengalihkan pertanyaan."
"nie jangan ngelak deh, ujar willi sambil memegang dagu yuni agar mereka saling bertatapan, kamu tau nie perasaan ku itu tulus kekamu dan aku nyariin kamu saat mereka bilang kamu sudah 1 bulan tak masuk kampus. aku pikir kamu sakit dan aku kekos mu tapi kata mereka kamu gada pulang selama 2 bulan nie. sampai 1 tahun aku ga jumpa dan sampai 10 tahun dan baru ini karena aku nekat makanya aku bisa jumpaimu Tegas Willi.
"Sorry.... balas yuni"
"hanya itu, apa kamu ga da niat cerita ke aku kamu kemana dari tahun 2008 sayang? tanya willi sambil memegang kedua pundak yuni."
yuni melepaskan tangan willi dari pundaknya dengan keras, "Cukup Will, jangan kamu kembalikan Rasa Sakit itu Williiii.....,teriak yuni" penuh emosi
"Maaf nie ucap willi " yang syok melihat kemarahan yuni kembali lagi seperti itu, "aku ga tau kamu kenapa saat itu, kamu dimana makanya aku tanya sama mu. itu semua karena peduliku dan sayangku pada mu nie, kamu bisa rasain kan ?? lanjut Willi dengan wajah sendunya berupaya menjelaskan maksud tujuannya.
"KELUUUAARRR,.... teriaaak Yuni" dan langsung membelakangi willi
"nie kamu tega usir aku, aku kemari untukmu dan aku baru nyampe dan disimpang kosan mu aku kena jambret nie dompetku hilang dan dompet tadi yang kamu lihat di mall baru aku beli karena aku sudah terbiasa pakai dompet kamu tau kan ucap willi" yang penuh drama agar dapat rasa iba dari seniornya yang cantik jelita ini.
maaf nie aku bohong ujar willi dalam hatinya dan tak berani di ungkapnya.
"Ck... Dramaa banget hidup lo Cebong ucap Yuni penuh emosi"
sekita itu juga willi ketawa kencang dan memeluknya, "aku suka kamu seperti ini dan aku rindu kamu seperti ini yang selalu manggil aku Cebong saat kamu mulai ngerjain aku bersama teman temanmu nie dan membuat aku marah waktu itu balas willi yang masih ketawa. "
"Cebong lo keluar dari kamar ku teriak yuni dengan ketegasan"
__ADS_1
Willi langsung terdiam sesaat, dan otaknya terus berputar agar mendapat alasan yang tepat agar tak di usir.
"oke aku pergi, tapi bagi aku uang pinta Willi" dengan tatapan yang serius seperti tanpa dusta padahal itu hanya bohongannya saja.
yuni mendekat kearahnya sambil memandang wajah willi dengan melipat tangan nya kedadanya, willi yang bingung dengan situasinya saat ini akhirnya memilih memundurkan langkahnya sampai dia terpojok ke dinding lemari yuni, "serius nie, jangan pukul aku ungkap Willi yang reflek menaikkan tangannya menutupi kepalanya dengan kedua tangannya
"Puuuff... hahaha...." yuni ketawa kencang dan langsung terdiam dan menatap tajam manik mata willi. Willi saat ini lupa siapa yuni, dia lupa yuni kakak seniornya yang pintar, tomboy, bar bar dan bisa membaca mimik wajah seseorang.
"kamu pikir aku percaya will,
Keluaaaar teriak yuni dengan kencang"
"Oke aku keluar jawab Willi"
"Biar aku terlantar dijalanan biar kamu puas....tegas Willi yang mulai kesel sama yuni karena kehadirannya tak dianggap sama sekali dan usahanya mendekatinya seakan tak pernah dihargai oleh yuni.
Willi langsung keluar, sampai dia lupa Dompetnya ketinggalan di meja Tv milik yuni dan yuni pun tak sadar bahwa ada dompet willi disana.
sampai lantai bawah Willi berusaha mengubah penampilannya menjadi santai, agar satu kos yuni tak tau kalau dia di usir oleh yuni. masa setampan gue kena usir ga lucu kali itulah dalam benak Willi saat ini.
willi memandang jendela kamar yuni dari bawah, aku datang lagi nie tapi Malam ungkap willi pelan sambil tersenyum menyeringai dan tak ada yang mendengar nya karena tak ada orang saat itu.
Halloo readers jangan lupa dukungannya yah, Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ❣️❣️
__ADS_1
aku tanpa mu bagaikan butiran debu 😀
sarangeee ❤️❤️