
Pagi harinya Sekitar kurang jam tujuh pagi pesawat willi mendarat di bandara hang nadim batam. dan Hendra menjemput Willi dan mama willi di bandara.
"kamu kuat ya bro" ucap hendra sambil memeluk willi.
"thanks bro" balas willi dengan mata yang sembam dan sayu..Willi yang semalaman hanya menangis sambil memandang photo yuni yang terbaring di rumah sakit yang di kirim hendra.
selama di perjalanan mereka hanya diam tanpa mengucapkan satu kata pun. mereka larut dalam kesedihan mereka masing-masing sementara hendra fokus membawa mobilnya menuju rumah sakit. sesampai dirumah sakit dengan langkah cepat dan berlari kecil willi memasuki ruangan rumah sakit.
"bro lantai 2, ruang ICU"teriak hendra dengan langkah cepat mengejar willi yang sudah berlari menuju lift.
"will hati-hati nak" ucap mama willi kencang
willi tak menggubris perkataan mama nya yang ada di pikirannya hanya yuni dan yuni. sesampai ruang ICU willi menjumpai perawat yang menjaga di luar pintu ICU.
"saya mau menjumpai pasien kecelakaan atas nama Yuni Niels" ucap Willi dengan nafas yang berat.
"anda siapa pasien ya" tanya perawat tersebut.
"saya pacarnya" tegas Willi sambil melirik ruang ICU.
"Tapi mohon maaf pak Pasien atas nama Yuni sudah dibawa pulang oleh keluarga nya tadi malam" balas perawat sambil memandang willi.
"Apaaa??, siapa yang bawa? keluarganya yang mana" tanya willi cemas.
"Orangtua yuni, dan pamannya" jawab perawat.
"gak mungkin keluarganya membawanya, apa jangan-jangan yuni ku...." ucap willi yang tak melanjutkan omongannya dan langsung menangis dan terduduk dilantai.
"Willi kenapa nak" tanya mama willi
"yuni ma,,, yuni maa uda dibawa keluarganya pulang kerumahnya isak willi sambil menangis penuh rasa kekecewaan.
mama willi yang mendengar jawaban willi yang ambigu langsung menutup mulut nya dan memeluk anaknya dengan erat. Hendra yang sedari tadi mendengar langsung mendekati perawat tersebut. "Yuni dibawa kemana? apa dia sudah siuman dari masa kritis." tanya hendra.
"pasien belum sadar dan dibawa keluar negeri untuk ...langsung terpotong omongan willi "yuni masih hidup?" tanya willi spontan membuat perawat tersebut kebingungan dan melanjutkan omongannya yang sempat terputus akibat willi.
__ADS_1
"pasien yuni di pindahkan keluar negeri untuk mendapat perawatan yang lebih bagus tapi keadaanya sangat tidak memungkinkan. lebih baik bapak bertanya langsung sama ast dokter yang menangani pasien." ucap perawatnya..
"dokternya kemana?" tanya hendra.
"dokter ikut keluar negeri untuk menjaga dan mengcek keadaan pasien selama diperjalanan." jawab perawat.
"permisi pak" lanjut perawat.
"ayo kita jumpai pihak rumah sakit" ucap mama willi.
"ma ada yang ga beres, orangtua yuni dari keluarga tidak mampu bagaiman mungkin bisa membawa yuni ke luar negeri ma". ucap willi yang ingat dengan orangtua yuni.
"kita jumpai dulu pihak rumah sakit, kita tanyakan lebih lanjut" ucap mama willi sambil memeluk lengan Anaknya.
sesampai didepan ruang kepala bagian rumah sakit mereka tidak bisa masuk karena masih ada tamu didalam. hampir satu jam mereka menunggu akhirnya tamu kepala rumah sakit keluar dan ternyata seorang pria berbaju polisi. Willi seakan ingat sms dari kepolisian batam dan merogoh kantong nya dan melihat nomor yang mengirim sms nya dan memanggilnya. tepat jarak dua meter hp komandan polisi yaitu reyhan berdering dan willi menoleh ke arah polisi yang membelakanginya.
"Hallo" ucap reyhan
"hallo, anda menyuruh saya untuk menghubungi anda. Ada apa?" tanya willi sambil memperhatikan polisi yang ada didepannya sambil berjalan pelan kearah polisi tersebut.
"Maaf sebelumnya, apa anda kekasih yuni niels? saya dari kepolisian batam mengabarkan bahwa yuni kecelakaan dua hari yang lalu" ucap reyhan dengan lemas dan memandang langit ruangan koridor rumah sakit.
reyhan yang hampir bingung dengan yang ada di hadapannya sekarang, dan willi langsung menyodorkan tangannya berjabat tangan.
"Willi" ucap willi
"kapan kalian tiba" tanya reyhan langsung tanpa berbasa basi lagi.
"sekitar 2 jam kami disini" ucap willi.
"tolong jelaskan dimana yuni ku" bentak Willi.
mama willi yang melihat anaknya emosi langsung mendekatinya dan mengelus tangan anaknya.
"mari kita bicarakan diluar saja" ucap reyhan.
mereka pun akhirnya ke rumah makan yang didekat rumah sakit, mereka memesan minuman.
__ADS_1
"begini saya tidak tau siapa yang memindahkannya tapi menurut pihak rumah sakit itu semua yang mengurus adalah pamannya." ucap reyhan sambil memandang willi dan semua yang ada di meja tersebut.
"apa kamu tau willi, yuni siapa?" tanya reyhan.
"saya tau, yuni yang mempunyai orangtua yang tidak mampu dan dia selalu bekerja agar ada uang kuliah dan untuk hidupnya" jawab willi.
"kamu salah nak" jawab reyhan.
"yuni tidak tau siapa orangtuanya atau bisa dikatakan trauma diusia balita. dia tidak ingat memory kecilnya. sebenarnya yuni anak dari pengusaha terkaya di New York. dia sudah lama di cari karena ayahnya sakit keras dan baru ditemukan sebelum kecelakaan oleh suruhan pamannya. tapi musibah datang, dia kecelakaan setelah pulang dari bandara yaitu bersama mu." tutur reyhan menjelaskan semuanya.
"tapi yuni tidak pernah cerita masalah itu padaku" jawab willi yang masih tidak percaya.
akhirnya polisi menunjukkan poto ibu pengasuh yuni, orangtua kandung yuni dan pamannya.
"menurutmu mana orangtua yuni" tanya reyhan
"ini" ucap reyhan yang menunjukkan poto orangtua kandung yuni.
"kamu benar itu orangtua kandungnya, tapi selama 22 tahun dia di besarkan oleh pengasuh nya yang bekerja dikediaman mereka dulunya sebagai TKI dari negera kita. dan ibu nya meninggal karena ditembak oleh adik ayahnya dan semua itu hanya karena harta dan kekuasaan." jawab Reyhan.
"tapi pak,,.. ucap willi terpotong karena reyhan langsung bicara. "Jaga Rahasia ini karena dia dari keluarga yang terhormat dan terpandang, Nyawanya sekarang menjadi taruhan. pamannya bersikeras membawanya untuk mempertemukan ayah dan anak sebelum terlambat meskipun nantinya keduanya bakal pergi selamanya, setidaknya ayah yuni bisa melihat wajah putrinya yang sedang koma." ucap reyhan.
willi langsung menangis mendengar penjelasan polisi tersebut, "gak mungkin dia meninggalkan ku. dia sudah berjanji akan mengabari ku jika dia hamil, karena aku sudah tidur dengan nya" ucap willi.
reyhan yang mendengar semuanya langsung memejamkan matanya dan menggertakkan giginya. "Ck, anak ini, masih sempat mikirin hamil dasar anak muda zaman sekarang" gumam polisi dalam hati.
"Nak kamu sabar ya dan doakan yuni cepat sadar dan pulih dan kembali sama mu" ucap mama willi.
"hanya 30% kemungkinan dia selamat, kalau pun dia berhasil melewati masa kritisnya itu berkat perjuangan cinta kalian atau buah hati mu yang kau katakan tadi" ucap reyhan sambil tersenyum meledek.
"aku yakin dia selamat, sangat yakin. buah hati ku yang akan menyelamatkannya" tegas willi sambil menatap manik mata reyhan.
"bro itu tidak mungkin, kalian membuatnya masih hitungan jari" bantah hendra yang pusing melihat willi masih membicarakan yuni akan hamil anaknya.
"anak lagi gimana kalau besok dia mati gimana jalannya ada anak didalam perut yuni, bro bro da sengklek kau bro gumam hendra dalam hati sambil geleng kepala pelan dan menatap willi.
"kemana Yuni dibawa New York???" tanya willi
__ADS_1
"tidak, dia ke L.A" jawab reyhan.