STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Narendra Niels Kembali


__ADS_3

2 tahun kemudian


Hidup Yuni sangat bahagia, semenjak lahirnya Baby Gavrael yuni semakin bahagia bersama ayah nya dan pamannya. kasus kecelakaan yang menimpa nya dulu sudah selesai di urus oleh pamannya, menurut hasil penyelidikan polisi itu semua resmi kecelakaan karena kedua supir mengantuk dan pihak keluarga yuni tidak menuntun dan menyerahkan semuanya kepada polisi dan secara diam diam pamannya menyuruh menyelidiki nya kembali, pamannya takut masih ada musuh yang ingin menghancurkan mereka.


"baby, Oh my baby rael" ucap yuni sambil mengelus punggung baby Gavrael dan menciuminya. selama baby Gavrael lahir yuni disibukkan untuk mengurus baby nya dan dibantu oleh baby sister. dan sekarang sudah waktunya dia harus belajar tentang perusahaan ayahnya, karna dua bulan lagi akan diadakan rapat dengan pemegang saham serta pemilihan untuk direktur baru dan peresmian Hotel yang dimiliki oleh keluarga yuni.


"pa, apa yuni ga boleh dirumah saja?" tanya yuni kepada ayahnya, mereka sedang sarapan bersama sedangkan baby Gavrael sedang bersama baby sister di kamarnya.


"kami bisa dirumah tapi setelah kamu menikah, dan diteruskan oleh suami mu." ucap ayah yuni


"tapi pa, yuni ngerasa ini bukan dunia yuni pa. yuni hanya suka masakan, makanan dan fashion tapi tentang perusahaan papa yuni ga ngerti pa". jawab yuni masih enggan menerima tawaran dia sebagai direktur utama di perusahaan ayahnya.


"kasihan Gavrael pa, dia akan sering ku tinggal" lanjut yuni sambil menundukkan kepalanya.


"darling dengarkan papa, ini perusahaan ibu mu yang diberikan oleh kakek mu karena ini perusahaan keluarga jadi kita harus menjaganya. sementara perusahaan papa, sudah papa lepas untuk paman mu, cukup semuanya berlalu dan cukup papa kehilangan ibu mu dan papa tidak mau kehilangan mu nak tapi ini perusahaan ibu mu darling yang sudah susah payah ibu mu perjuangkan, kamu mengertikan maksud papa nak?" ucap ayah yuni.


"iya pa, yuni ngerti sekarang" ucap yuni sambil menikmati sarapannya.


Di New York Willi sedang liburan dirumah pamannya, dan akan menghadiri acara pernikahan sepupunya yang berada di Los Angeles California. Willi sekarang sangat sibuk dimana dia harus mengurus perusahaannya dan semua usaha yuni yang awalnya willi mengira hanya satu dan ternyata ada 6 usaha dan Willi juga tinggal di rumah yang di bangun yuni dan memperkerjakan orang untuk mengurus rumah nya. karena dia yakin yuni masih hidup bersama anaknya.


"Huuff" Willi membuang nafas nya dengan kasar, semakin lama dia semakin menutup dirinya terutama kepada wanita. Setiap hari nya willi hanya mendengar suara yuni yang terekam di hp nya dan vidio mereka selama liburan, jika orang melihatnya orang menilai mungkin dia sedang menikmati lagu dengan wireless tapi kenyataannya bukan.

__ADS_1


"uncle, dari mana saja??" tanya willi yang baru saja sampai di ruang tengah.


"Uncle tadi ada urusan, kamu berapa hari disini?" tanya Jack Paman Willi.


"setelah menghadiri pernikahan yola aku langsung pulang uncle, banyak yang harus ku urus. ini saja karena yola selalu memaksa dan memintaku untuk datang ke acara pernikahannya." Ucap willi sambil melihat acara tv di ruang tengah.


"uncle,, apa tidak ada harapan untuk menemukannya"? setidaknya Makamnya." ucap willi dengan wajah yang sendu dan sedikit menunduk.


"apa kau masih menunggunya?" uncle pikir kau sudah melupakannya." jawab paman Jack sedikit meledeknya sambil tersenyum smirk.


willi memandang tajam ke manik mata pamannya, dia tidak suka jawaban dari pamannya seakan menganggap dia lelaki tidak bertanggung jawab.


"uncle pikir aku pria apaan!!! 10 tahun sudah ku lalui ini masih 3 tahun uncle belum 100 tahun" tegas willi sedikit meninggikan nada bicaranya.


"uncle mengerti, tapi jangan paksakan dirimu. uncle masih mencarinya tapi data-datanya tidak mudah di temukan. hanya ada 1 keluarga Niels yang terkaya disini tapi mereka mengatakan bahwa tidak ada anak mereka yang pernah menginjakkan kaki nya ke indonesia." ucap pamannya


"tapi uncle ga nyebut dan kasih photo yuni kan ke mereka?" tanya willi sambil melihat kearah pamannya dan aku minta tolong sama uncle selidiki diam-diam uncle, karena dia sedang di incar pesaing bisnis ayahnya. itu informasi yang aku dapat dari batam polisi yang menangani kasus kecelakaannya masih diselidiki beliau." lanjut Willi.


"tidak, uncle hanya menyinggung apa mereka pernah ke indonesia tapi ternyata mereka sama sekali belum pernah kesana." jawab paman jack


"tapi hanya satu yang belum paman jumpai, Anak tertua Niels yang sekarang tidak tau ada dimana, semenjak kematian istrinya dia tidak pernah muncul lagi di perusahaannya yang sudah digantikan oleh adiknya." lanjut paman willi. Willi yang mendengar penjelasan pamannya hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


"aku hanya bisa mengandalkan mu uncle," ucap Willi dengan lemas dan manik mata nya mengarah ke arah TV begitu juga uncle jack sekilas melihat apa yang di lihat willi langsung berteriak kencang


"Wow panjang umur, yang kita bicarakan masuk TV." teriak uncle jack, itu dia anak tertua Niels yang sudah lama tidak menampakkan batang hidungnya. Ternyata dia sedang sakit, dan nampak sudah tua sekali. Narendra is Back" lanjut Uncle Jack.


ternyata di tv bukan wajah ayah yuni saja yang di tampilkan melainkan wajah ibunya juga. memori ayah dan ibu nya muncul di layar televisi, untuk mengenang ibu nya yang sudah lama telah tiada. dan hal itu membuat willi tiba-tiba berdiri dan membuat pamannya terkejut. "what's up boy..!!" ucap paman willi.


"uncle itu yuni, itu orangtua yuni." jawab Willi dengan pandangannya yang tak lepas dari siaran televisi.


"jadi Narendra, bukankah putrinya sudah meninggal bersama istrinya??" tanya uncle jack.


"Apaaa, Meninggalll....!!??" teriak Willi.


"Itu yang ada di berita dan di konfirmasi oleh Narendra sendiri bahwa benar Istri dan Putrinya Meninggal dunia" Tegas Uncle jack.


"tapi ini uncle photo yang di tunjukkan polisi waktu kasus kecelakaan yuni dan wajah ibunya sama persis sama wajahnya, ucap willi sambil mondar mandir sambil menebak-nebak dan terbit segaris senyum tipis di bibirnya. Uncle kita jumpai Papa nya, mungkin saat ini yuni disembunyikan papanya." Lanjut Willi dengan yakin.


Mereka langsung bergegas ke perusahaan yang baru saja di kabarkan akan mengadakan pemilihan direktur baru yang diberita tidak di tampilkan siapa calon direktur barunya seperti apa.


Saat ini uncle jack dan willi sudah sampai di perusahaan Narendra atau perusahaan ibu yuni Dimitri Crop yang ada di California, yang ingin menjumpai ayah yuni.


"permisi saya mau bertemu dengan Narendra Niels, saya Jack William dari Perusahaan JW Crop New York." ucap paman willi kepada resepsionis.

__ADS_1


"Apa bapak sudah punya janji sebelumnya"? tanya salah satu pegawai resepsionis.


"Sudah" Jawab Willi tegas dan uncle jack yang melihat ke arah manik mata willi seakan paham apa yang dimaksud oleh willi. "ya kami sudah berjanji." ucap paman willi dan membenarkan perkataan willi.


__ADS_2