
Hari ini aku resmi masuk ke universitas teknik, sesuai dengan pilihan kakak ku agar aku disiplin tapi yang membuat aku tidak disiplin adalah para wanita yang mengganggu ku, baik dari seangkatan ku mau pun senior ku. tapi hanya satu yang berbeda, sedari awal aku injakan kaki ku di kampus ini hanya dia wanita yang manis cute polos dan senyumannya bikin hati ku deg deg kan. tapi sifatnya yang selalu emosian dan selalu menolak ku membuat hari hari ku berwarna.
pagi ini aku sedang sarapan bersama keluarga besar ku karena bagi kami ini sangatlah jarang terjadi dimana aktivitas kami semua yang super sibuk membuat kami jarang bertemu.
aku menikmati sarapan ku sambil tersenyum dan memandangi photo yuni yang sedang cemberut duduk di koridor kampus, aku tidak tau bahwa semua mata tertuju pada ku dan memperhatikan ku.
"Hemm bagaimana kuliah mu tanya kakak ku"
"Lancar jawab ku singkat"
"apa ada wanita yang kamu jahilin makanya kamu senang banget ucap kakak. "
"ya, dia memberi ku warna jawab ku sambil tersenyum lebar"
dan yang lain langsung melongo dan geleng kepala melihat tingkah ku.
"jangan macem macem Max ingat mama juga wanita ucap mama ku." aku langsung menoleh ke arah mama ku, sambil tersenyum aku menyakinkan mama ku
"mama tenang saja, dia jodoh ku calon mantu mama ucap ku enteng"
yang lain langsung terbatuk dan menatapku dengan tajam mendengar ocehan ku,
__ADS_1
"kenapa kalian semua kompak tersedak, ah ya aku memang membawa ke kompakan dalam keluarga ini ledek ku dengan tertawa pelan."
"Nie Im Coming teriak ku sambil berjalan menuju garasi motor ku sambil bersiul siul dan tersenyum."
selesai makan aku langsung pamit pada mama dan saudara ku yang lain karena papa ku sudah lama tiada jadi aku adalah anak dan adek kesayangan keluarga ku.
sesampai dikampus aku tidak melihatnya ada dimana, dan aku menunggunya dikantin sambil menikmati jus pokat. dan gerombolan senior datang kekantin, "Hai sapa Vina" senior yang satu kos sama yuni. aku hanya membalas dengan senyuman.
"vina kamu tau ga yuni adek kos mu ayam kampus kata kawan vina"
"entahlah aku juga ga tau jawab vina, huuft tapi ada berita yang bikin kalian kaget tapi aku ga tau apa ini benar atau tidak ucap vina lagi.
"yuni kenapa tanya ku tegas"
"aku bakal cerita tapi ada syarat ucap vina, aku diam dan menatapnya bayarin kami makan nanti malam lanjut vina"
aku langsung pergi menuju gedung baru, aku yakin dia pasti akan kesana untuk belajar seperti sebelumnya tanpa yuni tau bahwa aku selalu menemani nya belajar meski pun aku harus bersembunyi agar dia tidak terganggu belajar. aku tidur di pojok sudut lantai 3, baru setengah jam aku tertidur sayup sayup aku mendengar suara dan berjalan ke arah lantai 3. aku masih memejamkan mata ku, omongan senior ku masih terngiang di pikiran ku. dan tiba tiba suara tangisan perempuan ku dengar dan makin dekat, aku menunggu siapa yang datang kemari sambil menangis dalam benak ku tapi yang ku tunggu tak kunjung muncul dan aku langsung berdiri dan berjalan untuk melihatnya.
sesaat aku tertegun apa yang kulihat, yuni yang ku kenal sedang menjerit nangis dan aku melihat keadaannya kacau, jujur ada perih ku rasakan saat melihatnya menangis histeris seperti ini, ingin aku marah siapa yang membuatnya. dia menangis seperti kehilangan seseorang, aku mendekatinya dan memberikannya sapu tangan sambil memeluknya erat untuk memberikannya semangat.
dia melihat ku dan langsung memeluk ku dengan erat, aku menyukai tingkah nya kali ini. dia menjadikan ku tempat sandarannya bukan pria lain seperti apa yang di gosip kan orang. sebenarnya aku ingin bertanya langsung tapi aku takut dia tersinggung dan membuat hubungan kami tidak nyaman, aku menjaga semua itu tapi aku salah ternyata aku sendiri yang membuat hubungan kami putus.
__ADS_1
aku yang susah mengucapkan kata cinta dan sayang, aku hanya akan menunjukan dengan perbuatan dari pada ucapan dan ku harap yuni mengerti tapi aku salah mendekati senior vina malah membuat dia semakin jauh dan kami selalu bertengkar dan aku sering kali menjahilinya bahkan menyakitinya jika sedang bersama senior ku, mungkin aku menjaga image ku, ego ku, itulah kesalahan fatal ku.
sampai janji kami akan bertemu di lantai 3 pun aku lupa karena aku ingin mencari tau berita apa lagi yang akan senior vina sampaikan kepada ku dan aku terkejut vina mengatakan bahwa yuni sudah tidur dengan dion satu kos nya kedapatan oleh matanya sendiri karena itu vina mengusir yuni dari kos tersebut.
aku syok dan terdiam, dalam hati ku tidak mungkin. dada ini terasa sesak dan sakit tapi memang benar yuni sudah pindah kos, dan aku membuang pandangan ku ke arah jalan dan tanpa sengaja aku melihat yuni sedang menatap ku dan aku langsung teringat janji kami bertemu, aku bergegas menjumpai nya. aku ingin mereka berjumpa dengan senior vina agar yuni yang klarifikasi semua omongan vina itu tidak benar, aku mengajaknya makan bersama hanya itu alasan yang tepat dalam pikiranku. tapi sayang genggaman ku langsung ditepisnya.
"Willi kamu jahat teriak yuni" dan jujur itu membuat ku sakit, perih tapi aku sadar perbuatan ku emang jahat aku melupakan janji kami, aku ingin mengejarnya tapi tas ku ada di warung depan tempat ku makan bersama vina.
aku berlari mengambil tas ku dan membayar makan kami tanpa menghiraukan panggilan dari senior vina dan langsung pergi menuju kos yuni yang baru, tapi hasilnya nihil yuni sudah tidak ada disana.
aku menghubunginya tapi tidak aktif
"Aarghh teriak ku" prustasi aku menjambak rambut ku karena emosi ku.
"nie kamu dimana?" gumam ku pelan
aku menunggu didepan kos nya sampai jam 10 malam tapi sayang yang ku cari tidak muncul. aku bergegas pulang kerumah dengan penuh kekecewaan, niat ku sebenarnya ingin mempertemukan mereka agar masalah gosip ini tuntas dan nama yuni juga tidak buruk lagi.
Tapi sayang sudah terlambat, aku bisa melihat sorot mata yuni yang penuh amarah dan kebencian saat ini aku pasrah. tapi besok aku akan menjelaskan semua padanya agar semua menjadi jelas sekalian aku ingin mengutarakan perasaan ku selama ini.
**Hallo reader semuanya jangan lupa Like Komen Vote dan Favorit yah ❤️😘
__ADS_1
Sarangee ❣️❣️**