
mentari pagi menyinari bumi, sinarnya menerpa wajah kokoh dan ditumbuhi bulu-bulu halus di rahangnya. dia menggeliat karna cahaya mentari pagi dengan perlahan menggeser tangannya agar tidur kekasihnya tidak terganggu. willi melihat wajah damai yuni saat tidur, mungkin minggu depan wajah ini yang akan selalu dilihatnya saat bangun tidur nantinya, willi mengecup pipi yuni dengan pelan dan lembut serta merapikan anak rambut yang menghalangi hidung yuni.
akhirnya willi bangun dengan sangat pelan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya karena mereka akan ke butik fitting baju pengantin mereka, karena willi orang batak jadi mereka memakai adat batak dan untuk resepsi mereka melakukannya di California nantinya.
Willi saat ini sudah rapi dan wangi, dia menghampiri tempat tidur ingin membangunkan yuni yang masih tenang dan nyaman dibawah selimut yang tebal dengan tubuhnya yang polos.
"sayang bangun," ucap willi sambil mencium bibir yuni dengan lembut, yuni merasa terganggu dari tidurnya akhirnya dia membuka matanya dan melihat wajah pria tampan yang sudah wangi, dia mengalungkan tangannya kepinggang willi dan mencium perut willi yang dibatasi oleh kemejanya. "five minute's" gumam yuni kembali memejamkan matanya.
"baby,,, aku lapar"ucap willi yang sengaja agar yuni bangun karena yuni tidak bisa mengabaikan willi jika sudah mengeluh apa pun. spontan yuni membuka matanya, dan bergelut manja di lengan willi, willi melihat tingkah yuni yang manja langsung memeluknya erat. "mandi yah biar kita sarapan" lirih willi pelan.
"hemm, padahal aku ingin dipeluk" rengek yuni.
willi terkekeh melihat rengek yuni, karena selama ini yuni tidak pernah merengek minta dimanjain. "nanti kita lanjut yang tadi malam pulang dari butik ya" ucap willi dan hal itu membuat wajah yuni merona malu yuni langsung menyembunyikan wajahnya kedada bidang willi yang seperti roti sobek.
__ADS_1
"aku mandi dulu ya," ucap yuni sambil mencium bibir willi "morning kiss baby" ucap yuni lagi sambil tersenyum dan sedikit berlari kearah kamar mandi karena malu dengan agresif nya.
"aku akan menunggu mu sayang" teriak willi
"iyaaaa" balas yuni agak kencang
setelah mereka sarapan ayah yuni dan pamannya martin sedang berdiskusi dengan raja adat, mereka menggunakan translate agar dapat di mengerti dan komunikasi lancar.
willi dan yuni sedang menuju butik, dan selang 20 menit mereka akhirnya tiba ke butik. willi menggandeng tangan yuni sampai kedalam butik.
"sudah sayang ayo kita coba ucap pemilik toko
yuni masih termenung, sampai willi menyadarkannya. "baby kenapa jadi termenung"? tanya willi
__ADS_1
"Ahh, iya ayo aku kedalam dulu sayang" ucap yuni yang sadar dari lamunannya. entah kenapa perasaannya tidak enak, pikirannya hanya ke papanya saja sampai-sampai ketika memakai gaun kebayanya pun dia hanya melamun, akhirnya willi mengajaknya pulang dan besok akan kembali lagi.
"sayang kamu kenapa?" tanya willi
"aku kurang enak badan" ucap yuni jujur,
tapi .... yuni menjeda pembicaraannya dan menatap jalan raya dengan tatapan kosong.
"tapi apa baby? apa ada yang membuat mu hari ini banyak melamun.."ucap willi
"tapi perasaanku ga enak sayang, aku mikiri papa. perasaan ku bilang bahwa aku akan kehilangan sesuatu yang berharga tapi aku ga tau itu apa hanya dipikiran itu hanya wajah papa aja sayang." ucap yuni sambil menjelaskan apa yang dirasakannya.
Willi memandang yuni sesekali sambil fokus menyetir, "baby percayalah papa akan baik-baik saja. itu hal biasa jika kita mau menikah pasti banyak cobaan." ungkap willi sambil tersenyum
__ADS_1
"kamu tenang saja" ucap willi lagi.