STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
MAAF


__ADS_3

Keesokkannya harinya yuni bangun pagi pukul 05.49WIB sebelum berangkat kerja dia jogging pagi terlebih dahulu karena ingin merubah moodnya karena semalam telah membuatnya menjadi badmood, selesai jogging dia mandi dan bersiap2 ke kantor dengan menggunakan Kemeja jeans dan Celana Jeans berhubung gerimis tanpa diundang datang dan rambut dijeppol ke atas membuat jenjang lehernya nampak jelas dan terlihat seksi 😀, dia menunggu didepan warung simpang kosnya sambil mendengarkan lagu dengan memakai headseat phone dan kaca matanya dan menunggu angkutan umum lewat menuju kantornnya



sesampainya dikantor seperti biasa menyapa teman lainnya dan membereskan dokumennya.


selesai kerja yuni masih menunggu hujan reda di pos security, bersama karyawan yang lainnya. tiba tiba moan datang mencolek lengan yuni. "sini bentar ajak moan" yuni pun bergegas jalan menghampirinya "ada apa bang? tanya yuni dengan cueknya.


"semalam kenapa? tanya moan"


sambil tersenyum yuni menjawab "biasalah masalah anak lajang bang".


"jika karena laki laki ga usah dipikirin, biar dia yang ngejar kamu ungkap moan sambil menghirup rokoknya tapi jika tentang keluarga bicarakan baik baik dan selesaikan bukan dengan mabuk lanjut moan sambil melirik yuni yang sedang memandang air hujan yang turun lebat saat itu.


"iyah bang, gada masalah apa2 kok jawab yuni dengan wajah senyumnya"


"baguslah jawab moan sambil berjalan menuju parkiran"

__ADS_1


selang beberapa menit mobil moan berhenti tepat didepan yuni " ayo ku antar kamu pulang ajak moan. yuni pun akhirnya meninggal security sambil berlari menghindari hujan menuju mobil moan .


sampai dikos mobil moan berhenti "tetap semangat jangan stress karena masalah biar masalah itu stress karena mu tegas moan sambil cengengesan.


"makasih ya bang atas tumpanganya ungkap yuni tulus. dan meninggalkan moan dan mobil moan meninggalkan kos yuni . yuni berjalan menuju kamarnya dilantai 2 dan langsung mandi dan langsung istirahat.


Malam harinya yuni terbangun, keluar dari kosan menuju warung nasi membeli nasi seharga 10rb dengan lauk telor plus tempe tahu begitulah jalan hidupnya sehari hari. agar bisa menyambung hidup dikota orang harus nabung dan bisa bantu orangtua dikampung. selama kuliah dulunya juga yuni sudah terbiasa hidup mandiri kuliah sambil bekerja kadang dia iri melihat teman sebayanya hidup enak bisa beli baju baru pakai makeup kekampus. tetapi hidup yuni kekampus hanya memakai bedak baby, dan sekarang dia bekerja hanya mekai makeup seadanya saja. terbiasa hidup mandiri membuatnya serba bisa mengerjakan segala sesuatu agar bisa bertahan hidup.


sambil makan malam hp yuni berbunyi dengan nomor tak dikenal atau nomor baru, karena nomor tak dikenal jadi dia tak menjawab/ dibiarkan begitu saja. sampai 10 kali berdering dengan nomor yang sama dan panggilan pun berakhir tanpa dijawab yuni.


"hallo nie, kamu dimana? kenapa lama sekali jawab telpon ku tanya willi dari sebrang.


Heniiing....


"nie, kamu dengar aku kan?" tanya willi lagi


Heniiing...........

__ADS_1


"nie, kalau aku ada salah aku minta maaf ya, jangan diami aku please bujuk willi dengan suara yang lembut seperti dulu saat dia membujuk yuni.


"apa kabar? tanya yuni dengan suara agak berat,


"aku sehat, kamu sehatkah? tanya willi


"aku rindu kamu gumam yuni dalam hati"


"aku sehat, sudah yah aku mau tidur balas yuni"


Tutt....


yuni langsung mematikan telponnya secara sepihak bukan karena dia benci tapi karena takut Rasa itu kembali lagi, itu lah yang dihindari yuni selama ini dari willi.


"Sorry, aku terlalu sayang kamu will gumam yuni pelan dengan suara seraknya karena air matanya lolos begitu saja."


"Maafkan aku will, teriak yuni" sambil menangis. yuni menangis kencang karena kenyataanya dia sangat mencintai willi tapi keadaan yang buat mereka berpisah.

__ADS_1


__ADS_2