STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Prov Willi 2


__ADS_3

willi langsung syok begitu mendengar pertanyaan yang dilontarkan kakak juniornya yaitu Juni saat ini, dalam benaknya kapan aku merendahkannya??? willi menutup matanya dan mulai mengingat kapan dia melakukan semua itu, tapi sayang dia tidak mengingatnya sama sekali.


"tidak, aku tidak pernah merendahkannya jawab willi " dengan nafas beratnya dan menatap tajam kearah juni


"heegg... dengan senyum menyeringai kau bahkan tak mengingatnya" tegas juni


"apa maksudmu ??? siapa yang bilang?? jawab jujur teriak willi" seakan tidak terima dengan semua tuduhan yang diberikan kepadanya.


"hanya Yuni yang berhak memberitahu mu bukan aku, karena itu PRIBADINYA dan aku tidak berhak menceritakannya kepadamu meskipun aku tau konflik masalahnya tegas Juni sambil melihat kearah Willi dan menyerahkan hp miliknya.


Willi langsung mengambil hp nya, dan melihat nomor dan nama yang tertera di hp milik Juni, Yun Best Willi mengerutkan keningnya seakan ingin mempertanyakan arti nama tersebut tapi di urungkanya karena dia takut orang dihadapannya akan berubah pikiran. Dengan cepat willi mencatat nomor hp Yuni dan mengembalikan hp milik juni.


"oke , thanks atas waktu dan semuanya ungkap Willi dengan tulus"


"sama sama, tuntaskan masalah kalian pinta Juni dengan suara pelan seakan membujuk"


willi berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan ditemani oleh kakak seniornya, sampai di depan dia berpamitan pada istri seniornya dan masuk kedalam mobil, dia menekan Stater dan mesin mobil menyala.


"saya jalan dulu iya ito, ya brow kata willi"

__ADS_1


sebelum berangkat willi sedikit berteriak kepada Juni "Ganti Namanya brow, aku tak suka teriak Willi dan langsung meninggal kediaman Juni tanpa menunggu balasan dari juni.


ditengah jalan lampu jalan sudah menyala untuk menerangi jalan kota menuju kediamannya,. dia masih berpikir apa yang dikatakan juni, dia meminggirkan mobilnya dan menyalakan rokoknya dan membuka kaca mobilnya sambil termenung terlintas dipikirannya. "Willi Kamu Jahat teriak Yuni" yang langsung meninggalkan willi dan temannya dikantin, yah saat itu willi menghampiri yuni yang berada dikantin karena sudah sebulan yuni menghindarinya tapi karena dia sibuk ujian jadi baru itu dia sempat menjumpainya tapi siapa sangka dia mendapatkan Yuni seperti itu seakan Yuni membencinya padahal mereka sudah Damai kala itu.


"Huuufftt " willi mengeluarkan Nafasnya dan asap rokoknya keluar kaca mobilnya aku harus meneleponnya gumam willi dalam benaknya.


Pukul 21.07 wib Willi sampai dirumahnya dan dia langsung mandi dan makan malam di rumah yang dia beli dengan hasil kerjanya sendiri. selesai makan dia langsung menuju balkon kamar nya duduk santai dan mengambil hp nya mencari nama Yuni dan langsung menekan tombol Panggil.


tutt ...tutt...... tuuutt..... tak ada jawaban


apa dia sudah tidur gumam Willi pelan


dan Yuni mengangkat telpon dari willi


"Hallo.... "


tapi tak ada jawaban dari sebrang sana, willi melihat layarnya masih tersambung panggilan dan menyapa kembali


"Hallo, apakah benar ini Yuni kah?" tanya Willi dengan nafas beratnya dan sedikit gugup

__ADS_1


"Siapa?? jawab Yuni"


"ini aku Willi, kamu dimana? apa kamu masih ingat dengan ku juniormu dikampus? tanya Willi


"maaf salah orang, saya bukan orang yang anda maksud mungkin anda salah nomor balas Yuni


dalam benak willi gak mungkin, aku kenal kamu bertahun tahun aku kenal suaramu yun, kenapa kau berbohong dan menghindariku yun gumam willi dalam diamnya dan beberapa detik berikutnya "Tapi ini suaramu nie teriak willi yang penuh rasa kesal"


"Sorry,.. anda salah orang, Maaf saya sedang sibuk Jawab Yuni dengan suara beratnya "


Willi diam beberapa detik, dan dia langsung ke intinya mengungkapkan rasa yang selama ini di rasakannya. rasa yang sudah dipendam bertahun tahun lamanya.


"aku rindu, maafkan aku nie teriak Willi" tanpa terasa air matanya lolos begitu saja seakan ada yang salah pada dirinya, jantung nya seakan berhenti dan panggilan pun berakhir.


willi memandang hp nya dengan air matanya, yah dia tak bisa menahan lagi "Aaaaaarrrgghh...... teriak willi "


"aku lemah karena mu nie, aku kuat karna mu teriak willi" sambil berjongkok dilantai balkon kamarnya dan memukul lantai kamarnya dengan kuat sampai tangannya kemerahan.


"Yah,, aku akan menjumpai mu masalah kita harus selesai nie, kau hanya kau yang memenuhi pikiranku selama ini gumam willi penug penekanan dan rasa kesal yang mendalam karena yuni berbohong padanya.

__ADS_1


__ADS_2