
Akhirnya ujian semester telah selesai, dan hasil ujian untuk penerimaan Mahasiswa Baru telah keluar. Aku berniat pulang ke kos teman ku karena aku malas pulang ke kos ku tapi kaki ku mengarah ke yang lain. aku menuju gedung baru yang ada disamping Gedung lama. ku naik ke lantai 3 memandang dari atas ke bawah. tidak banyak orang yang datang ke lantai itu. disana aku mulai melamun mengingat keluarga ku. pertengkaran ku dengan orangtua ku membuat bapak ku jatuh sakit, tanpa ku sadar air mata ku keluar, aku meluapkan isi hati ku dengan menangis.
aku turun ke bawah setelah keadaan ku mulai membaik, ku berjalan pelan melihat ke bawah tanpa memandang ke depan dengan pikiran kosong, langkah ku terhenti ku lihat dihadapan ku ada sepasang sepatu sport yang size nya seperti size pria dan aku mengambil jalan ke kanan tapi dia mengikuti ku dan ku ambil jalan ke kiri dia juga mengikuti ku .
aku menghembuskan nafas ku dan mengangkat wajah ku kedepaHuuupf , Minggir ucap ku pelan" dengan tatapan kosong ku, dia hanya melihat ku dan aku langsung memutuskan membalikkan badan ku dan berjalan ke arah belakang menuju kantin itu lah yang ku tuju saat ini. aku yang tidak ingin ribut memilih diam karena kedaan ku kacau saat ini. dimana keluarga ku dan orang di kos ku, dan termasuk pria yang sedang mengikuti ku semakin membuat ku kacau.
akhirnya aku memilih pulang dengan jalan santai ku berjalan dengan pikiran ku yang banyak ini. aku berhenti disimpang kos ku memilih untuk duduk di bangku yang ada di bawah pohon yang ada di simpang kos ku. aku memandang kenderaan yang bolak balik menyapa ku apa kah aku ikut naik atau tidak.
Air mata ku jatuh lagi entah lah akhir akhir ini aku jadi cengeng, ku usap pipi ku dan ku lihat ke arah sebelah kanan ku dan aku syok berat melihat pria yang sudah sah jadi Junior ku itu Melihat ke arah ku "sejak kapan, ngapain dia disini itu lah dibenak ku" lalu dia berjalan ke arah ku dan duduk di samping ku.
"Willi , ucap nya dan melihat ke arah ku Willi Maxiwillian Panggabean Lanjutnya." "Oh aku hanya ber Oh ria saja menjawab nya.
kami diam dalam lamunan kami masing masing sampai kakak senior ku leo berhenti tepat didepan kami, nie ayo bareng abang kekos ucap nya dan aku langsung tersenyum dan menjawab "aku masih ada urusan sama dia bang, duluan aja ya" lanjut ku . Willi hanya diam dan menatap ku heran, aku yang mengerti arti sorot tatapannya aku langsung meng klarifikasi atas ucapan ku yang tadi.
"Maaf aku mengkaitkan namamu karena aku lagi tidak mau pulang kekos ku. aku jenuh dengan semuanya ucap ku lemas"
"kamu mau ikut sama ku tanya willi"
kemana..??
Main timezone ucap nya dan langsung ku anggukkan kepala ku sebagai jawaban ku.
__ADS_1
kami berjalan ke kampus karena motor willi disana di parkiran dia sengaja jalan kaki agar bisa tau aku tinggal dimana. aneh bukan aku langsung jalan sama adek junior ku padahal kami baru kenal.
kami berangkat menuju pusat perbelanjaan di kota medan sambil bermain time zone, seakan kami sudah lama kenal karena aku gampang menyesuaikan diri ku dan begitu juga dengan willi yang tidak banyak tingkah hanya memegang tangan ku saat kami jalan. kami saling berbagi cerita dan tertawa bersama seakan aku tidak punya masalah lagi dan beban ku berkurang berkatnya.
aku melihatnya dengan teliti, pria sempurna hanya itu yang terucap pada bibir ku. tinggi, tampan kaya pintar karena dia lulus ujian di urutan pertama. Tapi aku langsung membentengi diri ku untuk tidak membuka hati.
kami akhirnya pulang kekos dan di lihat oleh semua penghuni kos yang ber ketepatan sedang santai di depan kos. "Malam sapa nya pada semua senior yang ada di teras kos" aku pulang ya lanjut nya pada ku. Saya pulang dulu ya kakak abang ucap nya sambil menunduk dan tersenyum." tapi kak vina langsung mencegah "kok pulang dek?? nanti yah ucap vina, dan aku langsung melirik ke arah willi dan akhirnya willi memilih untuk duduk sebentar dan mulai cerita sama kakak junior kami.
aku melihat mereka saling bercerita dan kak vina paling antusias bercerita dengan junior baru nya itu. aku masuk ke dalam untuk menyimpan tas ku dan sepatu ku, dion mencegah ku diruang tengah "dari mana saja tanya dion sambil memegang tangan ku".
aku hanya tersenyum kecil dan menjawab dari kampus dan pergi main bosen belajar terus ucap ku dan langsung masuk ke kamar dan aku langsung menuju ke teras. jam 10 malam willi permisi pulang tanpa menyapa ku, aku sedikit aneh lihat sifatnya tapi aku tepiskan.
❤️❤️
Aku yang sedang kesal satu hari ini, dan aku langsung meluap kan rasa kesal ku kepada satu stambuk ku yang menjahili junior yang masih baru. Aku Berubah menjadi brutal, wajah ku lembab dan berdarah. kami di panggil kedekan, kantor dekan melewati aula dimana diluar aula para mahasiswa baru dibariskan dari jauh aku melihat willi melihat ku tapi langsung ku alihkan. ku menatap lurus dan mengangkat wajah ku dengan tegak dan tatapan sinis ku. aku bisa melihat disamping nya ada vina. aku bukan cemburu cuma kesal, aku tidak tau salah ku apa tapi kenapa di cuekin dan di diami tapi sudah lah aku tidak peduli akan hal ini. sekarang masalah ada didepan mata ku saat ini. aku berdiri bersama teman rival ku tadi di depan pintu ruangan dekan, aku mengetuk dan masuk tapi sebelum masuk ku sempat kan melihat ke arah cama cami berdiri dan ternyata willi sedang menatap ku dari bawah. aku langsung membuang wajah ku dan masuk ke dalam ruangan.
Pukul 18.39 Wib para cama cami sudah mau pulang, tapi aku masih setia duduk dengan santai di tangga menunggu cama cami pulang . aku turun ke bawah tepat pukul 20.45 aku berjalan ke kaki kekos dan berhenti di apotek membeli obat luka, dan melanjutkan berjalan kaki ke kos ku. aku melihat motor willi ada di sana Ck, dia disini gumam ku sinis.
aku membuka sepatu dan langsung masuk tanpa menyapa mereka semua yang ada di ruang tamu. karena aku juga tak ingin di ganggu, aku langsung mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi mengobati luka ku. sesekali aku meringis kesakitan dan pintu kamar mandi di gedor oleh dion.
"dek kamu ga apa apa kan?? tanya dion" tapi aku hanya diam saja, dan melanjutkan mengobati luka ku. selesai ritual mandi dan mengobati aku sempat melirik ke arah ruang tamu masih ada willi dan Vina disana sedang makan aku langsung masuk ke dalam kamar ku tanpa makan.
tok tok
__ADS_1
"dek ini aku, ayo makan ucap dion"
aku langsung membereskan baju ku dan buku ku untuk besok, aku lebih memilih untuk nginap di kos teman dari pada di kos ku sendiri. ku buka pintu "aku tidak lapar balas ku sambil tersenyum menyakinkan nya".
"loh kamu mau kemana? tanya kembali,
dek mau kemana timpal vina
"mau Main kak jawab ku sambil jalan keluar rumah tanpa memandang mereka".
"main kok bawa tas sama sepatu dek? lanjut Vina."
"aku gak pulang ya kak jawab ku sambil berjalan cepat dan aku melihat ke belakang mereka telah masuk ke rumah aku langsung memotong jalan ke samping dari jalan sempit sambil berlari." dugaan ku benar selang 2 menit willi keluar kos dan mencari ku tapi dia tidak tau aku bersembunyi di Gang kecil.
"aku memutuskan memesan taksi dan menuju kos abang ku yang ada di pancing. aku rindu abang ku superhero ku, aku mau kasih surat panggilan kampus ku karena insiden tersebut.
Ke esokkan hari nya aku datang kekampus pukul 14.00 diantar oleh teman abang yang kebetulan rumah nya ada di perumahan menteng 7, aku di turunkan di halaman kampus semua mata melihat kami apa lagi cama cami yang sedang melakukan permainan game. aku hanya cuek aja dan tidak melihat ke arah dimana mahasiswa sibuk memberi semangat pada cama cami. aku menuju ruangan dosen, berkonsultasi masalah ku dan aku keluar ruangan itu dan menuju ruang dekan. aku yang melewati ruang aula semua mata melihat ke arah ku, bekas lembab itu masih ada dan plester di dahi.
aku berjalan seolah hanya ada aku saja disana tanpa peduli orang memandang ku seperti apa. sampai seseorang menjerit berteriak ke arah ku, Yuni Bangsat. aku menoleh ke belakang dan tetap berjalan ke ruang kaca menjumpai ruang dekan. hanya 10 menit aku didalam dan keluar didepan pintu ruang kaca sudah ada teman duel ku semalam aku berjalan santai dan melewati mereka tiba tiba kaki ku tersandung, hampir oleng dan jatuh.
aku berusaha tegak dan berusaha tidak melawan karena aku malu pada cama cami yang baru. aku tidak mau memberikan kesan buruk terhadap mereka dan langsung pergi menjauh melewati barisan belakang cama cami, dan aku berhenti di barisan willi , aku memandang melihat punggung willi dan dia menoleh ke belakang dan pandangan kami bertemu, seolah kami berbicara dari mata ke mata dan aku melanjutkan jalan ku ke parkiran menuju motor willi. aku meletakkan Bingkisan ku berupa coklat sedang dan tulisan di bungkus nya "Semangat by Nie" dan aku memutuskan pulang kampung karena libur ku masih panjang setelah urusan ku dengan dekan telah selesai.
__ADS_1
Hallo semua maafkan aku ya jika karya ku masih kurang, ini cerita alur Mundur. sehat selalu dan Jangan Lupa Like Komen dan Vote ❣️❣️ Sarangee 😘😘