STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Jakarta


__ADS_3

Selama di pesawat ayah yuni istirahat dikamar VVIP yang disediakan oleh pihak maskapai, mereka menggunakan pesawat komersil sesuai permintaan ayah yuni, semua sudah di persiapkan oleh willi. perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dari 18 sampai dengan 19 jam Los Angeles Jakarta membuat mereka bosan termasuk ayah yuni yang sedari tadi asyik menanyakan kapan pesawatnya lepas landas kepada pramugarinya.


yuni saat ini sedang beristirahat dengan baby Gavrael dan ditemani oleh nani nya juga, kamar mereka bersebelahan dengan ayahnya. sementara willi dan paman yuni memilih beristirahat di tempat duduk mereka sembari memperhatikan kamar ayah yuni dan yuni, mereka tidak mau sampai kecolongan ada yang ingin berbuat jahat dan mereka juga tidak mau ada masalah di pesawat ini membuat perjalanan mereka terganggu.


Malam hari nya mereka sampai di bandara jakarta atau yang biasa kita sebut Soekarno-Hatta International Air Port.




Mereka langsung dijemput oleh anak buah willi yang sedari tadi menunggu kehadiran tuan berserta keluarga barunya di jakarta. Mereka semua menuju Hotel yang paling mewah di jakarta untuk beristirahat. tapi sebelum mereka beristirahat mereka makan malam di restoran hotel. ayah yuni sedari tadi melirik kanan dan kiri seakan mencari sesuatu. Willi yang melihat papa mertuanya sedang melirik kesana sini dan willi langsung mengikuti kearah pandangan mata ayah yuni saat ini, ternyata "Oh My God Dad" gumam Willi pelan. ternyata ayah yuni sedang memandangi pelayan yang sedang mengantar menu makanan kami.


"dady suka daun muda?" bisik Willi sambil menahan tawanya.


"kau pikir aku sepertimu menyukai daun tua alias lebih tua dari mu" ucap ayah yuni pelan tapi terdengar oleh Yuni. spontan yuni yang mendengar hal itu langsung memasang wajah cemberutnya dihadapan Willi dan ayahnya.


"Oh No baby, Ilove you baby," ucap Willi dengan tulus.


"Ck,, Dasar Pembangkang" gumam ayah yuni dan ayah yuni langsung memalingkan wajahnya saat melihat calon mantu nya lagi menggombali putrinya. dia melihat warga negara indonesia seperti apa menurutny.


"Cantik" gumam ayah yuni yang sedang menatap pelayan yang sedang menyusun menu makanan yang kami pesan ke meja.


"Kakak,, apakah Nyonya Vio kurang untuk mu?" ucap martin dengan santai, Nyonya Vio adalah tetangga mereka tapi dia seorang janda yang. baik.

__ADS_1


"dia keriput, ini mulus martin" ucap ayah yuni tanpa sadar keadaan, bahwa semua mata sekarang sedang menatap nya karena jawabannya. pelayan tersebut jadi menunduk karena malu, "apa aku boleh minta nomor phonselmu sweety" tanya ayah yuni sambil memandang pelayanan yang ada di sampingnya.


"maaf tuan saya sedang bekerja" jawab pelayan dengan ramah.


"papa cepat makan kita akan istirahat, besok kita lanjutkan perjalanan kita lagi" ucap yuni yang mulai kesal melihat tingkah konyol papa nya.


"baiklah darling," balas ayah yuni sambil melirik martin yang sedang melahap makanannya dengan tenang.


❣️❣️❣️


yuni saat ini sedang santai di kamarnya karena Gavrael dan nani nya sudah tidur di kamarnya. kamar Gavrael disebelah kamar yuni. Yuni menikmati Channel yang ada dan tiba - tiba hp nya berdering, yuni langsung tersenyum begitu melihat nama yang muncul dilayar hp nya.


"ada apa will" tanya yuni to the point.


"tunggu bentar" balas yuni langsung mematikan hp nya dan dia berjalan menuju pintu dan membukakan pintu sudah ada willi di hadapannya sambil tersenyum dan memeluknya. "i miss you" gumam willi memeluk yuni dengan erat.


"sayang kamu lagi ngapain???" tanya willi


"rebahan sambil nonton" ucap yuni



mereka duduk berdua di sofa hotel dan willi langsung meletakkan kepalanya di paha yuni dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"aku lelah sayang" gumam willi pelan


"maaf" ucap yuni sambil melihat langit atap hotel


"untuk apa?" jawab Willi sambil melihat yuni dan mengelus tangan yuni


"aku belum bisa mengingatmu" ucap yuni pelan.


"gak apa apa, pelan saja dan jangan dipaksain."' ucap Willi sambil mencium tangan yuni.


"baby apakah aku boleh memakan mu"tanya Willi.


"WHAT...!! Jangan memakan ku ucap Yuni yang sudah mulai takut.


Willi langsung bangun dari posisi terlentang menjadi duduk, dan lebih mendekat darinya. dan dia mencium pipi yuni dan kening yuni, yuni hanya diam saja setiap perlakuan willi seakan tubuhnya merindukan sentuhan nya.


"Ahhk... " yuni mulai mendesah saat willi mencium leher yuni dan tangan yuni langsung memeluk leher willi.


"i want you baby" gumam willi sambil membuka baju yuni


_selamat bertraveling yah 😜_


jangan lupa like komen vote dan favorit

__ADS_1


__ADS_2