STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Party Ultah Siska


__ADS_3

Dua minggu kemudian dikediaman Willi banyak berkumpul keluarga dari Yuni mau pun Willi yang datang dari berbagai negara karena saat ini mereka merayakan hari ulangtahun putri semata wayangnya di taman belakang mansion mereka.


Martin, Dea sudah tiba pagi tadi, bersama sikembar A. Dan hal itu selalu membuat Siska senang kedatangan Aunty dan Uncle kecilnya.


Sementara Mike dan Istrinya dan Anaknya sudah tiba sorenya karena mereka sama-sama tinggal di Los Angeles, Kinan dan Hiro pun sudah tiba.


Begitu juga keluarga Willi hanya Kakak Willi yang tidak dapat hadir karena sedang hamil besar, mereka hanya mengirimkan kado untuk Siska sesuai permintaan ponakan mereka.


Begitu juga dengan beberapa teman Siska sudah datang karena acaranya siang ini akan dilaksanakan.


Dekorasi Ulangtahun sudah selesai bernuansa putih dan balon Frozen sudah melekat diarea taman belakang dan kue ulangtahun bertingkat sudah ada. Saat ini Siska memakai gaun frozen dengan mahkota mutiara membuatnya semakin cute dan cantik.



Acara mau dimulai sekitar 10 menit lagi, Yuni bergegas kekamar putrinya dan melihat putrinya sedang berfose selfie dengan Grandma-nya Dea.


Siska sangat dekat dengan Grandma-nya Dea, dan Grandpa-nya. Siska sangat manjakan oleh paman dan bibi Yuni.


"Wahh Putri Momy cantik sekali" puji Yuni mengelus pucuk kepala putrinya.


"Iya dong Mom, Grandma yang salonin" balas Siska tersenyum tulus melihat Yuni dan Dea secara bergantian.


"Ayo turun sayang, acaranya sudah mau dimulai" pinta Yuni


"Mari Grandma gandeng, Airo dan Aura sudah menunggumu sayang" memegang tangan Siska dengan erat, dan berjalan menuruni tangga menuju taman belakang.


Sesampai dibelakang taman, Willi dan lainnya melihat kearah mereka dan Willi langsung menghampiri Putri kesayangannya.


"You'r Beautiful Darling" puji Willi mengecup seluruh wajah putrinya.


Siska menjauhi wajahnya yang sudah habis dicium oleh Dady-nya


"Dad, stop" ucap Siska kesel.


"Oke, sorry Darling. Putri Dady paling cantik selamat ulangtahun" ucap Willi memeluk putrinya.


Acara berjalan dengan lancar, dan Siska sedang menikmati hidangan kue dan lainnya bersama teman sekelasnya.


Mereka tampak tertawa bersama dan bahagia menikmati cake dan ice cream yang disediakan Koki mansion mereka.


"Happy Birthday Siska" ucap seseorang dari belakang tempat duduk siska.


Beberapa orang yang mendengar melihat kearahnya termasuk semua temannya yang sedang duduk bersama melihat kearah asal suara.


"Hei Jhon, kau terlambat datang" ucap salah satu teman mereka.


"Aku tak mengundangnya" sergah Siska ketus dan menatap tajam kearah Jhon.


"Aku hanya ingin memberikan ini" ucap Jhon menyodorkan bungkusan kado untuk Siska.


Siska menerimanya dengan wajah yang sudah kesal karena, Jhon kerap sekali menjahilinya disekolah bahkan sedang belajar bersama dirumah Siska.


"Ayo buka Sis, apa isi kado-nya" kata teman siska lainnya.


"Buka!Buka!" teriak teman-temannya yang lainnya.


Sementara Gavrael melihat dari jauh hanya diam saja, karena dia tidak mau mencampuri urusan anak kecil. Gavrael lebih suka bersama Grandpanya Martin.

__ADS_1


Siska membuka kado dari Jhon, Jhon terlihat tenang dan tersenyum kearah Siska. Siska mengeluarkan kado dari Jhon ternyata boneka Frozen yang ada musiknya.


"Ck, segitu saja uda bangga" kata salah satu teman mereka laki-laki yang bernama Kristan


Jhon menatap tajam kearah Kristan, dan Kristan menghampiri Siska dan memberikan kadonya merupakan jam tangan anak keluaran terbaru membuat anak-anak lainnya bersorak senang dan bertepuk tangan.


Dan Kristan mencium pipi Siska, Siska tanpa persiapan hanya mencebik tak suka atas kelakuan temannya itu dan dia melihat kearah Jhon yang menatap tajam kearah mereka semuanya.


Siska masih memegang kado dari Jhon mau pun Kristan dan Kristan menyenggol Siska, dan membuat kado yang dipegangnya jatuh dan secara tak sengaja Siska menginjak kado dari Jhon.


Dan membuat Jhon terdiam seribu bahasa. Tubuhnya membeku melihat apa yang terjadi, dia dipermalukan oleh teman-temannya yang lainnya.


Willi melihat itu langsung menghampiri anak gadisnya.


"Apa yang terjadi Darling" tanya Willi memeluk pundak Putrinya.


"Aku tidak sengaja Dad" ucap Siska terbata-bata, matanya mulai mengembun dan berkaca-kaca.


Willi melihat kearah Jhon yang menunduk dan kearah Kristan yang tersenyum devil.


"Boy ini hadiah dari mu?" tanya Willi


"Iya Uncle, Sorry aku hanya bisa membeli itu dari tabunganku" ucap Jhon masih menundukkan kepalanya.


"Princes bilang apa sama Jhon" kata Willi memandang kearah putrinya yang sedang menunduk malu.


"Thank you Jhon, than you Kristan" ucap Siska.


"Dipakai kado dari aku" balas Kristan tersenyum lembut


"Permisi Uncle" kata Jhon yang ingin melangkah tapi dicegah oleh Willi.


"Why, kenapa cepat sekali" tanya Willi yang masih memegang tangan Jhon dan tersenyum


"Karena Momy mengajak aku kerumah Kakek, maaf Unc-" ucapan Jhon langsung di sergah oleh Kristan


"Dia tak di undang Uncle, karena itu dia pulang cepat dan Siska tidak menyukainya berada disini" kata Kristan


Jhon langsung beranjak dari taman tanpa menunggu jawaban dari Uncle Willi dan Siska.


Willi mengajak Siska menjumpai keluarganya yang lainnya. Dan Willi langsung bergegas mengejar Jhon teman anaknya, sekaligus yang mengajari putrinya matematika sepulang sekolah.


Sesampai di pintu utama dia tidak menemukan anak tersebut. Security melihat Tuannya mencari seseorang.


"Maaf Tuan, Tuan mencari anak laki-laki yang baru saja keluar?" kata Security


"Ya, dimana anak itu?" tanya Willi


"Sudah pergi Tuan dengan supirnya" jawab security.


Willi melihat kearah gerbang tidak menemukan mobilnya lagi, ternyata mereka sudah pergi.


Ada rasa bersalah dihatinya, dan rasa kecewa terhadap Putrinya dan Istrinya kenapa Jhon tidak di Undang sama sekali.


Willi masuk ketaman itu lagi dan bergabung dengan keluarganya yang lainnya dan melupakan kejadian tadi.


Keesokkan harinya semua keluarga sudah kembali kenegara atau kediaman mereka masing-masing kecuali Martin dan Dea yang masih ingin bersama Gavrael dan Siska karena Aura dan Airon menyukai Gavrael dan Siska.

__ADS_1


Tepatnya malam hari Siska termenung dikamarnya, melihat kado dari Jhon sudah retak karena ulahnya sendiri.


Yuni masuk kedalam kamar Putrinya mengajak makan malam bersama dan melihat putrinya memandangi boneka frozen yang retak.


"Ayo makan malam sayang, yang lainnya sudah menunggumu" ucap Yuni mengelus rambut Siska.


Siska tak menolak dan menjawab, tapi dia langsung keluar dari kamarnya menuju meja makan dengan diam.


Mereka makan dengan tenang, seolah ada yang berbeda karena Siska lebih banyak diam.


"Sayang, kamu kenapa lebih banyak diam?" tanya Dea yang berada disamping Siska


"Aku tidak apa-apa Grandma" balas Siska tersenyum menjukkan giginya yang putih.


Willi melihat kearah Yuni tapi Yuni hanya mengangkat kedua bahunya.


Selesai makan Siska langsung masuk kekamarnya dan belajar sambil melihat kearah kado pemberian Jhon.


Tok Tok


Willi membuka kamar putrinya dan tersenyum,


"Belajar apa kesayangan Dady" ucap Willi sambil memeluk putri kesayangannya dan melihat kado dari jhon bertengger diatas meja dan membuat Willi tersenyum dan mengerti kenapa putrinya hanya diam saja.


"Aku belajar matematika Dad" ucap Siska sedih


"Jhon kemana, apa dia tidak datang mengajarimu" tanya Willi


Siska menggelengkan kepalanya dan terisak-isak dan membuat Willi kuatir.


"Why, hei sayang kamu kenapa hem?"


"Dady, Jhon dikeluarkan dari sekolah tadi karena menjatuhkan Kristan dari tangga" isak Siska


"Oh my god" lirih Willi mengusap wajahnya karena Willi terkejut mendengar hal tersebut.


"Bagaimana kejadiannya"


"Mereka membully-nya karena memberikan kado ini kepada Siska Dad, mereka bilang kadonya murahan terus Jhon melihat Siska tapi Siska diam saja.


Jhon keluar dari kelas, tapi Kristan mengikutinya dan teman lainnya dan tiba-tiba semua kawan-kawan Siska menjerit. Siska keluar dan melihat Kristan terjatuh dari tangga" ucap Siska jelaskan secara rinci.


"Terus Jhon bilang apa ke Gurunya"


"Jhon hanya diam saja Dad. Ta-Tapi, Jhon bilang ke Siska bukan dia pelakunya tapi Kristan yang tidak sengaja berjalan lebih cepat kakinya tersandung oleh kaki teman yang sedang berdiri didekat tangga Dad" ucap Siska menangis keras karena rasa bersalahnya.


"Siska salah Dad, siska hanya diam saja dan tidak ada yang membelanya dan Jhon akhirnya dikeluarkan dari sekolah oleh Kepala Sekolah" tutur Siska.


Willi melihat putrinya merasa bersalah, membujuk putrinya agar besok mereka pergi kemansion Jhon untuk melihat keadaan itu.


Willi menceritakan semuanya kepada Unclenya dan Istrinya termasuk Gavrael mereka terkejut, dan merasa kasihan anak usia muda harus merasakan dibully dan dikeluarkan seperti itu.


Keesokkan sorenya Willi dan Yuni sudah berjanji akan kerumah Jhon melihat keadaan teman anaknya itu bersama Martin, Dea, Siska dan Gavrael. Tapi sayang keluarga Jhon pindah keluar negeri saat itu juga setelah kejadian tersebut membuat Willi curiga.


Tapi Willi langsung menepis pikiran buruknya, akhirnya mereka pulang dan Siska hanya menangis tidak sempat meminta maaf kepada teman yang suka menjahilinya.


Jangan Lupa Komen Vote Like yah

__ADS_1


__ADS_2