
Saat ini yuni masih terbaring dan belum ada perubahan, segala usaha sudah dilakukan pamannya yang tak luput atas perintah ayahnya. dan saat ini ayah yuni mau melihat putri tunggalnya walau pun sudah tiga bulan beliau selalu menjenguknya karena kondisinya yang lemah beliau tidak bisa menginap mendampingi putrinya. dokter ahli sudah menanganinya. hanya setitik harapan yaitu mujizat dari Tuhan.
"darling apa kabar mu? papa ingin melihat senyum mu seperti di photo mu ini darling." ucap ayah yuni sambil memandang tubuh yuni yang dipenuhi alat medis dan ada photo yuni di nakas samping tempat tidur yuni dan bunga tulip kesukaan mama yuni.
"kamu tau, kamu duplicate ibu mu, semua yang ada sama ibu mu ada didalam dirimu nak. cepat bangun lihat papa yang duduk di kursi roda ini, papa rindu kamu darling" ucap ayah yuni sambil menangis dan memegang erat tangan yuni.
"kakak, jangan menangis nanti ponakan ku ikut menangis, dia bisa mendengar kakak" ucap paman yuni.
"kamu tau martin dia harta ku satu satunya, dia tidak mendapatkan kasih sayang ibunya. dan tidak mengenal nama ibu nya dan wajah ibunya. hati ku sakit martin mendengar cerita mu bahwa yuni hilang ingatan. apa mungkin dia melihat ibu nya tertembak ya martin?" ucap ayah yuni.
"bisa jadi kak, kamu tenang saja kak, semua sedang ku selidiki. kita fokus ke kesehatan yuni, tapi kak yuni sudah punya kekasih di indonesia" ucap martin
"serius!! kamu serius"tanya ayah yuni sambil mendongkak wajahnya ke atas menatap wajah paman yuni.
"sangat serius, ku dengar kekasihnya menangis histeris karena tidak sempat melihat yuni. dia mengejar yuni begitu tau putrimu kecelakaan. dia sangat terpukul kakak, bagaimana ini?" ucap martin
"siapa namanya? apa kamu tau keluarganya?" tanya ayah yuni penasaran.
"Willi, Willi Maxiwilliam Panggabean" tegas martin paman yuni.
"Willi, .... Maxiwilliam... gumam ayah yuni.
__ADS_1
tiba tiba monitor patient monitor berbunyi dan membuat kedua pria tersebut kaget.
"martin panggil dokter!!!!"teriak ayah yuni yang Cemas tiba-tiba dilayar monitor angka yang muncul tidak stabil dan yuni mengalami sesak.
dokter beserta perawat langsung menuju ruangan yuni, dan memeriksa pasien.
"dokter tolong putri ku, selamatkan dia" teriak ayah yuni
"mohon maaf bapak bisa keluar sebentar" ucap dokter yang menangani yuni.
"ayo kak kita tunggu diluar" bujuk martin sambil menuntun dan mendorong kursi roda ayah yuni.
diluar ruangan ayah yuni cemas dan air matanya lolos begitu saja membasahi pipi nya yang mulai keriput akibat sakitnya. "putri ku" isak ayah yuni sambil menghapus air matanya.
"bagaimana putri ku dok" tanya ayah yuni yang cemas dan kuatir keadaan putrinya.
"Mohon maaf, .. dokter tersebut belum selesai bicara langsung di potong oleh paman yuni.
"apa kata mu Maaf" teriak paman yuni sambil mengangkat kerah baju dokter tersebut.
"Calm down Martin!!!
kita dengarkan apa kata dokter" tegas ayah yuni
__ADS_1
"gimana putri saya"? tanya ayah yuni kembali
"putri anda, masih koma tapi keadaannya sudah stabil dan ada perubahan karena ada dua detak jantung ditubuhnya." ujar dokter
"maksudnya apa, dua detak jantung?"tanya paman yuni
"sepertinya bayi nya yang menyelamatkannya, putri anda hamil sekitar 2 bulan usia kandungannya" jawab dokter tersebut.
"Apa bayi,, martin aku tidak salah dengar?? bayi yuni martin, bagaimana bisa?" tanya ayah yuni.
"kakak akan jadi kakek, Oh Tuhan Kak yuki kau akan ada cucu." teriak paman yuni dengan keras sambil menangis.
❣️❣️❣️❣️
"sayang ini sudah tiga bulan kamu tidak keluar kamar. ayolah kita jalan-jalan sayang" ucap mama willi yang kuatir melihat keadaan anaknya yang berubah drastis semenjak kepergian yuni.
"ma ada kabar dari uncle yang ada di New York?" tanya willi
"belum sayang," ucap mama willi dengan lesu sambil memeluk willi.
"kita ke New York yuk nyari yuni" bujuk mama willi meski tak yakin kalau yuni berada disana. yang terpenting anaknya harus lepas dari masa kelam nya itu lah saat ini yang dipikirkan oleh mama willi.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit ya ❣️
__ADS_1