STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Negara +62


__ADS_3

keesokkan paginya ayah yuni sudah bangun dan akan bersiap pergi ke perusahaannya untuk memberitahukan kepada assisten yang sangat dia percayai untuk menjalankan perusahaannya selama dia berada di luar negeri tepatnya di Indonesia. Martin yang baru saja keluar dari kamarnya sangat terkejut melihat kakak iparnya sudah rapi dengan berbalut jas. "kakak kau mau kemana?" ucap Martin sambil berjalan menghampiri kakak iparnya.


"Ck, aku mau ke perusahaan" balas ayah yuni


"untuk apa, bukan kah aku bersama yuni yang akan kekantor hari ini?" tanya martin sambil melihat yuni yang bertepatan menuju ke arah mereka.


"papa are you oke, what wrong..!!?" ucap yuni sambil mendorong kursi roda ayah nya menuju ruang makan.


"aku ingin Cuti" ucap ayah yuni santai


"APAA... CUTI...??! Tegas Martin terkejut, yuni hanya mengerutkan kening nya sambil menatap ayah nya dengan teliti.


"hei kau membentak ku" teriak ayah yuni yang kesal karena suara martin yang keras membuat gendang telinganya sakit.


"maaf kakak ipar, untuk apa kau cuti. kau bukan karyawan tapi pemilik perusahaan. apa kau salah minum obat pagi ini kakak ipar?" tanya martin heran melihat tingkah konyol kakak iparnya.


"bukan hanya aku saja yang akan mengajukan CUTI tapi kita bertiga yang akan mengajukan CUTI. Cepat bergegas lah sarapan agar kita berangkat kekantor bersama sekarang juga, sebelum pria pembangkang itu bangun dan menertawakan ku" ucap ayah yuni sambil melihat ke arah kamar Willi yang masih tertutup.


Akhirnya mereka sampai dikantor, ayah yuni langsung memanggil asistennya untuk mempersiapkan laporan semuanya dan membuat pengajuan Cuti bekerja selama yang tidak ditentukan. asisten nya bergedik geli melihat permintaan bos tertua nya kali ini. tanpa banyak pertanyaan asistennya langsung menuju ruangannya dan membuat surat pengajuan cuti selama waktu yang tidak bisa ditentukan seperti permintaan bosnya dan segala laporan perusahaan. hari ini drama Cuti dan pekerjaan yang lainnya sudah selesai , mereka telah mempersiapkan seperti apa yang di maksud Narendra, yuni menghela nafasnya seakan dikejar Kolektor yang tidak bisa membayar utang, dia harus kerja rodi satu hari ini dibuat papa nya. "Oh my God, aku sepertinya akan marah" gumam yuni pelan sambil memijit kepala nya.


Dddrrtrr....

__ADS_1


"Hallo, siapa ini" ucap yuni


"sayang, kalian kemana kenapa tidak membangunkan ku" tanya Willi.


yuni memandang hp nya sejenak dengan heran.


"dari mana kamu tau nomor ku" ucap yuni


"aku tau dari dady baby, lagian itu tidak penting. cepat pulang kami berdua merindukan mu" ucap willi .


"berdua...." ucap yuni pelan tapi masi bisa di dengar willi.


"aku dan anak kita, cepat pulang mama sayang" ucap willi sambil meniru bahasa bayi.


"darling apa pekerjaan mu sudah selesai" tanya ayah yuni dia datang keruangan putrinya bersama asisten nya.


"papa apa semua akan baik-baik saja. papa mempersiapkan ini semua seakan kita cuti dalam waktu lama," ucap yuni pelan.


"aku hanya mempersiapkan yang seharusnya dan agar kita bisa menikmati panorama Negara +62" ucap Ayah yuni. saat ini yuni hanya lelah dan tak mengerti apa maksud ayah nya dan selain itu karena dia masih belum bisa mengingat tempat itu, tempat yang banyak kenangan manis dan pahit selama dua puluh tahun lebih.


"pa kita pulang ya, aku lelah. aku merindukan Gavrael pa" ucap yuni sendu.

__ADS_1


"baiklah kita pulang sekarang, dan kamu kerjakan seperti apa yang sudah ku katakan tadi." ucap ayah yuni kepada asistennya.


akhirnya mereka bertiga pulang sekitar jam tiga sore. didalam mobil mereka hanya diam, martin ingin menanyakan tentang hari ini kenapa kakak iparnya nekat akan memberikan surat cuti kami bertiga kepada pihak HRD dah hal itu membuat pihak HRD Gemetar menerima surat Cuti yang diberikan kaka iparnya.


"kak..." ucap martin


"Hemm..."balas ayah yuni sambil memejamkan matanya.


"apa kita akan berpergian jauh?" ucap martin .


"hemm" jawab ayah yuni yang masih menutup matanya.


"kita liburan pa? kenapa tidak bilang dari tadi" ucap yuni , ayah yuni langsung membuka matanya dan melihat putrinya yang bahagia sekali.


"apa kamu bahagia nak" tanya ayah yuni sambil menatap putri sambil tersenyum dan yuni hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia sangat bahagia.


"aku akan mempersiapkan helikopter kita akan kemana?" tanya martin sambil memandang jalan raya.


"tidak perlu, tiket sudah dibeli oleh pria pembangkang itu. besok kita berangkat malam" jawab ayah yuni sambil memandang ke arah keluar jendela kaca mobilnya.


"jangan bilang kita ke ......" ucapan martin terputus karena langsung dijawab ayah yuni

__ADS_1


"iya, kita kesana. ke negera +62 " jawab ayah yuni. dan yuni bingung mendengar obrolan ayahnya dengan pamannya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT


__ADS_2